Bahas Tentang Film Disney Mulan, Kenapa Banyak Menimbulkan Kontroversi?

mulan-2020

Buat kamu yang belum pernah nonton real life action dari Mulan, artikel ini akan berisi SPOILER ALERT!

Ok first of all, saya merasa sedikit ‘tertipu’ karena mengira launching film Mulan akan segera bisa dinikmati di Disney+ setelah subscribe. Tapi ternyata, film Mulan baru bisa dinikmati secara gratis mulai tanggal 4 Desember! Kalau mau nonton sekarang, kamu harus membayar tambahan $30 untuk menonton sebagai add-ons. Nah sebagai penikmat film kartun Disney dari kecil, ada faktor kekecewaan yang saya rasakan ketika selesai menonton real life action dari Mulan. Ternyata, nggak cuma saya saja yang ngerasain! Kenapa saya bisa bilang saya lumayan kecewa? Berikut beberapa alasannya!

1. Hilangnya Beberapa Karakter Penting

Kalau kamu pernah menonton cartoon version dari Mulan, pasti tahu dong 2 karakter penting yang selalu menemani Mulan: Cri-Kee si jangkrik ungu dan Mushu si naga pelindung! Di real life action-nya, kamu nggak akan menemukan kedua karakter lucu ini. Tapi, ada karakter tambahan yang bernama Cricket yang bermain sebagai salah satu Imperial Warrior, serta burung phoenix yang berperan sebagai pelindung Mulan. Beberapa adegan yang melibatkan kedua karakter ini juga dihapus atau diganti alur ceritanya. Tapi menurut saya, berhubung peran kedua karakter ini cukup signifikan, ceritanya jadi nggak seseru cerita kartun aslinya!

Premiere Of Disney's "Mulan" - Arrivals

Bahkan, nggak cuma Cri-Kee dan Mushu, karakter Li-Shang yang berperan sebagai jenderal perang, sekaligus cowok yang akhirnya punya hubungan asmara bersama dengan Mulan! Tapi, karakter Li-Shang pada akhirnya digantikan oleh karakter HongHui, yang berperan sebagai rekan prajurit Mulan. I can sense a great chemistry antara Mulan dan HongHui di film ini. Tapi menurut saya, penggambaran Li-Shang di kartun sebagai protagonis, jauh lebih gagah dibanding HongHui. Walaupun ada isu tokoh Li-Shang dihapus untuk menghindari pesan LGBTQ!

Baca juga: Rekomendasi Seri Disney+ Tahun 2000an yang Wajib Kamu Tonton selama PSBB!

2. Bad Editing

This is not expected from Disney, tapi berhubung live-action terakhir dari Disney adalah Lion King yang menurut saya mirip National Geographic saking real-nya, entah kenapa editing di Mulan nggak sebagus itu! Ada beberapa adegan yang terlalu kelihatan fake. Kalau dibandingkan dengan film Disney lainnya yang separuh real life dan separuh animasi, seperti Beauty and the Beast dan Cinderella juga masih kalah jauh! Tapi back again, ini opini saya pribadi sebagai penonton ya! Kalau seluk beluk di balik produksinya saya nggak begitu paham!

3. No Sing-a-Long

Tahu kan yang membedakan film Disney dengan film lainnya adalah lagu-lagunya? Nah, beda dengan real life action Disney lainnya yang masih menyanyikan lagu-lagu klasik film aslinya, di film Mulan sama sekali nggak ada adegan nyanyi! Soundtrack-nya yang terkenal ‘Reflection’ hanya dimainkan sebagai background song, serta sebagai lagu penutup di bagian credits di akhir. Sayang banget ya. Padahal bagian nyanyiannya adalah bagian yang paling saya tunggu-tunggu! Menurut saya, karena nggak ada lagu-lagu yang dulu dinyanyikan di versi kartun, sensasi nostalgia yang saya harapkan dari film real-life Disney sama sekali nggak kerasa.

mulan-2-3_ratio-16x9

4. Peran Tambahan

Nggak cuma berkurangnya pemain, ada peran tambahan di real-life action Mulan yang nggak ada di kartun aslinya. Karakter baru ini bernama Xianniang yang diperankan oleh aktris bernama Gong Li. Xianniang adalah karakter penyihir yang membela villain utama, Bori Khan, dalam merebut Emperor Dynasty. Ada beberapa adegan yang menunjukkan peperangan head to head antara Mulan dengan Xianniang. Tapi menurut saya, pembangunan karakter secara emosional kurang terbangun dalam film ini. Jadi menurut saya kalaupun karakter ini nggak ditambahkan ke dalam film Mulan, nggak masalah tuh!

Xianniang-mulan-2020

5. Film Mulan di Boikot

Aside from the scenes, film ini juga menimbulkan kontroversi, khususnya di beberapa wilayah China yang diduga lokasi kasus pelanggaran hak asasi manusia serius. Selain itu, film ini juga diboikot karena pemeran utamanya mendukung tindakan keras pemerintah Cina terhadap pengunjuk rasa di Hong Kong. Walau dari pihak Disney belum ada komentar terlebih lanjut mengenai berbagai kecaman yang muncul, sih.

 Baca juga: 5 Rekomendasi Drama Korea untuk Para Pencinta Fashion!

Walaupun ada banyak hal yang bikin saya kurang sreg sama real life action Mulan ini, saya tetap berkaca-kaca kok ketika menonton setiap adegannya. Terutama ketika moral dari cerita Mulan adalah derajat perempuan yang secara nggak sadar selalu direndahkan oleh kaum pria, atau bahkan kaum perempuannya sendiri. Film Mulan mengajarkan kalau perempuan nggak cuma dinilai berdasarkan penampilan, kemampuannya bekerja di rumah, atau keanggunannya saja. Tapi perempuan juga perlu dihargai akan kecerdasan dan keberaniannya!

So, berikut adalah beberapa alasan saya kurang sreg sama film Mulan. Tapi, nggak sedikit juga yang suka sama film ini kok! Gimana menurut kamu? Sudahkan nonton film Mulan yang terbaru? Apa pendapat kalian? Share di komen ya!

 

Foto: Dok. identitymagazine.com, cheatsheet.com, twitter.com, screenrant.com.