eco friendly

Sulitnya Menerapkan Sustainable Lifestyle di Indonesia

seo-img-article

Sustainable menstruation

Istilah sustainability memang belakangan populer di berbagai aspek kehidupan. Begitu juga wacana “sustainable lifestyle” yang sering digaung-gaungkan aktivis lingkungan. Tapi sebenarnya apa sih sustainable lifestyle itu?

Isu lingkungan memang nggak ada habis-habisnya untuk dibahas. Melirik kondisi lingkungan yang makin hari makin memburuk, dan bencana alam terjadi dimana-mana, masih kah kita bersikap acuh tak acuh? Memang sih, bencana alam nggak bisa diduga kapan akan datang, tapi kita juga nggak bisa terus-terusan menyangkal, kalau beberapa bencana disebabkan oleh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

Sebelum kerusakan ini makin parah, udah saatnya penerapan sustainable lifestyle ini dibikin lebih serius dan nggak cuma wacana doang!

Apa Sih Sustainable Lifestyle Itu?

Menurut United Nations Environtment Programme, sustainable lifestyle adalah kebiasaan dan pola perilaku yang tertanam di masyarakat untuk meminimalisir penggunaan sumber daya alam dan produksi limbah, sambil mendukung keadilan dan kesejahteraan untuk semua manusia. Sustainable fashion, sustainable menstruation, hingga sustainable beauty sendiri merupakan beberapa langkah di mana gaya hidup yang sustainable bisa kita terapkan sehari-hari.

Baca juga: Gimana Cara Mulai Menerapkan Sustainable Beauty Sehari-hari?

3 CARA MEMULAI SUSTAINABLE BEAUTY - 4jpg

Sebuah survey yang dilakukan oleh Nielsen tahun 2018 lalu menunjukkan kalau ternyata kepedulian terhadap sustainability dikalangan konsumen sudah meningkat, lho. Apa lagi dikalangan generasi Millennial dan Gen Z.  85% Millennial dan 80% Gen Z menganggap penting adanya peranan brand/perusahaan dalam melangsungkan program-program yang mendukung sustainability.

Tapi jangan senang dulu, survei yang dilakukan oleh YouGov-Cambridge Globalism Project justru menyatakan Indonesia sebagai negara dengan jumlah masyarakat paling banyak yang masih denial akan perubahan iklim yang disebabkan ulah manusia, disusul oleh Arab Saudi dan US. Nggak heran, susah banget untuk mengajak masyarakat di Indonesia beralih ke sustainable lifestyle.

Jatuh-Bangun Menerapkan Sustainable Lifestyle di Indonesia

Menumbuhkan kesadaran orang untuk menerapkan gaya hidup sustainable nggak segampang ngomong “Yuk mulai menerapkan sustainable lifestyle!”. Selain niat dari dalam, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan sustainable lifestyle.

Program Recycle dari Brand

recycling product body 2

Setiap produk yang kita konsumsi, mulai dari makanan, pakaian, sampai beauty products selalu datang dengan kemasan. Mostly, kemasan dari produk-produk ini masih terbuat dari plastik yang akhirnya bakalan menambah jumlah sampah plastik yang terakumulasi. 

Di sini, brand yang memiliki program-program untuk mendaur ulang kemasan dan menggunakan bahan daur ulang sebagai kemasan, akan sangat membantu. Beberapa brand, khususnya beauty products punya program recycle yang memberikan kesempatan bagi konsumennya untuk mengembalikan packaging kosong dari brand tersebut untuk didaur ulang. Contohnya The Body Shop, Lush, MAC, dan Kiehl’s. Bahkan ada reward yang disediakan untuk konsumen yang mau membawa kemasan kosong untuk didaur ulang! Selain itu, brand dapat membantu upaya sustainability dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang sebagai bahan kemasan. 

Pertanyaannya, sudah berapa banyak sih, brand yang mengikuti langkah tersebut? Upaya sustainability dari brand juga nggak cukup dengan program recycle packaging saja, tapi juga berkaitan dengan ingredients, proses produksi dan supply chain yang ramah lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan buruh.

