Harus ke dokter apa? Pemeriksaan apa yang diperlukan? Ini yang perlu kamu lakukan saat menemukan benjolan di payudara.
Menemukan benjolan di payudara merupakan pengalaman yang nggak mudah bagi siapa pun. Rasa panik hampir pasti muncul begitu benjolan itu teraba, disusul pikiran-pikiran yang berlarian. “Apakah ini hanya perubahan hormonal biasa? Kista? Atau justru sesuatu yang serius seperti kanker?” Rasa takut akan berbagai kemungkinan tersebut sangat wajar, bahkan sering membuat seseorang menunda pemeriksaan karena belum siap mendengar jawabannya.
Menurut beberapa jurnal, 60-80% benjolan di payudara sebenarnya bersifat jinak. Yang terpenting adalah nggak membiarkannya begitu saja. Semakin cepat diperiksa, semakin cepat pula kamu mendapat kepastian dan, jika diperlukan, penanganan yang tepat.
Unfortunately, dua bulan lalu aku juga baru mengalaminya. Tentu saja ada rasa bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya. Berikut ini beberapa hal yang ku lakukan yang juga disarankan oleh para ahli kesehatan.
Baca juga: Gejala Awal Kanker Payudara yang Perlu Kamu Ketahui. Jangan Ragu untuk Konsultasi ke Dokter!
Cek kalender menstruasi

Mencatat tanggal menstruasi sangat lah penting. Bukan hanya untuk urusan kesehatan reproduksi, tapi juga untuk keeping track untuk masalah hormonal lainnya. Cek apakah saat menemukan benjolan kamu sedang menstruasi, sebelum, atau setelahnya. Informasi ini lah yang penting untuk nantinya disampaikan ke dokter.
Konsultasi ke dokter spesialis onkologi

Okay, i know mendengar kata “dokter onkologi” bikin level serius dari kondisi ini meningkat, tapi pemeriksaan sesegera mungkin memang sangat penting dan justru bisa mengurangi overthinking. Opsi pertama, kamu bisa mengunjungi dokter bedah onkologi Sp.B(K)Onk atau Sp.B Subsp.Onk(K), opsi kedua bisa ke dokter Sp.OG (K) Onk atau Subspesialis Onkologi Ginekologi.
Untuk dokter Sp.OG (K) Onk atau Subspesialis Onkologi Ginekologi kamu perlu melakukan research dulu apakah spesialisasinya termasuk pemeriksaan payudara, karena beberapa dokter dokter Sp.OG (K) Onk ada yang fokusnya pemeriksaan tumor/kanker di organ reproduksi saja (rahim/endometrium, serviks/leher rahim, ovarium/indung telur, vagina, dan vulva).
Sampaikan sudah berapa lama kamu menyadari adanya benjolan, ceritakan siklus menstruasimu, dan kondisi lain dari payudara. Misalnya ada rasa nyeri, ada perubahan tekstur kulit, warna yang berubah, dan lainnya. Pastikan kamu menyampaikan se-detail mungkin agar nggak ada yang terlewat sebagai bahan tinjauan dokter.
USG atau MRI

Biasanya dari meraba benjolan, dokter sudah bisa menentukan prognosa apakah benjolan jinak atau ganas. Langkah selanjutnya adalah rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Opsinya ada tiga: Mammografi, USG, dan MRI. Mammografi merupakan foto rontgen payudara. Saat pemeriksaan berlangsung, payudara akan ditekan supaya gambaran jaringan payudara dapat terlihat lebih jelas. Mammografi dapat menilai beberapa kelainan pada payudara, seperti tumor hingga jaringan yang padat di payudara. Lalu USG payudara bertujuan untuk memeriksa benjolan, terutama dalam membedakan benjolan padat dan benjolan yang berisi cairan.
Ada juga beberapa dokter yang merujuk untuk MRI. Tindakan ini menampilkan gambar bagian dalam tubuh. MRI dilakukan ketika terdapat benjolan payudara yang ditemukan pada pemeriksaan fisik, tapi nggak terlihat pada mammografi atau USG.
Perbaikan lifestyle

Apa bila hasilnya nggak berbahaya (misalnya kista berisi air), dokter akan merekomendasikan untuk melakukan observasi mandiri selama enam bulan dengan dibarengi perbaikan lifestyle. Selama enam bulan ini, perbaiki pola makan, tidur, serta olahraga. Usahakan juga untuk mengatur level stres dan stop segala kebiasaan buruk, seperti merokok dan konsumsi alkohol.
Enam bulan kemudian, kamu perlu mengulang tindakan USG, Mammografi, atau MRI lagi untuk melihat perkembangannya. Di banyak kasus, apa bila konsisten dengan lifestyle yang lebih baik, benjolan bisa mengecil atau bahkan menghilang dengan sendirinya.
Namun apa bila hasilnya tumor ganas atau kanker, dokter bedah onkologi akan memberikan rencana untuk treatment-nya.
Baca juga: Oktober adalah Bulannya Breast Cancer Awareness! Gimana Cara Mencegah Kanker Payudara?
Again, pengalaman ini tentunya nggak diinginkan siapapun, tapi jika kamu mengalaminya jangan ragu untuk cari support system yang bisa membantumu menghadapi semuanya dengan lebih tenang.
Stay safe and healthy, everyone. The not so good days will pass.
Images: iStock



