lifestyle

Tidak Hanya Perempuan, Laki-laki Juga Rentan Jadi Korban Kekerasan Seksual!

seo-img-article

Sebagai bagian dari rangkaian kampanye “No! Go! Tell!”, The Body Shop Indonesia kembali dengan webinar series ketiga dengan topik, “Support System Laki-Laki Sebagai Agen Perubahan dalam Pencegahan Kekerasan Seksual”. Karena tidak hanya perempuan, laki-laki juga bisa jadi korban pelecehan seksual.

Kamu tahu nggak? Kekerasan seksual berbasis gender mempunyai hubungan erat dengan permasalahan sosial, terutama minimnya keterlibatan laki-laki dalam upaya pencegahan dan penanganan. Apalagi saat bicara soal kekerasan seksual, biasanya lebih fokus pada keterlibatan perempuan. Akhirnya justru mengabaikan akar dari isu relasi antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga : Baca Juga : The Body Shop Mengajak Kita Cegah Kekerasan Seksual dengan Kampanye “No! Go! Tell!”

Walaupun kekerasan seksual seringkali menimpa perempuan dan anak, ternyata tidak sedikit lho, laki-laki yang juga menjadi korban kekerasan seksual. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual itu tidak mengenal gender. The Body Shop Indonesia telah menjalankan sebuah inisiatif program kampanye No! Go! Tell!.

Kampanye ini berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), Magdalence.co, Yayasan Pulih, dan Makassar International Writers Festival (MIWF). Sebagai lanjutan rangkaian program, mereka kembali menghadirkan webinar series ketiga dengan topik Support System Laki-laki Sebagai Agen Perubahan dalam Pencegahan Kekerasan Seksual. Yuk, intip lebih lanjut keseruan webinar kali ini!

Entitas Laki-laki Wujudkan Ruang Aman dan Bebas Kekerasan Seksual Lewat Kolaborasi Support System yang Sinergis dan Aktif

korban kekerasan seksual

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, korban laki-laki pada kasus kekerasan seksual sebanyak 3,6% di wilayah perkotaan untuk kategori seksual kontak dan 5,6% untuk kategori seksual non-kontak pada tahun 2018. Parahnya, korban yang mengalami kekerasan seksual adalah laki-laki yang berusia di bawah 18 tahun.

Data itu menjadi bukti bahwa kekerasan seksual itu tidak mengenal gender, dan perlu memaksimalkan peran laki-laki sebagai support system. Isu ini adalah tanggung jawab kita bersama, baik perempuan ataupun laki-laki harus terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual, sesuatu yang dapat tercapai melalui kolaborasi support system antar pihak.

Baca Juga : Dukung Penghapusan Kekerasan Seksual, The Body Shop Bikin Kampanye Shoes in Silence to Stop Sexual Violence!

Hari Sabtu (28/08) kemarin, The Body Shop Indonesia sukses menjalankan webinar series mereka dengan isu ini sebagai topik utama, didampingi dengan speaker-speaker yang bantu menambahkan edukasi.

Ratu Ommaya, Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia

korban kekerasan seksual

Series webinar ketiga ini diharapkan dapat menjadi penguatan jaringan dari lapisan masyarakat, untuk tidak pernah putus harapan dalam menyuarakan dan mendorong pengesahan RUU PKS. Program ini diharapkan dapat memberikan psikoedukasi  juga membangun mekanisme Support system yang dibutuhkan baik bagi penyintas juga semua masyarakat termasuk laki-laki.

“Senjata terkuat adalah ketika kita mampu memberikan kekuatan kepada orang lain. Salah satunya melalui program webinar ini yang merupakan scale up kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan dan bertajuk NO! GO! TELL!” ujar Maya.

Yuniyanti Chuzaifah, Pegiat HAM Perempuan/Komisioner Purna Bakti Komnas Perempuan

International Convention on Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women atau CEDAW menegaskan bahwa kekerasan seksual bukan masalah personal, tapi masalah sosial. Saat seseorang khususnya laki-laki menjadi pelaku, selain mengoyak hidup korban, keluarga, juga masyarakat. Sesungguhnya kekerasan seksual juga menghancurkan diri dan masa depan pelaku, juga merusak hati dan harapan orang-orang yang dicintainya.

Nur Hasyim selaku Pendiri Aliansi Laki-Laki Baru

korban kekerasan seksual

Laki-laki harus memutus tradisi menormalkan kekerasan seksual dan mengubah pandangan yang melihat kekerasan seksual sebagai norma maskulinitas. Perilaku kekerasan seksual adalah masa lalu laki-laki, karena generasi baru laki-laki menolak hal ini, yang diwujudkan dalam bentuk terlibat aktif membangun support system bagi korban dan menciptakan ruang yang aman.

Baca Juga : Melalui Kampanye #TBSFightForSisterhood, The Body Shop Dukung Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia!

Jane L. Pietra, Psikolog Klinis Dewasa Yayasan Pulih

Perempuan dan laki-laki perlu bermitra untuk mencapai kesetaraan dan mencegah kekerasan seksual. Sebab bukan hanya salah satu pihak saja yang akan diuntungkan, namun keduanya. Mungkin sebelumnya laki-laki belum memiliki banyak role model untuk berbagi mengenai pemikiran dan emosi, terutama ketika ingin mendukung perempuan. Oleh karena itu penting juga untuk menciptakan dukungan bagi laki-laki yang ingin bawa perubahan.

Baca Juga : Sebenarnya Apa yang Bisa Kita Lakukan Saat Melihat Pelecehan Seksual?

Selain webinar series ini, The Body Shop Indonesia juga meluncurkan buku dongeng anak berjudul “Saat Tiara dalam Bahaya” pada 23 Juli 2021 lalu, tepat pada Hari Anak Nasional. Buku ini diharapkan dapat menjadi media edukasi cegah kekerasan seksual bagi anak. Untuk mengetahui lebih lanjut, buku tersebut dapat diakses dan diunduh melalui www.tbsfightforsisterhood.co.id.

Jangan lupa juga yuk, dukung kampanye The Body Shop Indonesia dalam mengumpulkan tanda tangan untuk petisi sahkan RUU PKS melalui link ini https://www.tbsfightforsisterhood.co.id. 

Image : Dok. The Body Shop Indonesia

raiagumay

raiagumay

-

Slow Down

Please wait a moment to post another comment