banner-detik

beautiful people

Kylie Jenner dan Fantasy Bra Victoria’s Secret: Strategi Marketing atau Pergeseran Tradisi?

seo-img-article

Fantasy Bra Kylie Jenner menjadi perbincangan! Bukan cuma karena harganya yang fantastis, tetapi juga karena satu pertanyaan: apakah simbol paling prestisius Victoria’s Secret kini lebih mengutamakan celebrity power daripada perjalanan seorang model?

Victoria’s Secret Fashion Show selalu punya momen ikonis yang membuat penonton menantikan setiap tahunnya. Salah satunya adalah Fantasy Bra, lingerie mewah bertabur permata yang selama bertahun-tahun identik dengan para model paling terkenal di dunia. Namun, pada fashion show 2026, tradisi ini kembali dengan kejutan: Kylie Jenner terpilih untuk mengenakannya, meskipun ia belum pernah berjalan di runway Victoria’s Secret sebelumnya. Keputusan ini pun memicu perdebatan tentang makna Fantasy Bra dan siapa yang seharusnya mendapat kehormatan tersebut.

Fantasy Bra Bukan Sekadar Lingerie Mewah

fantasy bra kylie jenner

dok. getty images/ Thomas Concordia

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1996 dan dikenakan Claudia Schiffer, Fantasy Bra telah menjadi salah satu simbol paling ikonis dalam sejarah Victoria’s Secret. Bukan sekadar pakaian dalam bertabur batu permata, setiap desainnya dibuat sebagai pernyataan kemewahan dan menjadi bagian penting dari narasi fashion show.

Sejumlah model yang pernah mengenakannya adalah Gisele Bündchen, Adriana Lima, Alessandra Ambrosio, dan Candice Swanepoel. Nama-nama ini memiliki perjalanan panjang bersama Victoria’s Secret, sehingga Fantasy Bra kerap dipandang sebagai bentuk pengakuan atas status mereka sebagai model ikonis brand tersebut. 

Setelah terakhir muncul pada 2018, Fantasy Bra akhirnya kembali pada 2026 dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$50 juta. Dirancang bersama Jacob & Co., koleksi ini dihiasi 4.410 berlian, termasuk berlian kuning 75,54 karat sebagai pusat desainnya. 

Baca juga: First Time ke Osaka? Ini 3 Destinasi yang Wajib Masuk Itinerary!

Kenapa Victoria’s Secret Memilih Kylie Jenner?

dok. getty images/ Kevin Mazur

Menurut Adam Selman, Chief Creative Officer Victoria’s Secret, Kylie merupakan cultural powerhouse yang pengaruhnya melampaui fashion, televisi, dan hiburan. Ia juga memiliki kemampuan membangun identitas serta kultur tersendiri. Membuat sosok yang dianggap cocok untuk membawa Fantasy Bra kembali ke panggung. 

Dari perspektif pemasaran, keputusan ini cukup masuk akal. Kylie memiliki basis penggemar global, pengaruh besar di media sosial, serta identitas kuat sebagai figur pop culture dan pengusaha kecantikan. Kehadirannya membuat kembalinya Fantasy Bra menjadi perbincangan yang menjangkau audiens lebih luas daripada penggemar fashion show saja.

Baca juga: Cara Menghindari Makeup Oksidasi di Siang Hari Biar Foundation Kamu Nggak Makin Gelap!

Apakah Fantasy Bra Kini Lebih tentang Popularitas?

dok. getty images/ Matt Winkelmeyer

Di sinilah perdebatan mulai menarik. Sebagian orang melihat pemilihan Kylie sebagai langkah strategis yang relevan dengan industri fashion saat ini. Namun, ada pula yang mempertanyakan apakah keputusan tersebut menggeser makna Fantasy Bra sebagai simbol prestise bagi model yang telah lama menjadi bagian dari Victoria’s Secret.

Meski begitu, penting membedakan tradisi dari aturan resmi. Tidak ada ketentuan bahwa Fantasy Bra hanya boleh dikenakan seorang Angel atau model veteran. Pemilihan Kylie justru memperlihatkan bagaimana brand menafsirkan kembali simbol ikonisnya untuk generasi dan audiens baru.

Pada akhirnya, keputusan ini mungkin bukan tentang siapa yang paling pantas secara mutlak, melainkan apa yang ingin disampaikan Victoria’s Secret melalui fashion show-nya. Pertanyaannya, apakah kamu melihat Fantasy Bra Kylie Jenner ini sebagai evolusi yang menarik atau justru kehilangan makna tradisi?

Image: Dok. Getty

Slow Down

Please wait a moment to post another comment