Perjuangan Brand Lokal Menghadirkan Jenis Produk Skincare Baru di Indonesia

Bikin produk makeup atau skincare yang belum pernah ada di Indonesia kira-kira susah nggak sih? Yuk, simak obrolan saya dengan 3 founder brand lokal yang punya produk anti-mainstream. 

Dalam menghadirkan produk makeup, brand lokal biasanya mengikuti tren tertentu yang memang sudah jelas produk-produknya dicari oleh pecinta beauty. Misalnya aja saat sedang tren produk liquid lipstick, lip tint, cushion foundation dan lip gloss. Hampir semua brand lokal merilis produk yang serupa di sepanjang tahun. Sama halnya dengan skin care di satu hingga dua tahun belakangan ini, produk yang dikeluarkan oleh brand skincare lokal nggak akan jauh dari micellar water, sheet mask, dan aloe vera gel

Nggak gampang memang merumuskan produk baru apa yang akan dirilis, apalagi menebak apakah produknya kira-kira akan disukai oleh banyak orang. Dengan membuat produk berdasarkan tren yang sedang in, brand lokal bisa lebih mudah melakukan benchmarking dan setidaknya banyak penggemar beauty yang memang akan lebih mudah membeli produk-produk yang sedang trending. Tapi sebenarnya ada banyak juga jenis produk kecantikan yang sampai saat ini belum banyak dimiliki oleh brand lokal manapun. 

Saya sempat berbincang dengan founder Studio Tropik, For Skin’s Sake dan Skin Game. Tiga brand skincare lokal ini menurut saya berani untuk menjelajahi dan menawarkan jenis produk skincare yang belum banyak dijual di Indonesia. Kira-kira gimana sih struggle-nya menghadirkan produk skincare baru yang belum ada di brand lain?

Beberapa produk di brand Studio Tropik, For Skin’s Sake dan Skin Game bisa dibilang anti-mainstream dari brand lokal kebanyakan. Boleh cerita sedikit nggak di balik pemilihan produk-produk yang saat ini ada di koleksi brand kamu?

65396770_462472581217279_7012220259400239324_n

Ingrid (Studio Tropik) : Produk Studio Tropik lahir dari kecintaan kami akan skincare dan makeup. Filosofi kami memang untuk menghadirkan inovasi produk yang bisa menjadi solusi untuk para pecinta makeup, selain itu kami juga selalu memastikan setiap produk yang diluncurkan punya unique features dan high performance. Untuk produk Priming Water, inspirasinya kami dapatkan dari teman-teman MUA profesional yang ingin menghasilkan efek kulit sehat dan lembab untuk klien mereka. 

Kalau untuk produk DreamSetter Setting Spray sendiri konsepnya diambil dari lifestyle sehari-hari dimana perempuan Indonesia banyak yang beraktivitas dari pagi hingga malam hari. Pastinya kita ingin makeup yang digunakan agar tahan seharian sampai pulang ke rumah kan? Selain itu kami lengkapi DreamSetter dengan formula yang bisa melindungi makeup sekaligus kulit dari polusi udara karena kulit kita pasti sering terekspos polusi saat berada di luar ruangan. 

Hae Na (For Skin’s Sake) : Glad you asked this question! Sebagai brand, tujuan utama kami memang untuk secara terus-menerus menghasilkan produk baru dan berkualitas. We recognize that there are still a lot of big gaps to fill in the local skincare market. Fokus kami selalu untuk menghasilkan originality supaya ada value yang bisa kami berikan kepada customer, pastinya kami juga mencatat apa yang jadi kebutuhan dan keinginan customer itu sendiri. 

Michelle (Skin Game) :  Untuk produk yang dihadirkan Skin Game sendiri sebenarnya terinspirasi dari personal experience. Dulu aku sempat pakai krim dokter dan breakout sampai iritasi di mana-mana karena ternyata nggak cocok, terus sempat juga pasangan aku mengalami jerawatan yang cukup parah. Akhirnya aku merasa tertantang untuk explore seputar skincare sampai akhirnya menemukan ingredient yang menarik yaitu Calamine. Calamine ini akhirnya yang jadi inspirasi awal pembuatan produk First Aid Skin Game.

Selama proses produksi, challenge apa aja nih yang sempat dialami? Misalnya kesulitan mendapatkan ingredients tertentu atau proses Research & Development yang memakan waktu panjang?

