Trik Pakai Eyeshadow yang Kontras Dengan Warna Kulit

Eyeshadow warna biru, turqoise, teal, dan silver seringkali membuat keseluruhan makeup look saya tampak dull dan nggak hidup. Berikut trik pakai eyeshadow warna-warna tersebut, untuk pemilik yellow undertone skin.

Ada nggak sih warna yang kamu hindari dalam makeup? Kalau saya warna biru, turqoise, teal, dan silver. Kulit saya kalau terkena warna-warna cool tone tersebut, kelihatan lebih dekil. Bukan lebih gelap, tapi terlihat nggak hidup dan nggak bercahaya. Makanya saya sebisa mungkin menghindari eyeshadow dengan warna-warna itu.

Tapi sesekali, ingin juga kan bereksprimen dengan berbagai warna? Lama-lama saya malah penasaran dan tertantang gitu. Masa iya sih saya sama sekali nggak bisa memakai warna-warna tersebut? Setelah beberapa kali trial and error, akhirnya saya menemukan cara yang asik untuk pakai eyshadow dengan warna-warna tersebut, tanpa membuat kulit saya terlihat dull.

 

Baca juga: Tampil Fresh Dengan Eyeshadow Pink

 

Kalau kamu punya yellow skintone dan punya permasalahan yang sama dengan saya, berikut adalah trik pakai eyeshadow yang saya lakukan untuk menggunakan warna-warna tersebut.

eyeshadow biru dan turqoa (1)

 

Pilih Shimmery Eyeshadow

Warna shimmer terlihat lebih menonjol dan hidup dibandingkan warna matte. Untuk warna-warna yang jatuhnya kusam di kulit saya, saya lebih suka memilih shimmery finish. Jadi hasilnya nggak terlihat terlalu flat dan kusam.

 

Aplikasikan Eyeshadow Crease/ Transisi Warna Hangat

Warna transisi adalah eyeshadow yang diletakkan di sepanjang eye crease area, sebagai pembatas antara lid dengan browbone. Warna transisi ini membuat warna eyeshadow yang kita aplikasikan di kelopak mata lebih nge-blend dengan warna kulit asli kita. Buat saya, warna transisi ini wajib diaplikasikan bila sedang memakai eyeshadow dengan warna-warna bold.

Warna transisi yang hangat atau warmtone seperti warm chocolate, oranye muda, atau kuning kecokelatan, dapat membantu menyeimbangkan warna eyeshadow cool tone yang kita pakai. Jadi, jatuhnya nggak akan terlihat terlalu kontras dengan warna kulit kita. Jangan lupa, blend dengan baik semua eyeshadow yang sudah kita aplikasikan, sampai tidak terlihat ada harsh line.

 

Baca juga: Tips Memakai Eyeshadow Agar Rapi dan Tahan Lama

 

Eye Makeup Dulu Sebelum Complexion

Sebenarnya trik ini saya lakukan ke semua makeup saya, apapun warna eyeshadow-nya. Tapi untuk eyeshadow warna biru dan turqoise, kayaknya cara ini wajib banget, deh. Eyeshadow warna biru dan turqoise, kalau serbuknya jatuh ke area bawah mata, hasilnya akan membuat area bawah mata kita terlihat lebih gelap dibanding kalau kita pakai warna lain. Jadi, pastikan makeup mata kita selesai terlebih dahulu, lalu bersihkan area bawah mata dan pipi dengan micellar water, baru kemudian beralih ke complexion.

 

Concealer is a must!

Walaupun area bawah mata sudah dibersihkan setelah menyelesaikan eye makeup, tapi saya merasa ketika menggunakan eyeshadow warna biru dan turqoise, dark circle saya lebih kelihatan. Jadi saya nggak pernah skip concealer saat memakai eyeshadow warna ini. Area bawah mata yang terang dan clean juga akan membuat keseluruhan penampilan terlihat lebih hidup.

Kalau area bawah mata terlalu gelap, sebelum concealer, aplikasikan dulu color corrector warna oranye untuk menetralisir. Corrector warna oranye akan membantu menetralisir warna kebiruan di area bawah mata kita, sehingga ketika mengaplikasikan concealer, dark circle jadi lebih tertutup.

 

eyeshadow biru dan turqoa (4)

Padukan Dengan Blush On dan Lipstik Warna Hangat

Sama seperti aplikasi eyeshadow crease warna hangat, blush on dan lipstik dengan tone hangat akan membantu menyeimbangkan keseluruhan look yang memang dominan pakai warna-warna dingin. Kita bisa memilih warna blush on dan lipstik oranye, cokelat kemerahan, peach, atau coral. Warna blush on dan lipstik tersebut juga membantu membuat kita terlihat lebih segar.

 

Nah, sudah tahu triknya kan sekarang? Kamu berani nggak mencoba eyeshadow dengan warna-warna tersebut?