Penting: Ingredient Skincare yang Nggak Bisa Dipakai Bareng

Penting: Ingredient Skincare yang Nggak Bisa Dipakai Bareng

Kamu sering mengalami ketidakcocokan dengan produk skincare yang baru saja dicoba? Mungkin, bukan kulitmu yang sensitif, tapi karena kamu kurang teliti membaca ingredient dalam skincare tersebut.

SKINCARE YANG GA BOLEH DIPAKAI BARENGAN - 642

You’re not alone. Banyak kok, yang mencoba produk baru lalu kemudian nggak cocok. Akibatnya kulit jadi kemerahan, iritasi, bruntusan, atau berjerawat. Penyebabnya apa sih? Bisa beragam: karena kulit kamu sensitif, ingredient-nya tidak sesuai dengan kebutuhan kulitmu, atau ada ingredient yang “bertabrakan” dengan ingredient pada skincare  lainnya sehingga memberi reaksi yang kurang baik pada kulit.

Jadi, misalnya, saat kamu mencoba skincare baru merk A, mungkin ada kandungan di dalamnya yang nggak cocok kalau dipakai bersamaan dengan kandungan dari skincare B. Mungkin kamu bingung atau nggak pernah membayangkan cara kerja ini sebelumnya, tapi faktanya adalah: nggak semua ingredient dalam skincare bisa dipakai bersamaan. Mau tahu apa saja? Simak terus artikel ini ya!

Portrait of white woman doing her daily skincare routine

1. Vitamin C dengan Retinol / Retinoid

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang mampu memerangi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan serta pengaruh lingkungan yang buruk, seperti polusi. Vitamin C juga bisa membantu mengurangi noda-noda gelap, mencerahkan kulit, dan menstimulasi kolagen. Sedangkan retinol atau retinoid, selain bisa mencerahkan noda-noda gelap, juga sangat baik untuk menipiskan kerutan atau garis-garis halus.

Vitamin C serum bisa dipakai sejak dini misalnya usia 20-an, sedangan retinol atau retinoid akan sangat baik dipakai oleh kamu yang ingin memperlambat datangnya penuaan, misalnya start di umur 30.

Sebaiknya, keduanya dipakai terpisah agar hasilnya maksimal. Vitamin C bisa dipakai setiap pagi, dan retinol dipakai setiap malam. Kenapa retinol atau retinoid nggak baik untuk pagi? Karena retinol atau retinoid membuat kulit jadi photo-sensitive atau lebih peka terhadap efek buruk matahari. Jadi, sebaiknya retinol dipakai sebelum tidur saja. Saat pagi harinya kamu harus selalu melindungi kulit dengan sunscreen. Vitamin C aman kok dipakai barengan dengan sunscreen.

Baca juga: 5 Pembersih Wajah dengan Kandungan Lidah Buaya

2. Salicylic / Glycolic Acid dengan Retinol / Retinoid

Retinol dan retinoid adalah dua bahan berbeda ya. Mereka seperti sepupu, keduanya turunan vitamin A. Retinol punya konsentrasi yang lebih rendah, sedangkan retinoid lebih tinggi.

Sedangkan salicylic acid adalah BHA (Beta-Hydroxy Acid) yang mampu melawan penuaan dini dan menyingkirkan sel kulit mati, dan glycolic acid adalah AHA (Alpha-Hydroxy Acid) yang biasanya partikelnya sangat kecil sehingga mudah meresap, dan dapat membantu mengurangi jerawat.

Sebaiknya jangan gunakan salicylic acid atau glycolic acid dengan retinol atau retinoid pada hari yang sama. Karena, efeknya bisa bikin kulit jadi lebih kering. Tapi, kalau kamu berani menggabungkannya, kamu bisa pilih salicylic acid dalam bentuk facial wash yang hanya sangat sebentar kontak dengan kulitmu karena dibilas. Sementara retinol atau retinoidnya kamu bisa pakai di seluruh wajah dan leher, misalnya dalam bentuk serum atau moisturizer.

3. Benzoyl Peroxide (BPO) dengan Retinol / Retinoid

Benzoyl Peroxide adalah ingredient yang bisa beraksi cepat dalam mengatasi jerawat, karena bisa membantu melemahkan dan memperkecil jumlah bakteri pada jerawat. Tapi, dalam prosesnya dia sangat mengeringkan kulit.

