banner-detik

lifestyle

Ini 3 Alasan Buku ‘I Do’ Milik Meilinda Sutanto Patut Dibaca Sebelum Menikah

seo-img-article

Untuk kamu yang ingin membawa hubunganmu ke tahap yang lebih serius, kamu perlu membaca buku dari Meilinda Sutanto untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis.

Di awal bulan Juli ini, Meilinda Sutanto memberikan kabar bahagia kepada rekan media dengan mengadakan acara peluncuran bukunya yang berjudul ‘I Do’. Menjadi buku kedua miliknya yang membahas tentang keluarga, sebelumnya Meilinda juga sudah merilis buku ‘Family Constellation’ dan buku ini termasuk salah satu best-selling book yang sudah dicetak sebanyak empat kali sepanjang tahun 2023.

Baca juga: Lagi Struggle sama Jerawat dan Bekasnya? Ini 4 Skincare yang Bisa Mengatasinya!

Nah, masih sama seperti buku pertama yang membahas mengenai keluarga. Kali ini Meilinda akan membawa para pembaca untuk bisa memahami lagi makna pernikahan, membangun keluarga, dan mengobati generation trauma agar keluarga yang dibangun bersama dengan pasangan bisa lebih harmonis. Bila kamu memiliki rencana untuk membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius, kamu bisa beli buku ini karena ada banyak sekali pembahasan spesial. Supaya kamu semakin yakin untuk membeli buku ini, simak ya tiga alasan untuk beli bukunya!

Meilinda menulis buku ini karena terinspirasi dari psikoterapis asal Jerman

meilinda sutanto

Saat acara peluncuran bukunya di Plaza Indonesia, ia bercerita bahwa buku ini terinspirasi dari psikoterapis asal Jerman, Bert Hellinger. Bert juga merupakan seseorang yang mengenalkan metode terapi Family Constellation. Selain terinspirasi dari Bert, Meilinda juga menulis buku ini saat dirinya masih menempuh jenjang S2 di Harvard Extension School, Amerika Serikat. Memilih program studi Psikologi, ia mengatakan bahwa selama belajar di bangku kuliah ia mempelajari juga tentang Family Constellation dan merasa butuh untuk bisa menuliskannya agar bisa membantu banyak orang yang menghadapi permasalahan serupa tentang keluarga dan generational trauma.

Baca juga: Awas Ketawa Sampai Nangis! Ini 5 Film Komedi Indonesia di Netflix yang Wajib Ditonton

Dalam buku ‘I Do’ ada pembahasan terapi Family Constellation yang sudah dipraktikkan di 35 negara

Lahirnya buku ‘I Do’ yang terinspirasi dari Bert, membuat Meilinda menulis dengan detail mengenai terapi konstelasi keluarga agar para pembaca yang memiliki permasalahan keluarga bisa menemukan akar permasalahan dan solusi yang tepat. Terapi ini memiliki keunikan, yaitu cara pendekatan dalam memahami permasalahan keluarga. Nggak hanya dari cerita keluarga inti namun melalui cerita mengenai generasi sebelumnya karena bisa jadi permasalahan yang dialami adalah sebuah bentuk dari generational trauma dan ternyata terapi ini juga sudah dipraktikkan hampir di 35 negara dan terkenal sebagai terapi yang efektif!

Bantu kamu dan pasangan bisa semakin memahami makna membangun keluarga dan mengobati generational trauma

Alasan terakhir kamu wajib membeli buku ini adalah kamu bisa lebih memahami pasangan dan makna dari membangun keluarga. Ada banyak sekali contoh permasalahan kecil dan besar yang diceritakan di buku ini. Nggak hanya menceritakannya saja, tetapi ada bentuk penyelesaian yang bisa kamu terapkan apabila kamu memiliki permasalahan serupa seperti di buku. Sebenarnya, buku ini juga bisa dibaca oleh banyak individu, lho, nggak hanya pasangan yang baru akan menikah saja. Pasangan yang sudah lama menikah, orang yang single, dan keluarga yang mungkin memiliki permasalahan tentang pernikahan.

Baca juga: Mau Liburan Keluarga di Bali? Cobain Menginap di Alila Villas Uluwatu!

Nah, itu dia tiga keunggulan dari buku ‘I Do’ karya Meilinda Sutanto yang bisa jadi alasan kuat juga untuk kamu segera membelinya. Sebuah buku yang memiliki banyak sekali manfaat untuk setiap individu, pasangan, atau keluarga yang mengalami beberapa permasalahan yang relevan seperti apa yang digambarkan di dalamnya. Kalau kamu tertarik untuk membeli buku ini, bisa kunjungi Gramedia terdekat atau cek @familyconstellationlab, ya!

Images: Dok. Instagram/@familyconstellation

Edited by Rahajeng Prandiena

Slow Down

Please wait a moment to post another comment