sponsored post

MSD Indonesia dan NgobrolinHPV Rayakan Cervical Cancer Awareness Month, Ajak Perempuan Lebih Peduli Kesehatan Serviks

seo-img-article

Kenali HPV lebih dekat dan pahami langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan serviks.

Februari selalu jadi pengingat penting soal kesehatan perempuan karena diperingati sebagai Cervical Cancer Awareness Month. Tapi jujur aja, topik soal kesehatan serviks dan HPV masih sering dianggap sensitif, bahkan tabu, padahal dampaknya nyata dan bisa menyentuh siapa saja. Lewat keresahan inilah, MSD Indonesia menggelar rangkaian kegiatan edukatif dalam inisiatif NgobrolinHPV, pada Minggu, 1 Februari 2026 di Zona Blu, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Kampanye ini bertujuan membuka percakapan yang lebih jujur, terbuka, dan relevan seputar HPV serta pentingnya pencegahan kanker serviks, supaya makin banyak orang berani cari informasi tepercaya tanpa rasa takut, malu, atau stigma. Penasaran fakta seputar HPV dan pencegahannya? Yuk, simak sampai habis!

Baca juga: Lagi Diet dan Ingin Mengganti Nasi? Ini 5 Pilihan Karbohidrat yang Mengenyangkan!

Ngobrolin kesehatan serviks bisa dibikin lebih dekat dan relatable

hpv

Edukasi kesehatan sering kebayang kaku dan penuh istilah medis yang bikin pusing duluan. Di NgobrolinHPV, pendekatannya justru dibuat lebih santai dan dekat dengan gaya hidup masa kini. Acara diawali dengan parade komunitas dan lari sejauh 1 km di area GBK sebagai simbol kepedulian terhadap kesehatan perempuan.

Para peserta berjalan dan berlari sambil membawa balon putih dan teal, warna yang merepresentasikan awareness terhadap kanker serviks. Selain itu, tersedia juga wellness zone dan beauty zone, sehingga pesan kesehatan terasa lebih ringan, fun, dan nggak menggurui. Dengan konsep ini, edukasi soal HPV diharapkan lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda.

George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia, menyampaikan bahwa kampanye ini merupakan bentuk nyata komitmen untuk meningkatkan kesadaran dan solidaritas dalam melawan kanker. “Acara ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan awareness dan berdiri bersama dalam melawan kanker. Hari ini adalah momen untuk menghargai para pasien, caregiver, dan semua orang yang terdampak. Mari kita berjalan bersama untuk awareness, dukungan, dan harapan.”

Talkshow #KatanyaTabu jadi ruang aman buat tanya apa pun soal HPV

hpv

Setelah parade, acara dilanjutkan dengan talkshow #KatanyaTabu dari Female Daily Network yang dikemas sebagai ruang aman untuk bertanya dan berbagi soal HPV serta kesehatan reproduksi. Dipandu oleh Rahajeng Prandiena, Associate Beauty Editor Female Daily Network, sesi ini menghadirkan dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG(K) sebagai narasumber utama dan Putri Tanjung selaku Director Transmedia dan CEO of Trans Digital Lifestyle Group.

Dalam sesi tersebut, dr. Yusuf menekankan bahwa HPV (Human Papillomavirus) adalah virus yang sangat umum dan bisa menginfeksi siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. “HPV merupakan virus yang sangat umum dan sebagian besar orang bisa terpapar dalam hidupnya, sering kali tanpa disadari. Karena sifatnya yang umum ini, banyak orang menganggap HPV sebagai sesuatu yang sepele atau bahkan tidak mengetahui keberadaannya. Padahal, virus ini dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.”

Ia juga menjelaskan bahwa HPV memiliki hampir 200 tipe, dengan tingkat risiko yang berbeda-beda. “Ada tipe HPV low risk yang biasanya menyebabkan kutil, dan ada tipe high risk yang bisa berkembang menjadi kanker.” Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV. Di Indonesia sendiri, kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan sekitar 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian setiap tahunnya. Fakta ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai HPV dan langkah pencegahannya adalah kebutuhan mendesak.

