Review Bvlgari Omnia Limited Edition | Friday Fragrance

Kalau bahas soal parfum, Bvlgari jadi salah satu brand on top of mind saya. Selain memang wanginya enak-enak, Bvlgari juga punya karakter aroma yang khas di setiap botol parfumnya. Nah, salah satu rangkaian yang ikonis dari brand ini adalah Omnia. Bvlgari Omnia ini memang terinspirasi dari keindahan berbagai batu permata di dunia. Maka dari itu, setiap botolnya diberi warna dan nama sesuai dengan inspirasi batu permatanya, yang juga seringkali digunakan sebagai perhiasan di lini jewelry milik brand mewah asal Italia ini. Bentuk botolnya juga unik dan nggak ribet, karena desainnya yang menyerupai angka 8 ini tinggal disemprotkan saja ke badan kalau mau kita pakai. Nggak terdapat tutup botol, sehingga nggak perlu khawatir tutupnya hilang.

Baca juga: Bvlgari Rose Goldea Jacky Tsai

Bvlgari Omnia Limited Edition

Okay, sebenarnya 4 wewangian yang akan saya bahas kali ini diluncurkan sudah cukup lama. Omnia Amethyste di tahun 2006, Omnia Crystalline di tahun 2005, Omnia Coral pada tahun 2012, serta Omnia Pink Sapphire yang dibuat di tahun 2018. Keempat parfum Omnia ini juga dikreasikan oleh in house perfumer mereka, yaitu Alberto Morillas. Tapi, yang spesial di tahun ini adalah packaging limited edition nya yang memang jadi incaran pecinta Bvlgari Omnia sekaligus kolektor parfum. Terinspirasi dari kecintaan orang-orang Itali sama hal-hal yang lembut serta gelaterie dan pasticcerie mereka yang lezat, maka Bvlgari akhirnya membalut 4 wewangian yang botolnya tampak seperti permen ini dengan box cantik ala bingkisan dessert. Dengan campaign #ChooseYourTreat, Bvlgari juga pingin mengajak kalian buat memilih aroma Omnia yang paling pas dengan kepribadian masing-masing. Nah, coba kita bahas satu-satu wanginya ya. Siapa tahu ada dari kalian yang belum pernah kenal sama wewangian Omnia ini dan jadi tertarik buat coba salah satunya.

Baca juga: Bvlgari Omnia Indian Garnet

Bvlgari Omnia Limited Edition

Bvlgari Omnia Crystalline

Walaupun dikategorikan sebagai wewangian woody, tapi menurut saya Omnia Crystalline ini tuh lebih mengarah ke aroma soft floral yang cukup feminin, sekaligus ada hint oceanic nya yang bikin aroma jadi tercium fresh di saat yang bersamaan. Begitu pertama kali disemprotkan, akan tercium aroma top notes dari buah Nashi atau yang disebut juga sebagai Asian pear dengan aroma seperti buah pear dicampur dengan apel. Alberto Morillas juga menambahkan aroma bambu pada lapisan pertama dari parfum ini. Kemudian, lama kelamaan aroma floralnya akan tercium semakin jelas, dengan kombinasi bunga lotus, cassia dan daun teh pada middle notes nya. Untuk base note-nya, parfum ini punya kombinasi aroma guaiac wood, oakmoss dan musk yang bikin wanginya lama kelamaan jadi lebih deep dari pas pertama kali disemprotkan. Kalau pakai parfum ini tuh kebayangnya bakalan cocok sama summer dress berwarna cream dengan bahan linen.

Baca juga: Panduan Mengenal Parfum Buat Pemula

4

 

Bvlgari Omnia Amethyste

Walaupun saya nggak begitu suka wangi parfum yang banyak campuran floralnya, tapi anehnya Omnia Amethyste ini malah jadi favorit saya. Kalau baca di berbagai situs yang bahas soal parfum, Omnia Amethyste ini dikategorikan sebagai wewangian floral. Tapi, kalau buat hidung saya malah aroma floral tersebut nggak begitu ketara, lho. Malah lebih kental aroma powdery nya dibanding floral. Walaupun pink grapefruit dan green notes jadi aroma yang membuka wewangian ini, tapi sama sekali nggak tercium citrusy pas pertama kali disemprotkan. Malah cenderung lembut banget. Di bagian middle notes, ada kombinasi Bulgarian rose dan iris (yang saya duga sebagai sumber dari kelembutan parfum ini), lalu ditutup dengan solar wood dan heliotrope sebagai base notes-nya. Buat saya, pas pakai parfum ini tuh wanginya nggak overpower sama sekali, rasanya effortless banget dan seolah-olah emang wangi natural tubuh kita aja yang rasanya udah wangi. Jadi, kalau kalian suka sama aroma parfum yang subtle tapi bikin orang seneng dekat-dekat buat cium wangi kamu, kayaknya ini pilihan paling pas, sih.

3

Bvlgari Omnia Coral

Parfum yang punya aroma floral fruity ini bakalan segar banget kalau dipakai di pagi hari. Soalnya, pas pertama kali disemprotin, kamu bakal langsung bisa mencium aroma uplifting dari goji berry dan bergamot di dalamnya. Ada juga kombinasi water lily, hibiscus, pomegranate, musk dan Virginia cedar yang bikin aroma parfum ini jadi lebih kerasa sexy kalau lama-lama kita pakai. Kalau kamu suka sama aroma parfum yang agak manis, Omnia Coral ini punya wangi manis yang cukup pas menurut saya. Nggak bikin pusing kalau dipakai di siang hari. Kalau diminta menggambarkan aroma parfum ini… it’s very tropical!

Bvlgari Omnia Limited Edition

Bvlgari Omnia Pink Sapphire

Sebenarnya parfum ini sudah pernah dikupas tuntas sama Netta, tapi untuk merangkumnya saya bakal kasih ulasan lagi di sini ya. Nah, kalau menurut Netta parfum yang satu ini tuh pas banget buat Gen-Z. Kombinasi aroma frangipani, pink pomelo dan vanilla musk nya itu benar-benar kecium segar dan ringan. Atau kata lainnya, nggak tercium seperti parfum ibu-ibu, deh. Rasanya kalau cium parfum ini tuh bawaannya pengen joget-joget kecil saking memberikan vibe ceria. Kalau kamu suka sama aroma citrusy di awal pemakaian parfum, Omnia Pink Saphire ini pas banget buat kamu koleksi, karena terdapat pink grapefruit, pomelo dan pink pepper pada bagian top notes nya. Lalu, bakal dilanjukan dengan kombinasi rose, peach, tiare flower dan frangipani di bagian middle notes. Buat bikin aroma ini jadi lebih tahan lama, Alberto Morillas menggabungkan sandalwood, woody notes, orris root, vanilla, violet dan musk pada bagian base notes nya.

Nah, kalau kamu tertarik buat beli salah satu parfum Bvlgari Omnia Limited Edition ini, bisa langsung cek ke berbagai counnter parfum di Metro, SOGO atau bahkan C&F. Untuk harganya, Bvlgari membanderol Rp1.350.000,- untuk 1 botol berukuran 65 ml. Gimana, tertarik punya?