3 Cara Memakai Foundation

Bingung memilih cara memakai foundation? Simak dulu kelebihan dan kekurangan mengaplikasikan foundation dengan menggunakan jari, buffing brush, dan egg sponge!

Ada banyak cara untuk mengaplikasikan foundation. Tapi tiga yang paling umum adalah dengan menggunakan sponge, brush, dan jari tangan. Sponge dan brush untuk mengaplikasikan foundation pun juga banyak lho jenisnya, tapi yang paling sering digunakan oleh kebanyakan beauty enthusiast adalah egg sponge (beauty blender) dan buffing brush.

Annetta pernah menulis bahwa dia lebih suka menggunakan jari tangan saja untuk mengaplikasikan foundation. Sementara di post yang sama pada kolom komen, Gyanda mengatakan bahwa dia lebih menyukai menggunakan buffing brush untuk membaurkan foundation. Sedangkan saya sendiri sudah jatuh cinta pada beauty blender dari sejak pertama sponge berbentuk telur itu muncul di berbagai online shop di Indonesia.

Selain pertimbangan-pertimbangan seperti jenis kulit dan jenis foundation yang digunakan, ada faktor selera dan kebiasaan juga di sini. Misalnya saya suka dengan hasil makeup yang terlihat tipis dan natural, dan penggunaan beauty blender membuat foundation yang saya pakai hasilnya tipis tapi merata.

Untuk FD-ers yang belum menemukan tools favorit untuk blending foundation, saya akan menjabarkan kelebihan dan kekurangan dari jari tangan, buffing brush, dan egg sponge sebagai alat untuk aplikasi foundation.

Jari Tangan

Waktu awal-awal memakai makeup, saya menggunakan jari tangan untuk mengaplikasikan foundation ke wajah. Alasannya karena waktu itu saya belum punya tools yang lain, dan jari tangan adalah alat untuk membaur foundation yang paling gampang ditemui. Sifatnya yang selalu ada dan nggak perlu dibeli ini merupakan salah satu kelebihan dari jari tangan. Selain itu, jari tangan lebih mudah dibersihkan daripada kuas atau sponge. Dan untuk yang sedang memiliki banyak imperfection pada kulit wajahnya, penggunaan jari tangan akan membuat foundation yang dipakai memiliki daya cover yang lebih menutup.

Kelebihan lainnya adalah gesekan antara kulit muka dengan kulit jari tangan akan menghasilkan panas yang membuat foundation menjadi lebih melting dan lebih mudah membaur dengan kulit kita. Tapi soal gesekan ini juga menjadi kekurangannya. Gesekan antar kulit ini akan merangsang keluarnya minyak di kulit wajah lebih cepat. Jadi untuk yang punya oily skin, sebaiknya menghindari cara ini.

Satu lagi yang saya nggak suka dari cara ini adalah, tangan saya jadi kotor terkena foundation. Kalau setelah mengerjakan foundation saya menyentuh produk atau alat makeup lain, tak jarang sisa foundation di jari saya akan membekas di benda-benda tersebut. Super berantakan.

Buffing Brush

3-Rekomendasi-foundation-Brush-dari-Drugstore

Membaurkan foundation dengan buffing brush sepertinya adalah cara yang paling banyak dilakukan, terutama oleh MUA. Saya juga terkadang masih memakai cara ini kalau egg sponge yang saya punya kotor semua dan belum sempat saya cuci. Sama dengan penggunaan jari tangan, membaur dengan menggunakan buffing brush, cenderung menghasilkan finish foundation yang tebal/ full coverage. Jadi cara ini bisa dipakai untuk memaksimalkan coverage foundation.

Penggunaan buffing brush juga menurut saya lebih rapi dibandingkan jari tangan. Jari-jari tangan tetap bersih dan nggak perlu takut meninggalkan jejak sidik jari dengan foundation di mana-mana :D.

Tapi kekurangannya, pada foundation yang teksturnya encer, penggunaan brush ini seringkali meninggalkan garis-garis halus atau streaky pada permukaan kulit. Saya biasanya mengatasinya dengan meratakan lagi dengan jari tangan atau sponge, tapi jadi kerja dua kali kan ya? Lalu kekurangannya yang lain, buffing brush yang bulunya padat ini membutuhkan waktu lama untuk kering setelah dicuci. Jadi untuk yang setiap harinya memakai foundation, mau nggak mau harus punya lebih dari satu buffing brush, karena aplikator foundation harus selalu dicuci setiap satu kali pemakaian.

Baca juga: 3 Rekomendasi Foundation Brush Dari Drugstore

Egg Sponge

IMG_0030

Egg sponge adalah aplikator foundation favorit saya. Merek yang biasa saya pakai adalah Beauty Blender dan Real Techniques Miracle Complexion Sponge. Saya suka menggunakan egg sponge karena menghasilkan foundation yang tipis, rata, dan rapi tanpa garis-garis halus seperti yang biasanya muncul bila saya mengaplikasikan foundation dengan brush. Hasilnya di kulit saya terlihat flawless, tapi sangat natural seperti second skin. Selain itu, menurut saya mengerjakan foundation dengan menggunakan egg sponge ini lebih menghemat waktu daripada menggunakan jari dan kuas. Egg sponge juga lebih mudah dicuci dan dikeringkan daripada buffing brush.

Tapi nggak seperti brush yang bisa dipakai selamanya (asalkan nggak rusak), egg sponge ini dianjurkan untuk diganti 3 bulan sekali. Saya agak bandel sih, kadang saya baru mengganti egg sponge setelah 6 bulan. Jangan ditiru ya :D. Dan mengingat harga satu egg sponge setara dengan satu buah drugstore foundation brush yang masa pakainya jauh lebih panjang, bisa dibilang kalau pemakaian egg sponge ini lebih boros.

Kekurangan yang lain adalah egg sponge ini cukup banyak menyerap produk. Tapi untuk kekurangan yang satu ini, saya nggak begitu mempermasalahkan sih. Saya bukan MUA dan nggak setiap hari pakai foundation. Bahkan satu botol foundation yang saya punya saja belum tentu bisa habis dalam waktu dua tahun, sesuai PAO foundation pada umumnya. Jadi kalau ada sedikit produk yang terserap ke egg sponge saat saya menggunakannya, nggak masalah lah ya :D.

Baca juga: Makeup Sponges, Perlukah Yang Mahal?

Nah, sudah ada gambaran kan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing aplikator foundation? Lalu, mana yang kamu pilih?