Review La Mer The Treatment Lotion

Setiap kali mau mencoba sebuah brand luxury, pasti ada yang namanya recruitment product, atau produk yang pertama kali diperkenalkan kepada kita untuk bisa masuk ke dalam rangkaian produk lainnya dari brand tersebut. Kalau misalnya SK-II punya FTE dan Sulwhasoo punya First Care Activating Serum sebagai recruitment product-nya, maka La Mer punya yang namanya La Mer The Treatment Lotion.

Nah, pas awal banget saya kenal sama brand La Mer, jujurnya sih saya salah kenal produk. Karena yang pertama kali saya kenal itu Creme de La Mer, yang harganya memang di atas standar moisturizer brand luxury yang pernah saya ketahui pada saat itu. Akhirnya, saya jiper deh setiap kali dengar nama La Mer. Karena langsung terasosiasikan dengan brand yang produknya mahal-mahal, alias mau masuk ke tokonya saja jadi takut duluan. Padahal, kalau pertama kali saya kenalnya dengan La Mer The Treatment Lotion, pastinya pandangan saya akan brand ini jadi beda banget deh. Karena, setelah dihitung-hitung harga satu botol Treatment Lotion ini tuh benar-benar nggak jauh beda lho dengan essence dari brand luxury lainnya. Nah, kalau ada yang penasaran langsung pingin coba, mungkin review saya tentang produk ini bisa membantu kalian.

La Mer The Treatment Lotion

 Ingredients

Ingredient Listing: Declustered Water (+)\Aqua\Eau De-Structuree (+) , Declustered Water (-)\Aqua\Eau De-Structuree (-) , Algae (Seaweed) Extract , Glycerin , Methyl Gluceth-20 , Bis-Peg-18 Methyl Ether Dimethyl Silane , Yeast Extract\Faex\Extrait De Levure , Sucrose , Glycereth-26 , Sesamum Indicum (Sesame) Seed Oil , Medicago Sativa (Alfalfa) Seed Powder , Helianthus Annuus (Sunflower) Seedcake , Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Seed Meal , Eucalyptus Globulus (Eucalyptus) Leaf Oil , Sodium Gluconate , Copper Gluconate , Calcium Gluconate , Magnesium Gluconate , Zinc Gluconate , Tocopheryl Succinate , Niacin , Sesamum Indicum (Sesame) Seed Powder , Citrus Aurantifolia (Lime) Peel Extract , Glycine Soja (Soybean) Seed Extract , Laminaria Digitata Extract , Palmaria Palmata Extract , Codium Tomentosum Extract , Laminaria Saccharina Extract , Sea Salt\Maris Sal\Sel Marin , Plankton Extract , Caffeine , Polyquaternium-51 , Lecithin , Butylene Glycol , Dipotassium Glycyrrhizate , Glycine Soja (Soybean) Protein , Tourmaline , Acetyl Hexapeptide-8 , Glycosaminoglycans , Peg-8 , Sodium Hyaluronate , Alcaligenes Polysaccharides , Sodium Pca , Urea , Ppg-5-Ceteth-20 , Jojoba Wax Peg-120 Esters , Polysorbate 20 , Hexylene Glycol , Pentylene Glycol , Potassium Sorbate , Trehalose , Caprylyl Glycol , Hydroxypropyl Cyclodextrin , Fragrance (Parfum) , Disodium Edta , Limonene , Geraniol , Linalool , Hydroxycitronellal , Citronellol , Phenoxyethanol.

Key ingredients dari produk ini adalah Miracle Broth™, revitalizing ferment, dan softening water. La Mer The Treatment Lotion ini juga tidak mengandung paraben, phthalates, dan juga sulfates. Miracle Broth™ sendiri memang sudah dipatenkan oleh La Mer untuk menjadi ingredients di setiap produknya. Racikan istimewa ini diciptakan oleh foundernya, Max Huber, yang merupakan kombinasi dari sea kelp, beragam vitamin dan juga mineral, citrus oil, eucalyptus, sunflower, wheat germ, dan alfalfa yang kemudian difermentasikan. Buat kalian yang belum tahu, Max Huber menemukan formulasi Miracle Broth™ ini untuk membantu menyembuhkan luka bakarnya, dan ternyata berhasil.

La Mer The Treatment Lotion

Packaging

Walau botolnya terbuat dari plastik, tapi menurut saya produk ini cukup kokoh kok. Ciri khas La Mer yang sering menggunakan warna hijau, sekaligus merepresentasikan sea kelp di dalam produknya terlihat dengan jelas dan membuat produk ini juga terasa mewah tanpa terasa berlebihan sih menurut saya. Begitu botol dikeluarkan dari box nya dan saya membuka tutupnya, ada lapisan plastik yang melindungi cairan di dalam La Mer The Treatment Lotion ini. Jadi, kita musti melubanginya terlebih dahulu supaya cairan di dalam botol bisa keluar.

