banner-detik

lifestyle

Habis Half Marathon, Jangan Langsung Gaspol! Ini Cara Recovery yang Benar Biar Tubuh Cepat Pulih

seo-img-article

Recovery day setelah half marathon adalah bagian penting dari latihan lari yang sering kali masih suka disepelekan. 

Setelah berbulan-bulan latihan dan akhirnya berhasil menyelesaikan race sejauh 21,1 kilometer, rasanya memang menyenangkan banget. Apalagi kalau berhasil mencapai target pace atau bahkan mencetak personal best! Namun, jangan sampai euforia setelah race bikin kamu langsung kembali latihan seperti biasa, ya.

Walaupun race sudah selesai, tubuh sebenarnya masih membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan otot, mengisi kembali cadangan energi, dan memulihkan diri dari stres fisik selama berlari. Jadi, apa saja yang bisa dilakukan supaya recovery berjalan optimal? Yuk, simak tipsnya berikut ini!

Jangan Langsung Kembali ke Jadwal Latihan Normal

Setelah half marathon, otot mengalami kelelahan dan kerusakan mikro akibat aktivitas fisik yang intens. Karena itu, kamu nggak perlu buru-buru kembali melakukan interval, tempo run, atau latihan beban berat.

Pada satu hingga dua hari pertama, prioritaskan istirahat dan aktivitas ringan sesuai kondisi tubuh. Kalau masih terasa pegal, berjalan santai di sekitar rumah sudah cukup. Dengarkan sinyal tubuh dan jangan memaksakan diri hanya karena merasa stamina sudah kembali.

Baca juga: Wajah Masih Berminyak Padahal Rajin Skincare? Ini 5 Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan

Tetap Penuhi Kebutuhan Nutrisi, Terutama Protein dan Karbohidrat

Recovery day

Recovery day bukan waktunya membatasi makan secara berlebihan. Setelah berlari selama berjam-jam, tubuh membutuhkan asupan yang cukup untuk memperbaiki otot dan mengisi kembali glikogen yang terkuras.

Karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, kentang, oatmeal, atau roti, sedangkan protein membantu proses perbaikan otot melalui makanan seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe. Kamu juga bisa menambahkan buah dan sayuran untuk melengkapi kebutuhan vitamin serta mineral. Intinya, makanlah secara seimbang dan cukup. Nggak perlu buru-buru melakukan defisit kalori setelah race karena pemulihan tetap menjadi prioritas utama.

Jangan Lupa Minum dan Mengganti Elektrolit

Kehilangan cairan selama race dapat memengaruhi kondisi tubuh setelah berlari. Karena itu, pastikan kamu minum secara berkala sepanjang hari, bukan hanya saat merasa haus. Jika kamu banyak berkeringat atau berlari dalam cuaca panas, minuman elektrolit dan makanan yang mengandung natrium bisa membantu mengganti elektrolit yang hilang. Hindari memaksakan minum air dalam jumlah berlebihan sekaligus, karena hal ini juga bisa berbahaya bagi tubuh.

Baca juga: Menemukan Benjolan di Payudara? Ini yang Perlu Dilakukan Selanjutnya

Prioritaskan Tidur Berkualitas

Jangan heran kalau kamu merasa lebih lelah dari biasanya setelah half marathon, bahkan ketika race sudah selesai. Selain otot, sistem tubuh secara keseluruhan juga membutuhkan waktu untuk pulih dari beban latihan dan kompetisi.

Usahakan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam, atau lebih jika memang tubuh masih membutuhkannya. Kalau memungkinkan, luangkan waktu untuk beristirahat tanpa merasa bersalah. Ingat, recovery juga bagian dari proses menjadi pelari yang lebih kuat!

Lakukan Active Recovery, Bukan Memaksakan Olahraga

Apakah setelah race kamu harus diam seharian? Nggak selalu. Kalau hanya mengalami pegal ringan, aktivitas dengan intensitas rendah seperti jalan santai atau mobilitas ringan bisa membantu kamu merasa lebih nyaman.

Namun, hindari stretching agresif, pijatan terlalu dalam pada otot yang masih sangat nyeri, serta olahraga berat saat tubuh belum siap. Kalau rasa sakitnya tajam, semakin parah, atau membuatmu sulit berjalan normal, jangan memaksakan active recovery dan pertimbangkan pemeriksaan medis.

Jangan Terburu-buru Kembali ke Gym atau Lari

Kapan boleh kembali berlari setelah half marathon? Jawabannya tergantung kondisi tubuh, pengalaman latihan, dan seberapa berat race yang baru kamu selesaikan.

Untuk beberapa hari pertama, prioritaskan pemulihan. Setelah pegal berkurang dan aktivitas harian terasa nyaman, kamu bisa mulai mempertimbangkan jalan santai atau easy run singkat. Latihan intensitas tinggi dan latihan kaki berat sebaiknya menunggu sampai tubuh benar-benar pulih.

Nggak ada aturan bahwa semua pelari harus kembali berlatih pada hari yang sama. Jadi, jangan membandingkan proses recovery-mu dengan pelari lain, ya!

 Kenali Tanda Tubuh Belum Siap Beraktivitas

Otot terasa pegal setelah race memang umum terjadi. Namun, rasa sakit yang tajam, pembengkakan signifikan, kelemahan yang tidak biasa, atau nyeri yang membuatmu kesulitan menapak bukan sesuatu yang sebaiknya diabaikan.

Jika muncul nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, kebingungan, atau urine berwarna seperti teh atau cola disertai nyeri otot berat, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut bisa menandakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.

Pada akhirnya, recovery day setelah half marathon bukan berarti kehilangan progres latihan. Justru, memberikan tubuh waktu untuk beristirahat adalah bagian penting dari perjalanan lari jangka panjang. Jadi, setelah berhasil menaklukkan 21,1 kilometer, kamu boleh banget menikmati hari tanpa mengejar pace atau kilometer. You’ve earned that rest!

Image: Dok. iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment