beauty school

#FDSustainabeauty: Usaha Female Daily untuk Mengurangi Beauty Waste

seo-img-article

Sampah kecantikan menumpuk di rumah? Cek deh apa yang dilakukan Female Daily di #FDSustainabeauty ini.

Saat kalian membuka beragam konten dari Female Daily, pasti cukup sering menemukan beragam “racun” produk yang membuat kalian tergiur untuk mencobanya. Belum lagi acapkali Beauty Studio dan juga e-commerce lainnya menawarkan diskon yang benar-benar menarik sehingga beragam produk kecantikan masuk ke kantong belanja kalian.

Alasan kita belanja pasti beragam. Bisa jadi karena memang benar-benar butuh, FOMO mencoba produk terbaru (padahal barang setipe juga masih belum kalian pakai sampai habis), panik nggak akan dapat diskon sebesar itu lagi (padahal nggak butuh-butuh amat), atau retail therapy karena menghindari permasalahan hidup yang sesungguhnya.

Di satu sisi pasti kalian happy dengan beragam formula produk yang bisa membuat kulit kalian menjadi lebih sehat, atau membuat tampilan wajah jadi lebih berwarna. Tapi di sisi lain, muncul sebuah permasalahan (yang tentunya nggak baru-baru amat), yaitu beauty waste, alias sampah yang dihasilkan dari industri kecantikan.

Mengutip dari apa yang ditulis oleh Rachel Cernansky di Vogue beberapa waktu lalu, bahwa permasalahan beauty waste itu sayangnya bukan hanya terfokus di packaging saja, tapi ini adalah isu yang sangatlah complex. Beberapa hal yang jarang kita sadari, bahwa sampah kecantikan ini juga berasal behaviour kita sendiri, beragam formula produk yang dites berkali-kali, produk yang tidak terjual, hingga barang-barang yang telah kadaluarsa di gudang ataupun toko.

Tanpa managemen yang jelas, secara otomatis tentunya sampah kecantikan ini akan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. Bahkan nggak jarang juga lho pelaku di industri ini sengaja tidak mendata sampah-sampah yang mereka hasilkan. Hal ini tentu nggak bisa dipukul rata, karena sudah mulai banyak bermunculan juga kok brand, pabrik ataupun retailer yang sudah mulai peduli akan isu sustainability di industri ini.

And by the way, industri kecantikan di sini bukan hanya pihak media, retailer, brand ataupun produsen saja, tapi kita sendiri sebagai konsumen tentu memiliki peranan terhadap permasalahan ini.

Hal ini sejujurnya cukup mengusik saya. Di mana Female Daily sebagai salah satu beauty platform terbesar di Indonesia yang kerap kali membombardir kalian dengan rekomendasi produk hingga menawarkan diskon di Beauty Studio, belum menawarkan solusi untuk membantu mengatasi beauty waste.

Berangkat dari permasalahan ini, semenjak akhir tahun 2021 Female Daily tergerak untuk menciptakan #FDSustainabeauty yang diharapkan bisa membantu kalian, para konsumen, untuk lebih bijak lagi dalam mengelola sampah kecantikan. Setelah melakukan trial and error secara internal, akhirnya kami mendeklarasikan hal ini secara publik.

Apa itu #FDSustainabeauty?

#FDSustainabeauty ini sendiri berasal dari penggabungan kata Sustainability dan Beauty (so obvious), yang memang diciptakan oleh Female Daily dengan harapan bisa menjadikan beauty industry di Indonesia bisa lebih sustainable lagi. Walaupun sustainability sendiri juga sangat luas dan complex, tapi kami berharap aksi kecil yang akan kami lakukan ini bisa membawa dampak yang besar apabila bisa dilakukan secara massive.

