ic-fd

Paragon Ajak Brand Lokal Bikin Industri Kecantikan Lebih Hijau Lewat Beauty in Sustainability

beauty
author

salmanrh・in 6 hours

detail-thumb

Sustainability nggak hanya tentang produk yang ramah lingkungan, tapi juga berkaitan dengan proses produksi. Kali ini, Paragon menghadirkan acara bertajuk Beauty in Sustainability untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai sustainability!

Pernah nggak sih kamu ngitung berapa banyak botol skincare, tube, dan kemasan makeup yang berakhir di tempat sampah setiap tahunnya? Industri kecantikan Indonesia emang lagi tumbuh pesat dengan makin banyaknya brand lokal yang bermunculan, tapi pertumbuhan itu juga bawa pertanyaan besar soal dampaknya buat bumi. Nah, pertanyaan inilah yang dibahas dalam Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang digelar ParagonCorp beberapa waktu lalu. Yuk, intip keseruannya!

Baca juga: Gimana Cara Memilih Produk Kecantikan Halal? Ini 6 Tips yang Bisa Diikuti!

The Beauty of Reimagining Growth dengan Makna Tumbuh Bareng, Bukan Sendiri-sendiri

paragon

Mengusung tema The Beauty of Reimagining Growth, forum ini mencoba menjawab satu pertanyaan utama: gimana caranya industri kecantikan bisa terus berkembang sambil memberi nilai lebih buat manusia dan alam? ParagonCorp mengajak sejumlah founder brand kecantikan lokal seperti BLP, HMNS, guele, Brighty, dan beberapa beauty founder lainnya buat duduk bareng, karena jawabannya memang nggak bisa datang dari satu perusahaan aja. Bahan baku, kemasan, sampai sistem daur ulang itu saling nyambung dalam satu ekosistem, jadi langkah yang bener-bener berdampak butuh kerja bareng antara brand, pemasok, dan mitra keberlanjutan.

Keberlanjutan Itu Perjalanan, Bukan Garis Finish

Dalam sambutannya, Deputy CEO ParagonCorp Dr. Sari Chairunnisa menekankan bahwa keberlanjutan adalah proses belajar yang terus berjalan, dan hasilnya bakal jauh lebih bermakna kalau ditempuh bareng sesama founder serta seluruh pelaku ekosistem industri. Pandangan serupa datang dari Monica Christasia, CEO BLP Beauty, yang melihat forum ini sebagai ruang buat brand lokal bertukar ide sekaligus ketemu mitra yang tepat, dengan keyakinan bahwa industri kecantikan Indonesia bisa tumbuh lebih baik kalau semuanya bergerak searah.

Dari Gathering Santai sampai Empat Panel Diskusi

paragon

Acaranya dibuka dengan Beauty Founders Gathering, yaitu obrolan antar-founder soal arah industri kecantikan Indonesia yang ingin mereka bangun bersama. Setelah itu, diskusi berlanjut lewat empat panel yang membahas keberlanjutan sebagai peluang pertumbuhan, inovasi bahan baku, sirkularitas kemasan, dan dampak yang melampaui produk. Pembicaranya datang dari berbagai latar belakang, mulai dari Katadata Green, Koalisi Ekonomi Membumi, IFF, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Dietplastik Indonesia, Dynapack Asia, Rekosistem, sampai Pandawara.

Baca juga: Cari Lip Product Halal? Ini 5 Rekomendasi Produk dari Wardah yang Wajib Ada di Pouch Makeup!

Ada Connection Partner Area untuk Mempertemukan Para Founder 

Nggak cuma ngobrol, para founder juga dikasih ruang buat langsung berjejaring dengan penyedia solusi keberlanjutan lewat Connection Partner Area. Di sini ada Koalisi Ekonomi Membumi dan P4F yang bergerak di bidang bioekonomi, Komodo Water buat urusan air, Rekosistem dan Plasticpay di sisi sirkularitas, serta CFES dan TMK. Jadi buat brand yang selama ini bingung mau mulai dari mana, mereka bisa langsung kenalan dan cari partner yang cocok dengan kebutuhannya.

Cerita dari Dapur Paragon Sendiri

ParagonCorp juga terbuka soal perjalanan keberlanjutannya sendiri. Salah satunya lewat brand Tavi, yang sekarang sudah memakai 30% plastik daur ulang pada kemasannya. Lewat Paragon Empties Station, para konsumen juga sudah mengembalikan sekitar 80.000 produk kecantikan bekas, yang artinya makin banyak orang yang mau ikut ambil bagian dalam mengurangi sampah kemasan kecantikan.

Acaranya Sendiri Dibuat dengan Prinsip Berkelanjutan

paragon

Hal yang bikin acara ini makin konsisten adalah penyelenggaraannya yang juga menerapkan prinsip keberlanjutan. Bersama Jejakin, ParagonCorp mengukur emisi yang dihasilkan selama acara dan berkontribusi menanam 300 pohon di Yogyakarta. Seluruh sampah acara dikelola bareng Rekosistem, banner bekas bakal diolah Mortier jadi material dan produk fungsional baru, sementara dekorasinya disiapkan bersama Purana Indonesia dan Dusdukduk dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Clean Beauty, Vegan Beauty, dan Halal Beauty: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Kamu?

Beauty in Sustainability memberi gambaran kalau urusan keberlanjutan di industri kecantikan memang butuh kerja bareng, dari brand, pemasok, sampai kita sebagai konsumen. Dari kemasan daur ulang sampai Empties Station, langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama bisa jadi pijakan buat industri kecantikan Indonesia tumbuh dengan lebih bertanggung jawab. Buat kamu yang mau ikut berkontribusi, mulai aja dari hal simpel kayak ngumpulin produk bekas buat didaur ulang, karena cantik itu paling asyik kalau bumi juga ikut sehat.

Image: Dok. Paragon