Kurangnya Edukasi Tentang Sustainability

3 CARA MEMULAI SUSTAINABLE BEAUTY - 5

Masih banyak masyarakat yang nggak aware dengan isu climate change. Jangan heran, pedidikan tentang lingkungan memang terbilang minim di Indonesia. Kurangnya edukasi bikin banyak masyarakat nggak ngerti bagaimana merawat lingkungan. Buktinya, sesimpel kurangnya pengetahuan tentang recycle, bahkan banyak yang nggak tau bagaimana perbedaan perlakuan antara sampah organik, anorganik dan sampah elektronik. Kalau kalian mau mulai menerapkan sustainable beauty, Anya sempat bikin artikelnya beberapa waktu lalu.

Budaya Konsumtif

SOCIAL DISTANCING BIKIN ONLINE SHOPPING MENGGILA 2

Kemudahan belanja online, hingga promo sale dan hari belanja online nasional bikin masyarakat jadi lebih konsumtif. Memang susah melawan godaan sale di Harbolnas. Akibatnya, kita malah impulsif dan membeli barang-barang yang sebenarnya nggak dibutuhkan. The thing is, apakah semua produk yang kita beli bisa benar-benar kita habiskan? Berapa banyak palette eye shadow, lipstik, dan maskara yang nggak pernah habis-habis dan akhirnya malah terbuang karena kadaluarsa? Nah, menerapkan mindful shopping bisa membantu kita untuk mengevaluasi habit belanja sekaligus mengimplementasikan sustainable lifestyle.

Baca juga: Mindful Skincare Bisa Bikin Kulit dan Dompetmu Membaik!

Kebiasaan dan Norma Sosial

mestrual cup

Bukan rahasia lagi kalau hal-hal supertitious masih sangat dipercayai oleh banyak orang Indonesia. Kebiasaan dan norma-norma nggak tertulis juga jadi barrier dalam menyukseskan sustainable lifestyle di Indonesia. Niat baik untuk menggunakan produk-produk yg mendukung sustainable lifestyle belum 100% diterima dengan baik ditengah masyarakat.

Contohnya saja penggunaan menstrual cup yang masih jadi perdebatan di masyarakat. Alasannya macam-macam, mulai dari anggapan bahwa menstrual cup berdampak buruk terhadap “keperawanan” atau kelenturan otot vagina, bahkan hingga dikaitkan dengan pemahaman agama.

Baca juga: Tantangan Dalam Menerapkan Sustainable Menstruation di Indonesia

Akses pada Produk-Produk Eco-Friendly

pepsodent3

Walaupun produk-produk alternatif yang eco-friendly sudah banyak tersedia, masih banyak yang belum tahu tentang produk-produk alternatif yang dapat digunakan untuk menunjang gaya hidup yang lebih sustainable, bahkan nggak punya akses untuk mendapatkannya. Contohnya bamboo toothbrush, wooden cutlery, stainless straw, menstrual cup dan produk-produk kecantikan dari brand yang menyediakan program recycle. Produk-produk ini bisa dibilang nggak mudah didapatkan di minimarket atau supermarket kebanyakan. Memang sih, bisa diperoleh dengan gampang via e-commerce atau online shop yang ada, tapi kadang tingkat kepercayaan kita terhadap penjual juga masih belum sebesar itu. Karena ada aja lho toko yang menjual produk-produk tersebut, tapi kualitasnya kurang baik.

Menerapkan sustainable lifestyle memang nggak gampang dan banyak tantangannya. Tapi bisa banget kok dilakukan kalau memang kalian mau niat. Gaya hidup adalah hal yang kompleks, yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, psikologis dan kemampuan kognitif. Lagi-lagi semuanya kembali lagi ke diri masing-masing. If you are the one who lucky enough to understand the urgency of sustainable lifestyle, then there’s no excuse of not doing it!

Yuk bikin bumi ini jadi tempat yang layak untuk kita tinggali, mulai dari diri sendiri, one little step at a time.

 

saraccil

saraccil

-

Slow Down

Please wait a moment to post another comment