Kegiatan #FDSustainabeauty yang telah kami jalankan secara internal beberapa bulan belakangan ini, dimulai dari membiasakan untuk membawa botol dan packaging kosong ke kantor, lalu kemudian kami salurkan pada perusahaan pengolahan sampah. Beauty waste yang berhasil dikumpulkan oleh tim Female Daily secara internal setiap bulannya sendiri bisa menghasilkan lebih dari 30kg sampah yang bisa diolah kembali. Selain itu, Beauty Studio juga ke depannya akan menggunakan packaging yang lebih eco-friendly namun tetap aman untuk sampai ke tangan kalian.

daur ulang sampah kecantikan innisfree 1

Bayangkan, berapa banyak sampah yang bisa dikumpulkan oleh jutaan orang dari community Female Daily untuk diolah jadi barang bermanfaat? Saya sendiri yakin, Female Daily yang merupakan community based beauty platform dengan jumlah member yang besar ini tentunya bisa membawa perubahan bersama. Ditambah lagi, ternyata masih banyak member FD yang suka bingung mau mendaur ulang sampah kecantikannya ke mana. So we provide you a solution!

Oleh karena itu tahun 2022 ini, kami ingin mengajak kalian untuk turut serta untuk mengolah sampah dengan lebih bijaksana dalam program #FDSustainabeauty, dengan mengirimkan sampah kecantikan kalian ke kantor kami dan kemudian akan kami salurkan ke perusahaan pengolahan sampah. Program ini kami harap akan mempermudah kalian untuk mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab, serta bisa lebih guilt-free saat menggunakan produk kesayangan kalian.

Walaupun kami sendiri juga sadar, bahwa sustainability di industri kecantikan ini bukan hanya sebatas masalah packaging, tapi kami merasa di saat lebih banyak orang sadar tentang bagaimana mengolah sampah kecantikan dengan benar, tentu hal tersebut bisa secara perlahan membawa perubahan pada industri ini. Lebih baik melakukan sesuatu walaupun kecil, daripada kita tidak melakukan apa-apa sama sekali, bukan?

Syarat dan Ketentuan Mengirim Sampah

Saat kalian hendak mengirimkan sampah ke Female Daily, ada beberapa hal yang perlu dipenuhi.
  1. Wajib untuk mengirimkan produk (tube, botol, jar, pipet) yang sudah dalam keadaan bersih dan kering tanpa ada cairan apapun. Hal ini diperlukan agar mempermudah perusahaan pengelolaan sampah saat menyortir produk kosong. Cara membersihkannya bisa kalian lihat di sini. 
  2. Produk yang dikirimkan juga tidak terbatas pada barang-barang kecantikan saja, tapi kalian juga bisa mengirimkan sampah bersih lainnya ke Female Daily
  3. Kirimkan produk kosong kalian dengan subjek FD Sustainabeauty ke alamat berikut: Wisma Prima lantai 4, Jl. Kapten Tendean no.34, Jakarta Selatan, 12270, 0877-3010-5620
  4. Biaya pengiriman beauty waste ini akan ditanggung masing-masing oleh pengirim
  5. Apabila ada hal yang ingin ditanyakan, bisa email ke hello@femaledaily.com dengan subjek FD Sustainabeauty
Selain dimulai dari pengelolaan sampah yang baik, kita sebagai konsumen juga bisa lebih mindfull saat hendak membeli produk kecantikan, mencoba sample terlebih dahulu agar tidak ada produk real size yang terbuang cuma-cuma, memerhatikan expiry date dari produk yang kita miliki, mendukung brand yang memiliki program sustainability yang baik, dan juga mulai menerima saat brand mengirimkan produk menggunakan pengganti bubble wrap untuk melindungi produk yang kita pesan secara online.

Yuk, mari kita sama-sama menjaga bumi ini yang dimulai dengan tindakan kecil dari diri kita sendiri. Dengan melakukannya bersama sebagai penikmat produk beauty, kami berharap ini bisa menimbulkan domino effect agar para pelaku lainnya di industri kecantikan juga bisa mulai memikirkan lebih lanjut tentang pentingnya sustainability di industri ini.

arindakristie

arindakristie

-

Slow Down

Please wait a moment to post another comment