ic-fd

Influenza A Lagi Naik? Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya!

lifestyle
author

arishacha・in 5 hours

detail-thumb

Influenza A sedang jadi perhatian. Kenali gejala, cara mencegah, dan langkah sederhana untuk mencegah influenza agar tetap fit di tengah meningkatnya aktivitas virus.

Kamu sedang batuk, pilek, demam, sampai badan terasa super lemas? Jangan buru-buru menganggapnya cuma flu biasa, ya. Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang bisa menyerang siapa saja. Belakangan ini, aktivitas influenza di Indonesia juga terpantau meningkat sehingga penting untuk lebih aware dengan gejalanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga minggu ke-38 tahun 2026, sebanyak 148 dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel positif influenza atau sekitar 56 persen. Namun, angka tersebut merupakan positivity rate dari spesimen yang diperiksa, bukan berarti 56 persen penduduk Indonesia terkena influenza. Kemenkes menyebut peningkatan aktivitas influenza ini masih berada dalam pola musiman yang umum terjadi di Indonesia.

Salah satu virus yang terdeteksi adalah Influenza A, termasuk A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2). So, sebenarnya apa itu influenza A, seperti apa gejalanya, dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk, kenali lebih jauh supaya kita bisa tetap waspada tanpa perlu ikut panik. Scroll artikel ini ke bawah, ya!

Baca juga: Sering Dengar Air Beras Bisa Bikin Kulit Glowing? Ini 5 Rice Toner yang Bisa Dicoba

Apa itu Influenza A?

influenza a

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza. Pada manusia, influenza musiman paling sering disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Influenza A sendiri memiliki beberapa subtipe yang dapat menginfeksi manusia, termasuk A(H1N1) dan A(H3N2).

Gejalanya biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti demam, batuk yang umumnya kering, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, serta rasa lelah. Menurut WHO, kebanyakan orang dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, meski batuk bisa bertahan lebih lama.

Baca juga: Wardah SKINVERSE 3.0 Hadir di Jakarta, Saatnya Kamu Kenalan dengan Skin Longevity dan Lifestyle Rituals!

Apakah Influenza mudah menular?

Influenza dapat menular ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau mengeluarkan partikel pernapasan yang mengandung virus. Risiko penularan juga dapat meningkat ketika berada dekat dengan orang yang sedang sakit, terutama di ruangan tertutup dan ramai dengan ventilasi yang kurang baik.

Karena itu, aktivitas sehari-hari seperti bekerja di kantor, sekolah, bepergian menggunakan transportasi umum, atau berada di tempat ramai bisa menjadi momen untuk lebih aware. Di negara tropis seperti Indonesia, influenza juga dapat beredar sepanjang tahun dan mengalami periode peningkatan tertentu.

Yuk kenali gejalanya, jangan cuma dianggap masuk angin, ya!

infleunza a 2

Salah satu hal yang membedakan influenza dari keluhan ringan sehari-hari adalah gejalanya yang dapat terasa cukup mendadak. Demam, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot atau sendi, dan tubuh terasa lemas merupakan beberapa gejala yang umum.

Meski sebagian besar orang dapat pulih tanpa komplikasi, influenza tetap perlu diwaspadai. Anak kecil, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat atau komplikasi.

Ini cara sederhana mencegah influenza yang bisa kamu lakukan!

Nah, pencegahan influenza bisa dimulai dari kebiasaan yang sebenarnya cukup simple. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum bersih dapat membantu mengurangi risiko penularan, lho. 

Kalau sedang kamu sakit, jangan dipaksakan untuk tetap beraktivitas seperti biasa, ya. Sebaiknya beristirahat di rumah dan mengurangi kontak dekat dengan orang lain. Menggunakan masker ketika harus berinteraksi, menjaga ventilasi ruangan, serta menghindari tempat yang terlalu padat juga bisa menjadi langkah tambahan untuk mengurangi penyebaran virus.

Apakah vaksin Influenza diperlukan?

influenza a 3

Selain menjaga kebersihan dan menerapkan kebiasaan sehat, vaksinasi influenza merupakan salah satu cara untuk membantu mencegah penyakit dan menurunkan risiko komplikasi. WHO merekomendasikan vaksin influenza tahunan, terutama bagi kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami penyakit berat, seperti ibu hamil, anak kecil, lansia, orang dengan penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.

Vaksin influenza diperbarui secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan. Meski vaksin tidak menjamin seseorang sama sekali tidak akan terkena influenza, vaksin dapat membantu mengurangi risiko penyakit dan keparahannya.

Kamu boleh waspada, tapi jangan panik, ya! 

Meningkatnya aktivitas influenza memang menjadi alasan untuk lebih aware terhadap kesehatan. Namun, Kemenkes menyebut kondisi tersebut masih berada dalam pola musiman dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

Kamu nggak perlu langsung panik setiap kali mendengar kata influenza A, ya. Yang paling penting adalah mengenali gejala, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat diperlukan, serta tetap di rumah ketika sedang sakit. Simple steps, but they matter!

Image: iStock