Meluruskan miskonsepsi tentang HPV bisa menyerang siapa saja dan pencegahan yang tepat

hpv

Salah satu fakta yang cukup mengejutkan adalah bahwa sekitar 80% orang akan terinfeksi salah satu tipe HPV setidaknya sekali dalam hidupnya. Kabar baiknya, sekitar 90% infeksi HPV bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun, dr. Yusuf mengingatkan bahwa tidak ada cara pasti untuk mengetahui siapa yang akan sembuh dan siapa yang berisiko mengalami komplikasi. “Masalahnya, kita tidak pernah tahu apakah kita termasuk 90% yang sembuh atau 10% yang berisiko” ujar dr. Yusuf.

Risiko terbesar datang dari infeksi HPV yang tidak pernah sembuh, karena kondisi inilah yang berpotensi berkembang menjadi kanker jika tidak terdeteksi sejak dini. Dalam diskusi, dr. Yusuf juga menyoroti berbagai miskonsepsi yang masih sering beredar, salah satunya anggapan bahwa HPV hanya menyerang kelompok tertentu, “HPV tidak hanya menyerang perempuan, laki-laki juga bisa menjadi carrier tanpa menyadarinya.”

HPV juga dapat menular melalui kontak kulit ke kulit di area genital, sehingga risikonya tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Kurangnya informasi yang utuh sering membuat HPV terasa lebih menakutkan dari yang sebenarnya, sehingga edukasi yang benar sangat penting untuk mengurangi stigma dan ketakutan.

hpv

Kabar baiknya, kanker serviks termasuk penyakit yang bisa dicegah. dr. Yusuf menekankan bahwa langkah paling efektif adalah kombinasi antara vaksinasi HPV dan skrining rutin. “Vaksinasi HPV adalah pencegahan primer, dan skrining rutin adalah pencegahan sekunder, keduanya harus berjalan bersamaan.”

Vaksinasi HPV terbukti dapat menurunkan risiko kanker serviks hingga lebih dari 90%, sementara skrining membantu mendeteksi kondisi prakanker sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala. “Pra-kanker sering tidak bergejala, tapi bisa disembuhkan 100% jika terdeteksi lebih awal.” Deteksi dini bukan untuk menakut-nakuti, tapi mencegah. Menjaga kesehatan serviks pun bisa dilihat sebagai bentuk self-love dan investasi kesehatan jangka panjang untuk masa depan.

Baca juga: Apa itu 75 Hard Challenge? Ujian Konsistensi yang Katanya Life-Changing!

Sekarang akses informasi soal HPV makin gampang

hpv

Dari perspektif media dan lifestyle, Putri Tanjung juga menyoroti bahwa obrolan seputar kesehatan reproduksi masih sering dianggap tabu, padahal seharusnya bisa dibicarakan secara terbuka. “Di Indonesia, topik HPV masih cukup tabu, padahal di banyak negara sudah dianggap hal normal untuk dibicarakan.” Ia menekankan pentingnya mencari informasi yang lengkap dan valid, bukan potongan mitos yang justru menimbulkan ketakutan, “Self-love juga berarti berani peduli dan cek kesehatan sejak dini” ujar Putri.

Baca juga: Mau Mulai Olahraga di Awal Tahun? Ini 4 Tips Olahraga Seimbang untuk Hasil yang Maksimal!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ngobrolinHPV (@ngobrolinhpv)

Sebagai komitmen jangka panjang, MSD Indonesia menghadirkan platform edukasi NgobrolinHPV yang menyediakan informasi tepercaya, fitur Clinic Locator, serta asisten virtual NONA melalui WhatsApp. Platform ini diharapkan bisa membantu masyarakat mencari informasi yang benar, mengurangi rasa takut, dan berani mengambil langkah pencegahan demi masa depan yang lebih sehat.

Intinya, ngobrolin HPV itu bukan hal yang memalukan. Justru dari obrolan yang jujur dan informasi yang tepat, kita bisa mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik untuk diri sendiri. Semakin cepat kita aware, semakin besar peluang mencegah risiko di masa depan.

Yuk mulai dari diri sendiri, cari tahu, cek kesehatan rutin, dan jangan ragu berbagi informasi yang benar ke orang terdekat. Karena peduli hari ini bisa jadi perlindungan terbesar untuk masa depan!

 

Images: Dok. Female Daily

Slow Down

Please wait a moment to post another comment