Kenapa nggak boleh barengan dengan retinol atau retinoid? Karena BPO bisa menghambat kerja retinol atau retinoid, alias bikin nggak efektif. Sayang, kan? Jadi, sebaiknya pilih salah satunya saja ya untuk menghindari iritasi dan membuat keduanya jadi lebih bermanfaat buat kulitmu.

Baca juga: 10 Kandungan Skincare untuk Membantu Mengecilkan Pori-Pori

4. Eksfoliator dengan Produk Brightening

Eksfoliator misalnya facial scrub, peeling serum, peeling gel, atau exfoliating toner dipakai untuk mengangkat sel-sel kulit mati, mempercepat regenerasi kulit, dan membuat kulit tampak lebih cerah. Kalau bisa, jangan digabungkan dengan brightening skincare ya! Kalau dipakai bersamaan tanpa tambahan SPF, kamu sama saja mengundang masalah. Bukannya kulit jadi cerah, tapi malah bisa iritasi dan noda-noda gelapmu jadi makin gelap atau makin banyak.

Karena sebenarnya eksfoliator dan brightening skincare sama-sama bertujuan untuk membuat kulit tampak lebih cerah, sehingga cara kerja keduanya bisa membuat kulitmu photo-sensitive atau lebih sensitif terhadap matahari. Kalau kamu melupakan sunscreen, kamu jadi mengundang bahaya sinar UV untuk lebih mudah datang ke kulitmu. Bintik-bintik gelap yang muncul pada kulit sebenarnya reaksi defensif kulit kita terhadap sinar matahari. Jadi, kita harus selalu melindungi kulit dengan sunscreen agar pigmen gelap jadi lebih malas muncul.

Jadi biar kulitmu cerah tanpa iritasi, sebaiknya hanya gunakan eksfoliator yang mild setiap 2-3 kali seminggu, jangan tiap hari. Gunakan brightening skincare dengan kandungan pencerah yang aman dan jangan lupakan sunscreen sebelum keluar rumah.

5. Benzoyl Peroxide (BPO) dan Vitamin C

Jangan gabungkan BPO dengan vitamin C karena kedua ingredient ini sangat berlawanan satu sama lain. Benzoyl Peroxide dapat membuat vitamin C jadi teroksidasi.

Tapi, kalau kamu punya kulit yang berminyak atau sangat berminyak, kedua bahan ini bisa lebih ramah di kulitmu. Dengan catatan, kasih jeda saat pemakaian. Misalnya, kamu pakai toner dengan kandungan Benzoyl Peroxide, kasih jeda misalnya sekitar 10 menit, kemudian baru bubuhkan serum vitamin C.

 Baca juga: Mengenal Psoriasis dan Rekomendasi Produk untuk Mengatasinya

Smart tip:

1. Jadi, ada baiknya untuk lebih berhati-hati, nggak terburu-buru ingin menggunakan beberapa produk baru sekaligus. Coba satu per satu dulu ya. Karena bisa saja semua produk skincare yang baru kamu beli itu punya ingredient yang nggak cocok bila dipakai bersamaan. Punya kulit mulus memang idaman semua orang, tapi bukan berarti kamu jadi gegabah dan asal beli skincare.

2. Selalu cermati ingredient sebelum membeli produk. Kamu bisa baca di website-nya, di Instagram-nya, atau saat kamu memegang produknya di toko. Baca pelan-pelan. Tanya lagi pada diri sendiri: apakah kamu membutuhkannya? Apakah itu sesuai dengan jenis kulitmu? Kapankah kamu akan memakainya? Apakah di rumah kamu punya skincare lain yang ingredient utamanya nggak bisa dipakai bersamaan dengan skincare yang akan kamu beli itu? Kalau iya, apakah kedua produk bisa dipakai terpisah?

3. Semahal apapun eksfoliator, vitamin C, dan retinol yang kamu pakai, kalau kamu nggak pernah atau jarang pakai sunscreen, semuanya akan jadi sia-sia.

Jadi, nggak perlu kalap saat berbelanja skincare, apalagi hanya tergoda diskon atau ikut-ikutan teman. Lebih teliti tentang ingredient dan baca review sebelum membeli akan membantu kamu menemukan perawatan yang tepat untuk kulitmu, sehingga yang kamu pakai akan terasa manfaatnya dan nggak mubazir atau sia-sia.

Selamat mencoba!

 

Photo: Freepik.com