eco friendly

Beauty Sponge dari Batok Kelapa? Ini Inovasi Ramah Lingkungan dari Runa! | #FDLocalPower

seo-img-article

From trash to treasure, Runa berinovasi memilih limbah menjadi bahan baku!

Menjadi makeup brand lokal yang sangat conscious terhadap isu lingkungan, Made by Runa terus berusaha melakukan pembaruan ke arah yang lebih sustainable. Tahun ini, intelligent sourcing menjadi salah satu perhatian dan langkah Runa untuk “memulai” revolusi di dunia kecantikan Indonesia. Kalau terakhir ini innisfree comes with the idea of Upcycling Beauty dengan limbah wortel, Runa memilih untuk memanfaatkan sumber lokal Indonesia, from us for us!

Baca juga: innisfree Hadirkan Perawatan Tangan dari Wortel yang Didaur Ulang

Just so you know, selain sampah plastik dari kemasan, bahan baku yang digunakan di dunia kecantikan juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan lingkungan, lho. Contohnya, microbeads yang banyak digunakan pada scrub maupun toiletries, bisa berdampak pada laut maupun biota laut. Dari persepektif yang lain nih, terkadang malah bahan baku yang digunakan adalah animal based atau tumbuhan-tumbuhan yang langka. Jadi, bukan cuma topik sampah kemasan produk saja yang harus “naik”, more sustainable and eco-conscious sourcing also deserves the talk.

Baca juga: 5 Body Scrub Tanpa Microbeads yang Lebih Ramah Lingkungan untuk Dapatkan Kulit Cerah Bersinar

Makanya, Runa “mulai” menerapkan intelligent sourcing, yang di antara prosesnya adalah dengan memanfaatkan limbah bahan baku tak terpakai. Pilihannya pun jatuh pada buah kelapa, karena banyak banget di temukan dan digunakan di Indonesia! Mulai dari pelepah, daun, buah, sampai minyaknya, kelapa punya segudang manfaat. Namun sayang, sebanyak 85% dari 50.000.000 (re: lima puluh juta) batok kelapa biasanya dibuang dan dibakar, malah menambah emisi karbon kan? Thus, Runa mau memanfaatkan ini; dari limbah jadi bahan baku lagi!

Mare Coco Sponge, beauty sponge dari batok kelapa terbaru dari Made by Runa, menggantikan marble sponge yang sudah ada sebelumnya. Meski berbahan baku limbah batok kelapa, kekenyalan dan penyerapannya bisa diadu! Kandungannya 70% batok kelapa yang diambil dari Kalimantan (local source!) dan 30% bio-polyurethane (minyak kastor dan minyak sawit), jadi 100% natural. Nggak seperti plastik, material ini lebih mudah diurai dan membutuhkan lebih sedikit energi. Fun fact, nama Mare ini artinya adalah surface of the moon, masih banget ya, disesuaikan dengan Runa’s galaxy aesthetic.

How can you NOT be proud of our local brand? Secara pribadi, saya sangat mengapresiasi dan berterimakasih pada Runa Beauty yang mau go further untuk isu lingkungan, dengan bahkan memanfaatkan limbah lokal Indonesia. Sayangnya, setelah saya cek, Mare Coco Sponge ini sudah ludes di Shopee ☹ padahal baru empat hari launch! Semoga segera cepat restock deh ya!

 

Image: Runa Beauty

athifahch

athifahch

-

Slow Down

Please wait a moment to post another comment