beauty
in 6 hours
Beauty Routine 10 Langkah Mulai Ditinggalkan? Ini Alasan Skinimalism Kembali Populer
Skinimalism kembali menjadi prinsip yang menarik perhatian di dunia kecantikan, terutama bagi mereka yang mulai merasa bahwa rutinitas panjang tidak selalu berarti kulit lebih sehat.
Beauty routine 10 langkah yang dulu sempat menjadi tren kini mulai bergeser. Di tengah semakin banyaknya pilihan produk skincare, skinimalism justru kembali populer karena menawarkan rutinitas yang lebih sederhana, praktis, dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Bukan berarti kembali ke rutinitas skincare yang minim perawatan, skinimalism lebih menekankan penggunaan produk secara lebih bijak dan tidak berlebihan.
Apa Itu Skinimalism?

Skinimalism adalah pendekatan skincare yang mengutamakan rutinitas sederhana dengan produk yang benar-benar dibutuhkan kulit. Alih-alih menggunakan banyak produk dengan fungsi berbeda, konsep ini mendorong seseorang untuk fokus pada kebutuhan dasar seperti membersihkan wajah, menjaga kelembapan, dan melindungi kulit dari sinar matahari.
Konsep ini juga membuat skincare terasa lebih personal. Produk yang digunakan tidak harus mengikuti tren atau rutinitas tertentu, tetapi dipilih berdasarkan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.
Baca juga: Cuaca Panas Bikin Jerawatan? Ini Hubungannya dengan Produksi Minyak
Kenapa Beauty Routine 10 Langkah Mulai Ditinggalkan?

Salah satu alasannya adalah semakin banyak orang menyadari bahwa penggunaan terlalu banyak produk tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik. Melapisi berbagai bahan aktif sekaligus juga dapat membuat rutinitas menjadi lebih rumit dan berpotensi menyebabkan kulit mengalami iritasi, terutama jika produk yang digunakan memiliki kandungan aktif yang cukup kuat.
Selain itu, rutinitas skincare yang panjang membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya. Bagi sebagian orang, menggunakan banyak produk setiap pagi dan malam terasa kurang praktis untuk dilakukan secara konsisten.
Skinimalism Bukan Berarti Mengurangi Perawatan Kulit
Meski terlihat lebih sederhana, skinimalism bukan berarti berhenti menggunakan skincare atau hanya memakai satu produk. Prinsip utamanya adalah memilih produk yang memiliki fungsi jelas dan benar-benar dibutuhkan kulit.
Misalnya, rutinitas dasar dapat terdiri dari cleanser, moisturizer, dan sunscreen pada pagi hari. Produk tambahan seperti serum atau treatment dapat digunakan jika memang ada kebutuhan tertentu, seperti kulit kering, kusam, atau memiliki masalah jerawat. Dengan pendekatan ini, seseorang juga lebih mudah mengetahui produk mana yang memberikan efek positif dan mana yang mungkin tidak cocok untuk kulit.
Apakah Skinimalism Cocok untuk Semua Orang?

Skinimalism pada dasarnya bisa diterapkan oleh siapa saja, tetapi kebutuhan setiap kulit tetap berbeda. Kulit dengan kondisi tertentu mungkin membutuhkan lebih banyak produk atau treatment khusus untuk membantu mengatasi permasalahan kulit. Karena itu, inti dari skinimalism bukan sekadar memangkas jumlah produk sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah mengevaluasi kembali rutinitas skincare dan mempertahankan produk yang memang memberikan manfaat.
Pada akhirnya, tren skinimalism menunjukkan bahwa skincare tidak harus selalu tentang memiliki banyak produk. Rutinitas yang lebih sederhana, konsisten, dan sesuai kebutuhan kulit justru bisa menjadi pendekatan yang lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Image: Dok. iStock



