ic-fd

Perut Buncit & Wajah Puffy? Potassium Bisa Jadi Solusi

lifestyle
author

annedean・6 hours ago

detail-thumb

Sering mengalami perut buncit dan wajah puffy terutama di pagi hari? Bisa jadi kamu kekurangan potassium. Ini yang perlu dilakukan.

Perut terlihat buncit dan terasa begah saat bangun tidur atau double chin lebih jelas dari biasanya dan wajah puffy? Kalau kamu pernah mengalaminya, tenang, kamu nggak sendirian. Perut buncit dan wajah puffy di pagi hari adalah keluhan yang sangat umum, dan biasanya mereda dalam beberapa jam setelah beraktivitas. Tapi bagi sebagian orang, kondisinya nggak hilang begitu saja. Perut tetap terasa begah dan wajah tetap sembab sepanjang hari, bahkan berhari-hari.

Kalau ini yang kamu alami, mungkin yang pertama kali terpikirkan adalah kurang serat atau kelebihan lemak. Padahal ada kemungkinan penyebabnya bukan hanya dua hal itu, melainkan ada mineral penting yang selama ini luput dari perhatian. Yup, potassium.

Baca juga: Apa Itu Cortisol Face yang Lagi Viral? Benarkah Stres Bikin Wajah Puffy?

Kenapa perut buncit dan wajah puffy sering muncul bersamaan?

perut buncit & wajah puffy

Keduanya sering datang satu paket karena punya akar yang mirip, yaitu cairan yang tertahan di tubuh dan gangguan pencernaan ringan. Wajah puffy di pagi hari terjadi karena saat berbaring semalaman, cairan tubuh cenderung menumpuk di area wajah, terutama sekitar mata. Pola makan tinggi garam di malam hari, kurang minum, kurang tidur, atau konsumsi alkohol juga bisa memperparah kondisi ini.

Nah, perut buncit atau bloating bisa berasal dari gas di saluran cerna, makan terlalu cepat, makanan tertentu, hingga retensi air. Perlu dibedakan juga perut yang terasa kembung dan kencang berbeda dengan penumpukan lemak perut. Bloating bisa datang dan pergi dalam waktu yang singkat seperti hitungan hari, sedangkan lemak perut bersifat menetap.

Saat perut terasa begah, saran yang paling sering terdengar adalah makan lebih banyak serat. Serat memang penting untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Namun, menambah serat saja nggak selalu menyelesaikan masalah. Pada sebagian orang, lonjakan serat yang terlalu mendadak justru membuat perut makin kembung. Yang sebenarnya perlu diperhatikan tapi masih jarang dibahas adalah keseimbangan natrium (sodium) dan potassium dalam tubuh.

Apa itu potassium?

Potassium (kalium) adalah mineral dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Fungsinya termasuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel, mendukung kerja otot, termasuk otot saluran cerna, membantu transmisi sinyal saraf, dan membantu mengatur tekanan darah. Nah, tubuh kita nggak bisa memproduksi potassium sendiri, sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan.

Ini cara potassium mengatasi bloating

Potassium nggak bekerja seperti “obat pelangsing perut”. Perannya lebih tepat disebut membantu tubuh mengembalikan keseimbangan. Ada beberapa mekanismenya dengan engimbangi efek natrium yang menahan air. Natrium membuat tubuh menahan cairan. Pola makan dengan mi instan, gorengan, makanan kemasan, saus, dan camilan asin, biasanya tinggi natrium, tapi rendah potassium. Nah, potassium membantu ginjal membuang kelebihan natrium lewat urine. Ketika natrium turun, cairan yang tertahan ikut berkurang, sehingga wajah dan perut terasa lebih ringan.

Natrium dan potassium bekerja sebagai pasangan. Natrium dominan di luar sel, sedangkan potassium dominan di dalam sel. Bila rasionya timpang, cairan bisa menumpuk di jaringan sehingga tampak sebagai pembengkakan, termasuk di wajah.

Selain terlihat dari bloating, salah satu tanda lain kita kekurangan potassium adalah seringnya muncul craving untuk makanan asin. Padahal semakin sering mengonsumsi makanan dengan kadar natrium (sodium) tinggi, water retention semakin mudah terjadi.

Fenomena “Potassium-Maxxing” di Media Sosial

Setahun terakhir, istilah “potassium-maxxing” ramai di media sosial. Intinya adalah memaksimalkan asupan potassium, biasanya lewat pisang, alpukat, kentang, dan air kelapa, meski ada pula yang memakai suplemen atau bubuk elektrolit.

Sisi baiknya, tren ini membuat orang lebih sadar bahwa potassium penting, dan faktanya banyak orang memang belum memenuhi kebutuhannya. WHO menyarankan asupan minimal sekitar 3.510 mg per hari untuk orang dewasa, sedangkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia untuk dewasa berada di kisaran 4.700 mg per hari.

Baca juga:

Namun ada yang perlu diwaspadai. Sebaiknya utamakan makanan, bukan suplemen, karena potassium berlebih dari suplemen atau bubuk elektrolit dosis tinggi bisa berbahaya. Kelebihan potassium (hiperkalemia) dapat mengganggu irama jantung, terutama pada penderita penyakit ginjal atau orang yang mengonsumsi obat tertentu seperti ACE inhibitor, ARB, atau diuretik hemat kalium. Dan yang paling penting untuk diingat potassium membantu keseimbangan cairan, bukan membakar lemak. Jadi perlu diperhatikan juga apakah perut buncit dan wajah puffy yang kamu alami karena water retention dan bukan karena lemak berlebih.

Jangan ragu untuk konsultasikan ke ahli gizi untuk pola makan yang terbaik bagi tubuhmu.

Images: dok. iStock