beauty
in 6 hours
4 Penyebab Kulit Kepala Bau yang Perlu Kamu Ketahui, Bukan Cuma karena Jarang Keramas!
Penyebab kulit kepala bau ternyata bukan hanya karena jarang keramas. Produksi minyak berlebih, penumpukan keringat, hingga ketidakseimbangan mikroorganisme juga bisa menjadi pemicunya.
Pernah merasa rambut sudah bersih setelah keramas, tetapi beberapa jam kemudian kulit kepala justru mengeluarkan aroma kurang sedap? Kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa dialami siapa saja. Bahkan, orang yang rutin keramas pun bisa mengalaminya. Hal ini karena bau pada kulit kepala tidak selalu berkaitan dengan kebersihan rambut, tetapi juga kondisi kulit kepala dan kebiasaan sehari-hari. Lantas, apa saja penyebabnya?
Produksi minyak berlebih pada kulit kepala

Sama seperti kulit wajah, kulit kepala juga memiliki kelenjar sebaceous yang memproduksi sebum atau minyak alami. Fungsinya adalah menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut. Namun, ketika produksinya berlebihan, minyak dapat menumpuk di sekitar akar rambut dan membuat kulit kepala terasa lepek.
Sebum yang bercampur dengan keringat, sel kulit mati, serta mikroorganisme alami di kulit kepala bisa menghasilkan aroma yang kurang sedap. Kondisi ini juga bisa semakin terasa jika kamu memiliki tipe kulit kepala berminyak atau tinggal di lingkungan dengan cuaca panas dan lembap.
Penumpukan keringat dan kelembapan
Sering olahraga, beraktivitas di luar ruangan, atau menggunakan topi dalam waktu lama bisa membuat kulit kepala lebih mudah berkeringat. Sebenarnya, keringat tidak selalu memiliki bau menyengat. Namun, ketika bercampur dengan sebum dan bakteri yang ada di permukaan kulit, aroma tidak sedap bisa muncul.
Selain itu, kebiasaan mengikat rambut saat masih basah atau tidak mengeringkan kulit kepala setelah keramas juga dapat membuat area tersebut terlalu lembap. Kondisi ini berpotensi mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang dapat memperburuk masalah bau.
Pertumbuhan jamur dan masalah kulit kepala
Kulit kepala secara alami memiliki mikroorganisme, termasuk jamur Malassezia. Dalam kondisi tertentu, pertumbuhannya bisa berlebihan dan berkaitan dengan munculnya ketombe maupun dermatitis seboroik.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit kepala gatal, kemerahan, serta sisik putih atau kekuningan yang cenderung berminyak. Penumpukan minyak dan sisik tersebut dapat berkontribusi terhadap aroma tidak sedap. Jika disertai gejala tersebut, penggunaan sampo antiketombe dengan bahan aktif yang sesuai bisa membantu. Namun, keluhan yang menetap sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit.
Baca juga: Kaki Sakit Saat Pakai Flat Shoes? Bisa Jadi Plantar Fasciitis
Penumpukan produk styling rambut

Penggunaan dry shampoo, hair oil, conditioner, hairspray, hingga hair wax juga bisa menjadi salah satu pemicu kulit kepala bau. Produk yang diaplikasikan terlalu dekat dengan akar rambut atau tidak dibersihkan secara optimal dapat meninggalkan residu.
Lama-kelamaan, residu tersebut bercampur dengan minyak, keringat, dan kotoran sehingga membuat kulit kepala terasa tidak nyaman dan mengeluarkan aroma kurang sedap. Untuk mengatasinya, gunakan produk rambut sesuai kebutuhan, hindari penumpukan produk di kulit kepala, dan pastikan rambut dibersihkan secara menyeluruh saat keramas.
Pada akhirnya, penyebab kulit kepala bau tidak selalu berarti kamu kurang menjaga kebersihan rambut. Kenali penyebabnya terlebih dahulu agar bisa memilih perawatan yang tepat. Jika bau terus muncul meski sudah rutin membersihkan rambut, terutama jika disertai gatal, kemerahan, atau luka, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kulit.
Image: Dok. iStock



