Nggak selalu nyaman, ternyata pakai flat shoes juga bisa bikin tumit nyeri? Bisa jadi itu plantar fasciitis.
Aku termasuk perempuan yang hampir setiap hari pakai flat shoes. Alasannya sederhana, outfit langsung kelihatan lebih rapi dan chic, gampang di-mix & match dengan apa saja, dan cukup formal untuk dipakai ke kantor, apalagi buat yang bekerja di lingkungan korporat. Kalau high heels, jelas banget kaki bakal sakit setelah dipakai lama. Jadi aku merasa flat shoes adalah pilihan yang aman.
Sampai akhirnya, sekitar dua tahun lalu, aku sadar kalau anggapan itu keliru. Saat itu ada event yang mengharuskan aku berdiri cukup lama, dan aku sedang memakai flat shoes favoritku. Tiba-tiba tumitku terasa nyeri seperti ditusuk, dan rasa sakitnya nggak hilang-hilang. Awalnya kukira cuma pegal biasa. Tapi setelah diperiksakan ke dokter, ternyata diagnosisnya plantar fasciitis.
Kalau kamu juga pernah merasakan tumit nyeri setelah pakai flat shoes, mungkin ini yang sedang kamu alami. Yuk, kenali lebih dekat.
Baca juga: Cari Tas Kerja yang Ringan dan Muat Banyak? Legato Largo Hadir di Indonesia!
Apa itu plantar fasciitis?

Plantar fasciitis adalah peradangan atau iritasi pada fasia plantaris, yaitu jaringan tebal menyerupai pita yang membentang dari tulang tumit sampai ke pangkal jari-jari kaki. Jaringan ini berfungsi menopang lengkungan telapak kaki (arch) dan meredam benturan setiap kali kamu melangkah.
Ketika fasia terus-menerus mendapat tekanan berlebih, serat-seratnya bisa mengalami robekan kecil dan akhirnya meradang. Hasilnya adalah nyeri di bagian tumit atau telapak kaki bagian bawah. Gejalanya bermacam-macam, tapi yang paling sering terjadi adalah nyeri seperti ditusuk di tumit atau bagian bawah telapak kaki dan bisa bertambah setelah berdiri atau berjalan dalam waktu lama. Rasa nyeri biasanya berkurang saat kaki sudah istirahat sebentar, lalu muncul lagi setelah aktivitas panjang.
Case yang paling parah terjadi padaku, sampai tiga hari rasa nyeri itu nggak berkurang meski sudah dikomres dengan ice pack. Jadinya berujung perlu istirahat total dan minum pereda nyeri. Yes, it can be THAT bad.
Mengapa pakai flat shoes bisa menyebabkan plantar fasciitis?

Banyak orang mengira masalah kaki hanya datang dari high heels. Padahal flat shoes juga punya risikonya sendiri, terutama jenis yang tipis dan datar sepenuhnya, seperti ballet flats. Banyak flat shoes dibuat dengan sol yang rata tanpa dukungan untuk arch kaki. Akibatnya, fasia plantaris harus bekerja lebih keras menahan beban tubuh di setiap langkah, dan lama-lama meradang.
Nah, sol yang tipis juga membuat tumit menerima benturan langsung saat berjalan atau berdiri. Tanpa bantalan (cushioning) yang cukup, tekanan pada tumit dan fasia jadi lebih besar. Selain itu, flat shoes yang bisa dilipat atau ditekuk dengan mudah juga nggak memberi kestabilan pada kaki. Kaki jadi bekerja ekstra untuk menjaga posisi, dan ini bisa membebani jaringan di telapak kaki.
Yang bisa memengaruhi lagi adalah durasi berdiri atau berjalan seharian dengan sepatu yang kurang suportif itu. Seperti yang terjadi padaku saat event waktu itu, mempercepat munculnya nyeri.
Baca juga: Surprise! Mykonos Resmi Gandeng NCT Haechan untuk Parfum Terbaru ‘Soft Hour’
Sebenarnya nggak semua orang akan mengalami kondisi ini saat pakai flat shoes karena ada beberapa faktor lainnya yang juga membuat beberapa orang lebih rentan. Misalnya otot betis atau achiles yang tegang, bentuk arch kaki yang datar atau telalu melengkung, hypermobility, dan usia.
Tapi agar kamu bisa beraktivitas dengan nyaman selama pakai flat shoes, pastikan solnya masih memberi support dan nggak terlalu tipis, ada cushioning, tapi tetap stabil, dan yang terpenting nggak berdiri dengan sepatu itu dalam durasi yang lama. Duduk dan stretching sejenak kalau sudah mulai muncul tanda-tanda nyeri.
Lastly, jangan ragu untuk periksakan ke dokter apa bila nyeri di tumit berkepanjangan dan intensitasnya sering. Jangan sepelekan plantar fasciitis, ya.
Images: iStock



