
Ketika diet, memang kadang suka ingin berat badan turun secara instan. Tanpa disadari, kamu justru melakukan kesalahan ini!
Siapa sih yang nggak pernah mencoba diet? Entah itu ingin sehat, menurunkan berat badan, atau sekadar merasa lebih fit, diet sering jadi pilihan utama. Tapi kadang, usaha ini jadi backfire kalau kita nggak tahu langkah yang tepat. Nggak sedikit juga yang justru jatuh pada kesalahan sederhana yang bikin progress diet jadi lambat, bahkan bisa bikin mood diet jadi menurun. So, sebelum kamu memulai diet, yuk, kenali lima kesalahan yang sering banget dilakukan saat diet dan cara memperbaikinya!
Baca juga: Lagi Diet dan Ingin Mengganti Nasi? Ini 5 Pilihan Karbohidrat yang Mengenyangkan!

Salah satu kesalahan yang paling umum adalah menganggap kalau melewatkan makan bisa bikin kamu kurus lebih cepat, misalnya skip breakfast atau sengaja makan cuma satu kali sehari. Padahal, kalau kamu sering melewatkan waktu makan, metabolisme bisa melambat dan tubuh justru jadi lebih lapar di jam berikutnya. Efeknya bisa beragam, mulai dari cenderung overeat saat makan besar atau memilih makanan yang tinggi gula dan kalori demi cepat kenyang. Supaya nggak melakukan hal tersebut, usahakan makan teratur setiap 3–4 jam dengan porsi yang seimbang. Plus, sarapan pagi juga penting banget supaya energi kamu stabil sepanjang hari.

Kalau kamu cuma menghitung kalori tanpa memerhatikan kualitas makanan, ini bisa jadi jebakan diet! Banyak yang berpikir bahwa semua makanan rendah kalori tuh otomatis sehat. Padahal makanan rendah kalori bisa jadi minim nutrisi penting dan malah bikin kamu cepat lapar. Bahkan, beberapa produk “diet” justru tinggi gula atau bahan olahan yang bikin nafsu makan naik, lho. Tips yang bisa dilakukan yaitu memilih makanan yang nutrient-dense seperti sayur, buah, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh yang bisa bikin kamu kenyang lebih lama dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Baca juga: Mau Mencoba Diet Vegan? Ini 3 Manfaat yang Wajib Diketahui!

Meski makananmu terlihat sehat, tapi kalau porsinya giant, ya tetap saja bisa bikin asupan kalori melebihi kebutuhan harian. Makan terlalu banyak, terutama yang dilakukan tanpa sadar (mindless eating), memang sering terjadi saat kita “sibuk” atau makan sambil melakukan hal lain. Kamu bisa belajar mengenali porsi yang pas dengan cara memakai piring kecil, mengukur porsi dengan tanganmu, atau makan perlahan supaya tubuh punya waktu memberi sinyal kenyang lebih cepat.

Banyak tren diet yang menyuruh cut carbs sepenuhnya atau menghindari seluruh lemak karena takut gemuk. Padahal, nutrisi itu saling terhubung, sehingga tubuh justru butuh semua makronutrien dalam porsi yang tepat agar tetap sehat dan seimbang. Misalnya, karbohidrat kompleks memberi energi, lemak baik membantu fungsi hormon, dan protein yang mendukung otot. Daripada mengeliminasi satu grup makanan, kamu bisa pilih versi yang lebih sehat yaitu nasi merah atau ubi daripada nasi putih berlebihan, lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan, dan protein berkualitas dari telur, ikan, atau tahu.
Baca juga: Sport Meets Style, Lacoste Hadirkan Pengalaman Padel Court Eksklusif di Jakarta!

Kalau kamu sering “quit diet” karena merasa lapar atau lesu, bisa jadi karena kurang hidrasi. Yes, air itu penting banget untuk membantu metabolisme, mengurangi rasa lapar yang salah kaprah karena dehidrasi sering disalahartikan sebagai lapar, dan menjaga fungsi tubuh secara optimal. Selain itu, minuman manis atau kopi juga sering tersembunyi kalori yang lumayan besar, lho. Oleh karena itu, kamu bisa membawa botol air kemanapun kamu pergi dan minum sebelum makan. Jangan lupa untuk memilih air putih sebagai minuman utama dan batasi minuman manis atau tinggi kalori lainnya, ya!
Itulah lima kesalahan yang sering dilakukan saat diet. Jadi, diet bukan soal sekadar skip meals atau menghitung kalori sebanyak mungkin. Kunci diet yang berhasil justru ada pada balance, nutrisi yang tepat, dan kebiasaan makan yang sehat serta berkelanjutan. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan di atas dan cara memperbaikinya, kamu bisa menjadikan proses diet bukan hanya soal angka di timbangan, tapi juga perjalanan sehat yang bikin kamu tetap semangat
Image: iStock