66504446_146376883226281_6021755131415315080_n

Ingrid (Studio Tropik) : Dalam menciptakan produk baru pasti ada challenge tersendiri karena belum adanya benchmark produk yang sudah ada sebelumnya. Kalau bahan baku kita dapatkan dari berbagai supplier, ada yang dari dalam dan luar negeri. Challenge-nya memang kita harus aktif research bahan terbaik yang bisa digunakan di produk-produk yang akan datang. Challenge selanjutnya, selain tahapan R&D sebenarnya ada tahapan penyempurnaan produk yang wajib dilalui setiap produk kosmetik di Indonesia, yaitu meregistrasikan produknya di BPOM.

Nah, yang terakhir adalah mengedukasi customer agar tiap produk bisa digunakan secara tepat supaya bisa kasih hasil yang maksimal. Contohnya produk Priming Water dan Setting Spray yang memang terlihat mirip padahal keduanya punya fungsi dan cara penggunaan yang berbeda. Kita ingin supaya customer lebih mengenali kulit dan produk-produk skincare yang dibutuhkan untuk merawat kulit.

Hae Na (For Skin’s Sake) : It doesn’t take years to do the R&D, kira-kira setengah tahun sampai satu tahun sih. But it definitely takes up all of our time and head space to ensure that we’re creating products that would deliver the above values yang tadi aku ceritakan. Sebenarnya untuk dapat komposisi produk dan packaging yang kita mau pun agak tricky dan memakan waktu lumayan lama. We’re quite picky and stubborn when it comes to the quality and presentation of our products hehe. Justru bagian paling menantang itu untuk narrowing down which products to develop. Because seriously, we have too many ideas – it’s a headache!

Michelle (Skin Game) : Bahan baku sendiri beragam sih, ada yang impor dan lokal. Sebenarnya kita kadang memang mengalami kesulitan untuk menemukan ingredients dengan grade terbaik. Tapi justru menurut aku yang paling sulit itu saat mencari packaging-nya! Sebenarnya kita ingin banget mengurangi penggunaan plastik tapi kalau pakai kaca sepertinya agak ribet ya karena mudah pecah saat pengiriman. Harapanku sih, Skin Game sendiri segera bisa punya packaging yang zero-waste. Stay tune ya!

So far, what kind of feedback does the brand receive from customers?

67121639_2387359621539364_8528559308807349098_n

Ingrid (Studio Tropik) : Secara garis besar kita merasa beauty lovers di Indonesia menerima dengan antusias produk-produk dari Studio Tropik. Terima kasih juga untuk Female Daily atas support-nya terhadap produk lokal Indonesia!

Hae Na (For Skin’s Sake) : Our products have been receiving stellar feedbacks. Also giving you a little secret, produk baru FSS yang baru launching waktu Jakarta X Beauty 2019 kemarin, Retinol Overnight Cream sepertinya akan segera jadi the next highlight on our product line

Michelle (Skin Game) : Honestly, customer’s responses is what makes me and my team keeps on going. Walaupun Skin Game masih baru merintis sebagai brand, followers pun baru 2000-an aja, tapi aku cukup merasa dekat dengan followers dan customers. Instagram kita cukup aktif apalagi kalau lagi open question atau poll untuk tau pendapat followers kita. Nggak sedikit juga yang DM kita dan kasih suggestion panjang lebar untuk Skin Game, terus foto before-after wajah mereka atau simply bilang terima kasih karena sudah bantu kulit mereka jadi lebih baik.

Banyak banget deh cerita tentang customer, termasuk ketika kemarin Jakarta X Beauty ada customer yang mampir sambil bawa teman-temannya dan nyuruh untuk beli produk Skin Game haha. Hal-hal yang begini sih yang menurut aku lebih penting dibanding sekedar generate profit itu sendiri. Ada value yang berharga yang bisa kita punya yaitu mendapatkan kepercayaan dan loyalitas customer. It’s priceless.

Oh iya, masing-masing founder juga kasih bisikan produk mereka yang paling best-seller dan menurut mereka wajib dicoba. Produk best-selling Studio tropik adalah Flawless Priming Water (also my favorite!). Untuk produk For Skin’s Sake, Vitamin C Serum dan Retinol Serum hampir selalu saingan ketat. Sementara untuk Skin Game, produk yang paling jadi favorit customer adalah Pore Rescue dan First Aid.

Gimana? Ternyata seru ya, proses dibalik lahirnya produk skincare dari 3 brand lokal ini. Walaupun produk yang mereka rilis bukan produk yang sedang trending di pasaran skincare lokal, tapi feedback yang didapat dari customer tetap luar biasa positif. Justru bisa jadi merekalah yang jadi trendsetter dan brand lain ikut memproduksi item yang serupa.

Jangan lupa share produk lokal favorit kamu di Instagram pakai hashtag #FDLocalPower untuk mendukung perkembangan produk lokal ya!