Aroma

Karena memang produk ini mengandung fermented ingredients, memang ada aroma khas skincare yang melalui proses fermentasi. Tapi, sama sekali nggak menggangu sih aromanya. Begitu diaplikasikan ke kulit wajah, aromanya juga perlahan memudar kok. Memang sih ada kandungan fragrance nya kalau kalian lihat di list ingredients, tapi untungnya ada di deretan paling belakang. Jadi, kandungannya tidak terlalu banyak. Buat kalian yang sensitif sama produk dengan fragrance, ada baiknya melakukan test patch dulu ya di area rahang sebelum menggunakannya di seluruh wajah.
La Mer The Treatment Lotion

Formulasi

Kalau kalian suka pakai essence atau lotion merk Korea, tekstur La Mer The Treatment Lotion ini kurang lebih sama sih. A little bit thick, has a rich and silky texture, tapi nggak lengket sama sekali. Bahkan menurut saya produk ini cukup gampang meresap ke kulit sih, jadi cukup memudahkan kita kalau mau melakukan skincare layering pakai produk lainnya.

Klaim

La Mer The Treatment Lotion ini dipercaya bisa memberikan hidrasi optimal buat kulit kita secara instan dan bisa membantu penyerapan serta cara kerja produk yang digunakan setelahnya jadi lebih baik lagi. Produk ini juga disebut sebagai “liquid energy” karena selain memberikan hidrasi, lotion ini bisa membantu membuat testur kulit terlihat lebih baik, memperkuat skin barier, melembutkan, dan menutrisi kulit dengan lebih maksimal.

Cara Pakai

Setelah membersihkan wajah, tuangkan La Mer The Treatment Lotion pada telapak tangan atau pada kapas dan tepuk lembut pada seluruh wajah. Diamkan beberapa saat–sekitar 10-20 detik, baru deh setelahnya kalian bisa langsung mengaplikasikan serum dan moisturizer andalan.

La Mer The Treatment Lotion Ini Cocok Untuk….

Menurut saya sih produk ini cocok untuk setiap jenis kulit. Mulai dari normal, kering, sampai oily sekalipun. Walaupun punya tekstur yang sedikit rich, tapi lotion ini justru akan membantu menyeimbangkan produksi sebum pada kulit kita dan menambah hidrasi, sehingga kulit nggak dehidrasi. Setelah menyerap dengan baik, produk ini sama sekali tidak terasa greasy, jadi aman banget buat kalian yang punya kulit oily dan nggak suka sama essence/lotion yang terasa “becek” di kulit. Oh ya, karena produk ini ada kandungan yang difermentasi, ada baiknya melakukan test patch jika kamu punya masalah sama fungal acne ya.

La Mer The Treatment Lotion

Final Verdict

Menurut saya, produk ini sesuai sih dengan klaimnya. Karena pas pertama kali pakai, produk gampang menyerap, serta kulit saya langsung terasa lebih lembap dan kenyal. Saya sih merasakan sensasi sedikit perih pas pertama kali pakai. Sepertinya itu adalah reaksi kulit saya yang sepertinya dehidrasi, jadi pas dipakaikan produk ini langsung deh kulitnya bereaksi seperti itu. Di hari kedua saya pakai, ternyata reaksi tersebut tidak terjadi lagi. Yang saya suka dari produk ini adalah, saya tidak merasakan adanya purging seperti beberapa essence atau lotion lainnya yang pernah saya coba. Setelah pemakaian  beberapa minggu, teksturnya juga jadi terasa lebih lembut, dan kulit pun terlihat agak cerah, lho. Saya juga merasa produk yang setelahnya diaplikasikan itu jadi meresap lebih mudah. Mungkin karena setelah pakai produk ini, kulit saya lebih terhidrasi dan bekerja seperti spons yang lebih gampang menyerap produk.
So far sih saya happy dengan produk ini dan nggak mengalami masalah sama sekali. Bahkan waktu itu saya iseng mengompres jerawat dengan produk ini, dan ternyata jadi lebih cepat matang juga, sehingga proses penyembuhannya bisa lebih cepat, deh. Harganya juga relatif sama lho sama produk serupa dari brand luxury lainnya. Untuk ukuran 100ml, Rp1.450.000,-, 150ml dibanderol seharga Rp2.060.000,- dan botol limited edition yang biasanya hadir dalam ukuran 200ml dijual dengan harga Rp2.400.000,-. Masih okay lah dengan harga segini untuk sebuah lotion dari brand luxury.
Nah, gimana? Setelah baca review ini, kalian tertarik buat coba nggak?