skin care

Cara Memilih Face Exfoliator Sesuai Kondisi Kulit

seo-img-article

exfoliating-toner-yang-bagus-1

“Kulit saya lebih baik pakai chemical exfoliator atau physical exfoliator ya?” Untuk tahu jawabannya, mungkin perlu waktu sedikit lama karena sebaiknya kita kenali dulu kondisi kulitnya. 

 

Apakah physical exfoliator bisa untuk semua kondisi kulit? Apakah chemical exfoliator hanya untuk kulit berjerawat? Pertanyaan-pertanyaan seputar memilih eksfoliator sering kali hadir dan bikin bingung. Apalagi kalau soal perawatan kulit, sebenarnya tak ada rumus yang saklek. Salah satu yang terpenting justru kita sebagai pemilik kulit sebisa mungkin harus aware dengan kondisi dan kebutuhan kulit sendiri. 

Sebelum menentukan akan membeli chemical exfoliator atau physical exfoliator, yuk amati dulu kondisi kulitmu. Mungkin beberapa pertanyaan dan jawaban berikut ini bisa menjadi panduan sederhana yang membantumu memantapkan hati untuk memilih exfoliator yang pas dengan kebutuhan kulit. 

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Exfoliator

Kondisi kulit seperti apa sih yang cocok menggunakan physical exfoliator

scrub

Physical exfoliator bisa dibilang jauh lebih dulu populer dibandingkan chemical exfoliator. Soalnya, produk ini benar-benar mudah ditemukan dengan range harga murah meriah hingga high end, alias mahal. Physical exfoliator biasanya hadir dalam bentuk face mask atau face peeling dengan tekstur gel dan juga scrub yang punya butiran-butiran halus. Butiran-butiran halus tersebut umumnya berasal dari gula pasir, kopi, wallnut shells, dan banyak lainnya. Disebut physical exfoliator karena secara fisik produk skincare yang satu ini akan membersihkan kulit dengan cara mengangkat kotoran yang menjadi penyebab pori-pori tersumbat dan kulit kusam. 

Baca juga: 5 Trik Agar Kulit Gelap Jadi Sehat & Glowing

Butiran-butiran halus yang ada pada physical exfoliator ini membuatnya cukup tricky untuk kulit. Terutama pemilik kulit sensitif dan berjerawat. Butiran scrub tersebut bisa memicu atau memperparah iritasi pada kulit, terlebih bila ada jerawat yang sedang tumbuh dan memerah. Oleh karena itu, physical exfoliator sesungguhnya kurang direkomendasikan untuk kondisi kulit sensitif dan berjerawat. 

face scrub

Selain itu, pengguna physical exfoliator sebaiknya memahami ingredients produk yang dipilih. Pastikan punya kandungan yang melembabkan sehingga efek harsh di kulit berkurang dan terasa lebih gentle. Salah satu physical exfoliator yang mudah ditemukan di minimarket dan nyaman di kulit saya yang kering adalah Safi White Expert Deep Exfoliator. Physical exfoliator yang satu ini mengandung beragam ingredients yang berfungsi sebagai emollient sehingga cenderung cocok untuk kulit normal to dry.  Ada baiknya juga kalian memerhatikan butiran scrub nya sebelum memilih, karena kalau terlalu kasar, bisa jadi menyebabkan micro tears pada kulit, lho.

Kalau dirangkum, physical exfoliator bisa dibilang cenderung lebih cocok untuk pemilik kulit yang tidak sensitif. Plus, tidak menggunakannya saat jerawat sedang meradang supaya tidak memperparah kondisi kulit

Baca juga: Fungsi Sel Kulit Mati yang Wajib Kamu Tahu

Lalu, Kondisi Kulit Seperti Apa yang Bisa Menggunakan Chemical Exfoliator? 

Review Exfoliating Toner Some By Mi

Chemical exfoliator biasanya identik dengan AHA, BHA, dan PHA. Setiap jenis exfoliating acids punya karakter masing-masing. Misalnya, AHA (alpha hydroxy acids) merupakan exfoliating acids yang larut dalam air, namun tidak larut dalam minyak. Sehingga AHA bekerja efektif di permukaan kulit dengan cara memecah sel kulit mati, meratakan warna kulit, dan memperbaiki tekstur kulit. Cara kerjanya sendiri tidak benar-benar masuk ke dalam pori-pori, berbeda dengan BHA (Beta Hydroxy Acids) yang larut dalam minyak dan bisa masuk ke dalam pori-pori kulit untuk membersihkannya secara optimal. 

Baca juga: AHA Ampuh Angkat Sel Kulit Mati!

Perbedaan tersebut membuat BHA memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri yang biasanya disarankan untuk pemilik kulit berminyak serta berjerawat. Sementara AHA dengan karakternya tersebut cenderung cocok untuk pemilik kulit kering, atau buat kalian yang memang ingin membantu proses regenerasi sel kulit menjadi lebih baik. Alias, AHA ini pas banget dipakai buat membantu meminimalisir atau mencegah tanda-tanda penuaan pada kulit.

exfoliating-skincare-1

Sementara itu, pemilik kulit sensitif lebih direkomendasikan untuk menggunakan PHA (polyhydrody acids) karena hadir dengan molekul yang lebih besar dibandingkan AHA sehingga tidak mampu masuk ke dalam kulit sedalam AHA maupun BHA. 

Oleh karena itu, memilih menggunakan chemical exfoliator juga harus disesuaikan dengan kondisi kulit. Sekalipun chemical exfoliator seakan dianggap aman lebih aman untuk kulit berjerawat dan sensitif, tetapi saat jerawat sedang meradang sebaiknya menghindari exfoliator baik chemical maupun physicaldan biarkan mereda dengan aplikasi produk yang lebih soothing untuk kulitmu.

1
1
ernykurnia14

ernykurnia14

-

Slow Down

Please wait a moment to post another comment