Friday Fragrance: Bulgari Rose Goldea Jacky Tsai Edition

Salah satu parfum ikonik Bulgari dibuat ulang dengan menggandeng seorang seniman Cina yang menetap di London, Jacky Tsai.

Sebenarnya, Bulgari Rose Goldea ini diciptakan satu tahun setelah parfum terdahulunya mengalami kesuksesan besar, yaitu Bulgari Goldea di tahun 2015. Kalau Bulgari Goldea dibuat sebagai penghormatan untuk emas dan feminimitas yang terinspirasi dari Goldea atau Dewi Emas, maka Rose Goldea ini dikreasikan dengan aroma yang lebih feminin, seduktif, tapi masih tercium lembut pas disemprotkan.

cms_intro_visual_image_4901_v_1

Bulgari Rose Goldea yang pertama kali muncul

 

 

Nah, karena Bulgari Rose Goldea ini mengalami kesuksesan luar biasa, sampai menjadi salah satu best selling fragrance dari Bulgari, maka brand asal Italia ini akhirnya mengeluarkan botol limited edition di tahun 2018, sekaligus menandakan hari jadi dari Rose Goldea itu sendiri. Berkolaborasi dengan Jacky Tsai, Bulgari menambahkan sentuhan pop art yang jadi ciri khasnya pada botol dan packaging dari parfum ini. Seperti yang kalian bisa lihat, kalau di botol Bulgari Rose Goldea biasa, flacon (botol kaca)-nya terlihat polos.

cms_vis_txt_img_desktop_7459

Bulgari Rose Goldea Jacky Tsai Edition, 2018

 

 

DSC02406

Berbeda dengan Jacky Tsai Edition yang memang memiliki gambar bunga dengan sentuhan super feminine, serta ilustrasi muka perempuan yang bisa terlihat dari bagian depan dan belakang flacon. Kolaborasi ini juga menggambarkan sebuah taman yang unik dan sensual, di mana terdapat banyak mawar tumbuh secara natural, ular dan seorang perempuan misterius berinteakasi di dalamnya.

Alberto

Alberto Morillas

 

Perfumer yang mengombinasikan aroma untuk parfum ini bernama Alberto Morillas. Beberapa tahun lalu, saya juga sempat bertemu dengan beliau di sebuah perhelatan Bulgari di Jaipur, India. Kalau ditanya soal urusan mencampur aroma, pria yang satu ini sih nggak perlu lagi diragukan kemampuannya. Ia pernah meracik berbagai macam parfum, mulai dari Cartier, Calvin Klein, Dolce&Gabbana, Giorgio Armani, dan masih banyak lainnya, sampai akhirnya dia menjadi in-house perfumer untuk Bulgari. Okay, back to the scent. Alberto tidak merubah formula. Jadi, dia masih memakai kombinasi aroma yang sama saat dia menciptakan Bulgari Rose Goldea pertama kali. Ia menggabungkan wangi Damascus rose, pomegranate, jasmine grandiflorum, musk, sandalwood, olibanum, dan vanilla.

DSC02408

Untuk soal wangi, menurut saya parfum ini pas banget buat dipakai di siang hari. Ringan, segar (apalagi pas pertama kali disemprot ke badan, aroma pomegranate nya akan cukup tercium), dan cukup tahan lama. Walaupun dia bertajuk Rose, tapi aroma mawar di dalam parfum ini juga nggak terlalu overpowering. Jadi bukan tipe parfum yang bakalan bikin kita pusing karena aroma floral yang terlalu menyengat. Untuk urusan harga, Bulgari Rose Goldea Jacky Tsai Edition ini dibanderol dengan harga Rp2.225.000,- untuk ukuran 90ml dan sudah bisa dibeli di department store seperti SOGO, Metro, Central, Seibu, atau di gerai C&F Perfumery.

Gimana? Tertarik untuk nyoba, nggak? Atau bahkan kamu adalah salah satu penggemar berat dari Bulgari Rose Goldea ini?