Kenapa Rambut Rontok? Ini Beberapa Penyebabnya

penyebab-rambut-rontok-2

Siapa yang nggak keburu panik melihat rambut berjatuhan di lantai, atau nyangkut di sisir dalam jumlah banyak? Melihat rambut rontok dalam jumlah besar, kita langsung terbayang akan mengalami kebotakan. Menyeramkan, ya?

Rambut adalah mahkota buat wanita dan pria. Wajar kok kalau kamu takut mengalami kebotakan, apa lagi di usia muda. Namun, jangan panik dulu! Rambut rontok bisa dicegah sebelum mencapai penipisan bahkan kebotakan. Pertama-tama, ketahui dulu apa gejala dan penyebab rambut rontok berlebihan. 

Rambut rontok pada dasarnya adalah proses alami yang pasti dialami oleh siapa saja. Rambut mengalami tiga tahapan pertumbuhan rambut, yaitu  fase di mana rambut lama akan rontok, dan digantikan dengan rambut baru yang tumbuh. Jadi, rambut rontok setiap hari nggak akan bikin kamu otomatis langsung botak, kok. Selama rambut rontok per-harinya masih berkisar antara 50 hingga 100 helai, hal ini masih dikatakan normal.

Baca juga: Tips Anti Rambut Rontok After Workout

Rambut-Rontok-Dove-Hair-Fall- Treatment

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi rambut rontok, contohnya gaya hidup yang kurang sehat, termasuk pola makan yang tidak sehat sehingga nggak terpenuhinya asupan gizi untuk tubuh. Serta, tidak lupa pula stress dan faktor genetik ikut mempengaruhi kerontokan rambut. Atau karena kalian sedang menjalani treatment atau mengonsumsi obat-obatan yang memicu rontoknya rambut

Jadi kapan kita harus mulai waspada dengan kondisi rambut rontok? Kalau kalian merasa mulai ada perbedaan pada rambut, entah rambut yang terasa makin menipis, atau jumlah rambut yang rontok benar-benar banyak dan mengkhawatirkan, bisa jadi ini merupakan kondisi serius. Ada beberapa jenis kerontokan serius yang bahkan bisa mengarah pada kebotakan. Beda jenisnya, beda pula penyebab dan cara penanganannya.

 

rambut rontok

Image source: www.health.harvard.edu

Androgenic Alopecia

Androgenic alopecia lebih dikenal dengan istilah kebotakan pria, sebab dari namanya, “androgenic”, kerontokan ini ada kaitannya dengan oleh hormon pria, yakni hormon androgen. Faktanya, bukan cuma pria yang bisa mengalami kebotakan, hal ini juga bisa dialami oleh wanita, lho. Kalau biasanya kebotakan pada pria terlihat di area di bagian depan dan atas kepala, pada wanita, kebotakan ini bisa mulai terlihat dari menipisnya rambut di area partisi rambut, sehingga membuat partisi rambut makin lama terlihat makin renggang. 

Source: Harvard Health Publishing

Androgenic alopecia mulai dialami pada wanita setelah pubertas, tapi, banyak wanita baru menyadari kebotakan saat atau mendekati masa menopause. Kondisi ini juga umumnya dialami oleh wanita yang mengalami Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) sebab produksi hormon androgen-nya cenderung lebih tinggi.

Risiko mengalami kebotakan ini sangat besar dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi, kalau ada keluarga yang mengalami androgenic alopecia, kemungkinan besar kamu juga berpotensi mengalami hal yang sama. Kebotakan karena androgenic alopecia dapat berlangsung sangat lama, bahkan sampai sumur hidup, tapi dapat dikurangi dengan menjalani pengobatan secara medis yang bisa didapatkan dengan berkonsultasi dengan dokter.

rambut rontok

Traction Alopecia 

Traction alopecia adalah kerontokan rambut yang disebabkan oleh kebiasaan menarik rambut secara terlalu kuat dalam waktu yang lama, semisal pada saat mengikat rambut ala ponytail, mengepang rambut, dreadlock, dan menyanggul. Kebiasaan ini juga bisa bikin kulit kepala iritasi dan menyebabkan timbulnya jerawat di kulit kepala. Biasanya, kerontokan akibat traction alopecia ini terjadi di area-area dimana rambut ditarik dengan kuat. Rambut disekitar area tersebut dapat menipis dan patah. 

Traction alopecia rawan dialami oleh kamu yang menggunakan hijab atau yang sering melakukan hair extention. Kondisi ini juga bisa terjadi pada rambut yang sudah terlalu panjang. Namun kondisi ini bersifat sementara dan bisa dicegah, kok. Take a break from ponytail or hair bun. Jangan terlalu memaksakan rambut dikuncir setiap hari, you are not Ariana Grande. 

Namun apabila kondisinya memang mengharuskan kamu untuk menguncir atau menyanggul dalam waktu lama (misalnya pada pramugari atau profesi lainnya), pastikan untuk merenggangkan ikatan rambutnya, pastikan di hari libur kamu mengistirahatkan rambut dari ikatan dan alat-alat styling lainnya. Selain itu rutinlah melakukan treatment yang bisa menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. Kalau sudah terlanjur mengalami kerontokan, kamu bisa mencoba pengobatan dengan Minoxidil atau konsultasikan dengan dokter.

DSCF5289

Alopecia Areata

Alopecia areata, atau disebut juga dengan spot baldness adalah kondisi rambut rontok secara tiba-tiba, bahkan hingga kebotakan di area tertentu pada kepala, yang luasnya bisa beragam, dari sebesar biji jagung, sebesar uang koin atau lebih luas lagi. Penyebabnya adalah sistem imun yang menyerang folikel rambut. 

Alopecia areata ini dialami oleh orang yang mengidap autoimmune disorder. Tapi tenang, alopecia areata sifatnya hanya sementara dan bisa sembuh dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun,  tanpa perlu menjalani perawatan khusus.

Baca juga: Rawat Rambutmu Dengan Hair Tonic Terbaik Versi FD Review

rambut rontok kenapa

Telogen Effluvium

Kerontokan juga bisa terjadi apabila tubuh mengalami trauma yang cukup berat. Trauma di sini artinya bukan sebatas shock akibat peristiwa yang mengejutkan, ya. Trauma bisa dialami tubuh karena hal-hal yang berdampak signifikan pada fisik, misalnya melahirkan, operasi besar, infeksi parah, malnutrisi akibat diet yang salah, hingga stress berat. 

Biasanya kerontokan yang cukup banyak, akan terjadi sekitar enam minggu sampai tiga bulan semenjak trauma dialami. Butuh waktu agar kondisi rambut bisa kembali seperti semula. Namun, kerontokan ini bisa sembuh tanpa membutuhkan treatment apapun. Sebaiknya hindari stressor yang dapat memicu berlanjutnya kerontokan dan konsumsi makanan sehat yang kaya fatty acid (bisa ditemukan pada salmon, mackerel, tuna, almond), Vitamin B6 (bisa ditemukan di kentang, ubi, bayam dan pisang), Vitamin B12 (pada daging, ikan dan produk olahan susu), juga makanan tinggi protein seperti telur dan daging ayam.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati! Memang sih, dari penyebab kerontokan ini, diantaranya datang dari faktor yang nggak bisa kita kendalikan. Namun pastinya bisa dicegah dan diminimalisir potensinya, dengan menjaga kesehatan rambut secara rutin. Kenali rambutmu dan cari tahu cara merawat rambut yang tepat.