Apakah Kamu Over-Exfoliating? Ini Tandanya dan Cara Mengatasinya!

OVER-EXFOLIATING 4

Kulit memang harus dieksfoliasi secara rutin, untuk menyingkirkan sel kulit mati dan kotoran yang menyumbat pori-pori. Rajin eksfoliasi juga bikin kulit cerah dan tampak lively. Tapi bukan berarti eksfoliasi bisa dilakukan setiap hari atau sesering mungkin lho. Over-exfoliating bisa merusak kulitmu!

Kenapa kita harus mengeksfoliasi kulit? Untuk membuat sel-sel kulit terbarui, membuat teksturnya lebih halus, dan mengeliminasi kulit kusam. Tapi jangan pernah berpikir bahwa eksfoliasi yang lebih sering bisa bikin kulit kita lebih mulus, flawless, dan bebas kusam. Ingat, apapun yang berlebihan bakal kasih efek yang berbahaya!

OVER-EXFOLIATING 2

Eksfoliasi atau proses mengangkat sel-sel kulit mati punya dua jenis: physical (memakai facial scrub) dan chemical (menggunakan bahan aktif seperti AHA, BHA, dan PHA). Keduanya tetap tidak boleh dilakukan terlalu sering atau setiap hari, karena bisa menyebabkan kulit iritasi, merusak skin barrier, membuat kulit dehidrasi, membuat jerawat tambah parah, bahkan merusak kulit jangka panjang. Sebaiknya eksfoliasi hanya dilakukan 1-2 kali dalam seminggu, bahkan ketika kamu menggunakan produk dengan label “daily scrub”.

Baca juga: Fakta Tentang Eksfoliating Toner yang Perlu Kamu Tahu

Apa saja akibat over-exfoliating?

1. Kulit iritasi, terasa perih, gatal, atau terbakar.

2. Kulit tampak kemerahan, terlihat retak, atau mengelupas.

3. Muncul jerawat, terutama jerawat kecil-kecil.

4. Kulit jadi sensitif terhadap produk skincare atau makeup yang biasanya dipakai, dan sulit sekali cocok dengan produk baru.

Over-exfoliating juga bisa membuat kulit jadi terlihat waxy: tampak berkilau tapi bukan berkilau sehat – melainkan terasa kaku, ketarik, dan sangat kering. Ini adalah akibat dari menghilangkan sel-sel kulit terlalu sering dan mengangkat kandungan minyak alami pada kulit.

Baca juga: 3 Exfoliating Serum Lokal yang Harus Dicoba

 Apa pertolongan pertama pada kulit yang bermasalah akibat over-exfoliating?

1. Hentikan pemakaian produk facial wash atau facial foam, produk yang mengandung retinol, dan produk eksfoliator baik yang chemical maupun physical.

2. Gunakan pembersih wajah yang lembut dan ditujukan khusus untuk kulit sensitif, misalnya Bioderma Sensibio H2O atau Aveeno Positively Radiant Brightening Facial Cleanser.

BIODERMA SENSIBIO H2O

AVEENO POSITIVELY RADIANT BRIGHTENING CLEANSER

3. Pilih moisturizer yang fragrance-free, misalnya Avene Skin Recovery Cream yang akan mengatasi kulit sensitif dan memperbaiki atau Herbivore Botanicals Pink Cloud Moisture Cream yang bisa melembapkan dan menenangkan kulit wajah.

AVENE SKIN RECOVERY CREAM

HERBIVORE PINK CLOUD MOISTURE CREME

 

4. Bawa selalu face mist untuk menghidrasi kulit kapan saja. Pilih face mist yang nggak mengandung fragrance atau alkohol supaya kulit nggak makin iritasi, contohnya Avene Thermal Spring Water, atau First Aid Vitamin Hydrating Mist.

AVENE EAU THERMALE SPRING WATER

FIRST AID VITAMIN HYDRATING MIST

5. Pada area kulit yang sangat merah akibat over-exfoliating , kamu bisa membubuhkan emolien yang teksturnya sangat rich, misalnya Aquaphor Healing Ointment atau CeraVe Healing Ointment.

 

AQUAPHOR HEALING OINTMENT

CERAVE HEALING OINTMENT

Smart Tips

Selain langkah-langkah di atas, kamu juga harus bersabar, karena biasanya membutuhkan sekitar 1 bulan, atau satu siklus perubahan sel kulit, untuk membuat kulitmu kembali seperti semula. Tapi, kalau nggak membaik juga, kamu perlu berkonsultasi ke dokter kulit terpercaya segera ya!

Setelah kulitmu pulih, kamu bisa melakukan eksfoliasi kembali seminggu sekali. Pilih eksfoliator yang mild, hindari dulu yang physical (facial scrub), apalagi yang butirannya besar-besar dan kasar, karena bersifat abrasive. Kalau kamu menemukan kulitmu kembali memerah, tingling atau mengelupas, kamu bisa mengurangi ritual eksfoliasi jadi hanya 2 minggu sekali. Tenang saja, nggak perlu takut “kekurangan”, karena sebenarnya kulit mengeksfoliasi dirinya sendiri dan memakan waktu sekitar 28 hari, mulai dari awal sampai selesai. Usahakan juga untuk meringkas ritual skincare kamu menjadi lebih sederhana: cleanser yang lembut, moisturizer, dan sunscreen sudah cukup. Karena bagi kulit sensitif, less is more.

 

Nah, sekarang kamu jadi tahu kan bahaya over-exfoliating? Mulai sekarang, hanya eksfoliasi kulit secukupnya ya supaya kondisi kulit tetap sehat dan kamu nggak perlu melakukan segudang cara untuk menyembuhkannya. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati lho!