Ngobrolin Perkembangan Industri Kecantikan Dalam Negeri Saat Ini

Industri Kosmetik dalam negeri lagi berkembang pesat nih, yuk simak bincang-bincang saya dengan Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia tentang ini.

Mungkin kamu termasuk yang memperhatikan perkembangan produk kecantikan lokal saat ini. Senang nggak sih melihat saat ini udah banyak brand lokal yang hadir untuk memenuhi kebutuhan kita para beauty enthusiast? Secara umum, berkembangnya industri kosmetik didorong oleh semakin tingginya concern perempuan Indonesia soal perawatan kulit. Kira-kira gimana ya perkembangannya saat ini?

Saya beruntung banget bisa dapat kesempatan berbincang dengan Pak Sancoyo Antarikso, Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (PERKOSMI) tentang kemajuan industri kecantikan dalam negeri. PERKOSMI didirikan tahun 1978 di bawah naungan Departemen Kesehatan dan punya fungsi untuk mewadahi industri kecantikan dalam negeri. Nah, apa kata Pak Sancoyo soal perkembangan bisnis kecantikan saat ini?

Saat ini ada berapa brand dan perusahaan yang tergabung sebagai anggota PERKOSMI?

Pak Sancoyo :Sampai saat ini, anggota PERKOSMI terdiri dari 400 perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik. Jumlah tersebut terdiri dari perusahaan-perusahaan lokal, UKM, serta perusahaan multinasional di Indonesia termasuk produsen, supplier dan distributor.”

5c0997c6404d3757725001

Di antara 400 anggota, ada banyak brand besar yang menjadi bagian dari kami misalnya Wardah, Mandom, Kino, Sariayu, Unilever (POND’S, CLEAR, Vaseline, dll), L’Oreal, Kimia Farma, Viva, Fanbo, Laneige, Shiseido, P&G (Pantene, Rejoice, Head & Shoulder, SK-II) dan Tempo Scan (Ultima, Marina, Estee Lauder, Revlon, dll). Pengurus PERKOSMI sendiri pun beberapa di antaranya adalah tokoh-tokoh di balik industri kecantikan. Saya sendiri berperan di Unilever sebagai Governance & Corporate Affairs Director.”

Sebagai wadah bagi perusahaan kecantikan dalam negeri, seperti apa bentuk dukungan PERKOSMI terhadap perusahaan kosmetik terutama brand yang tergolong sebagai UKM?

Pak Sancoyo : Terkait UKM, di PERKOSMI kita memiliki satu bidang khusus yang fokus pada pengembangan UKM, karena kami menyadari pentingnya pemerataan dan dukungan untuk mengembangkan industri UKM di Indonesia. 

PERKOSMI juga berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan serta BPOM untuk meningkatkan daya saing dan pemasaran UKM. Salah satu programnya misalnya mendorong penerapan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dan memberikan pelatihan CPKB. Selain itu kita juga melakukan capacity building bagi UKM untuk meningkatkan keterampilan serta pemberdayaan UKM.

Sampai tahun 2019 ini, PERKOSMI sudah menyelenggarakan pelatihan capacity building di 7 provinsi dan menjangkau lebih dari 200 UKM anggota PERKOSMI.”

Beberapa tahun belakangan tren kecantikan semakin meningkat di Indonesia. Termasuk juga brand-brand lokal yang mulai tumbuh. Menurut Pak Sancoyo dan PERKOSMI, bagaimana perkembangan brand kecantikan lokal saat ini?

Pak Sancoyo : Perawatan kulit dan kecantikan saat ini memang sudah jadi kebutuhan semua lapisan masyarakat ya, terutama bagi kaum wanita yang merupakan target utama dari industri kosmetik. Hal ini jadi pendorong berkembangnya industri kosmetik saat ini. Selain itu, seiring dengan perkembangan zaman, industri kosmetik juga mulai berinovasi pada produk kosmetik untuk pria dan anak-anak.

65856041_439011680017458_1984665425510718099_n

Untuk target pasar produk skincare sebagian besar menyasar kaum menengah (middle income). Populasi perempuan saat ini mencapai lebih dari 130 juta orang di Indonesia dan kesadaran mereka akan perawatan kulit memang semakin meningkat. Terakhir, tingginya angka pengguna media sosial di Indonesia juga memberikan dampak yang cukup efektif untuk mendorong exposure kampanye pemasaran digital di Indonesia.”

Seperti apa peranan dan dukungan dari pemerintah untuk memajukan industri kecantikan saat ini?

Pak Sancoyo :Tentu pemerintah dan PERKOSMI bermitra dengan baik dan mendukung perkembangan industri kosmetik Indonesia. Selain kerjasama dengan Kementerian Perindustrian melalui capacity building dan BPOM melalui pelatihan CPKB, kami bermitra dengan Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan akses pasar dan peningkatan kualitas produk kosmetik dalam negeri. Tujuannya tentu untuk mendorong pertumbuhan industri kosmetika lokal dan mendorong majunya ekspor brand lokal ke luar.

Selain itu, PERKOSMI juga menjadi mitra pemerintah dalam memberikan masukan atas kebijakan-kebijakan pemerintah pada industri kosmetik sekaligus juga membantu memberikan sosialisasi kepada anggota kami atas kebijakan-kebijakan pemerintah tadi.”

66632774_361170277911778_3248214511601183084_n

Dari bincang-bincang saya dengan Pak Sancoyo, ternyata baik pemerintah maupun PERKOSMI berperan penuh terhadap kemajuan bisnis industri kecantikan ya? Karena tentunya industri yang sedang berkembang ini perlu untuk terus di-support penuh oleh semua pihak, termasuk kita sebagai konsumen.

Bahkan pada Juli 2019 ini Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyampaikan kalau industri kosmetika bisa diandalkan dari sektor manufaktur dan ekonomi nasional. Karena industri kecantikan bersifat inklusif dan banyak masyarakat dan lintas sektoral yang terlibat untuk pengembangannya.

Nah semoga kedepannya pertumbuhan industri kecantikan lokal semakin menjanjikan ya terutama untuk bisa bersaing dengan brand luar di pasar global!