ic-fd

Être Parfums Jadi Parfum Indonesia Pertama yang Dipamerkan di Museum Parfum Prancis

beauty
author

sarahpatricias・in 6 hours

detail-thumb

Etre Parfums kembali mencatatkan pencapaian membanggakan dengan membawa Café Curieux ke Musée International de la Parfumerie di Grasse, Prancis.

Nama Indonesia kembali hadir di panggung parfum dunia. Etre Parfums, brand parfum independen asal Jakarta, resmi menjadi brand parfum pertama dan satu-satunya dari Indonesia. Karyanya dipamerkan di Musée International de la Parfumerie (MIP), salah satu museum parfum yang berlokasi di Grasse, Prancis.

Lewat varian Café Curieux, brand ini membawa kekayaan bahan baku khas Nusantara ke dalam pameran internasional ICON’S 26: The Asian Art Perfumery Gallery. Penasaran seperti apa perjalanan Être Parfums hingga bisa tampil di Grasse?

Café Curieux Lolos Kurasi Internasional

Etre parfums

Café Curieux menjadi varian Être Parfums yang terpilih melalui proses kurasi untuk tampil dalam ICON’S 26. Pameran ini menghadirkan karya dari 26 brand parfum independen dari berbagai negara di Asia. Termasuk Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, China, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Pameran tersebut resmi dibuka pada 26 September 2026 dan akan berlangsung hingga 3 Januari 2027. ICON’S 26 merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Grasse, Musée International de la Parfumerie, Esxence, Cosmoprof Bologna, serta agensi desain global Centdegrés. Pameran ini menjadi kelanjutan dari rangkaian “Parfums d’Asie”.

Baca juga: Apakah Kulit Bisa Kebal terhadap Skincare? Ini Jawaban Sebenarnya

Angkat Kopi, Nilam, dan Akar Wangi Indonesia

Salah satu hal menarik dari Café Curieux adalah penggunaan tiga minyak atsiri alami yang berasal dari Indonesia. Ada minyak kopi Arabika, nilam atau Patchouli Light, dan akar wangi Jawa atau Vetiver Java. Ketiga bahan ini menjadi bagian dari racikan yang merepresentasikan kekayaan bahan baku wewangian Nusantara.

Tidak hanya melalui aroma, Café Curieux juga dihadirkan dalam instalasi multisensori di Grasse. Instalasi tersebut melibatkan lima panca indra, yaitu penciuman, sentuhan, penglihatan, pendengaran, dan perasa, sehingga pengunjung internasional dapat menikmati pengalaman yang lebih menyeluruh saat mengenal aroma khas kopi Indonesia.

Baca juga: Penyelamat Kulit Berjerawat, Ini 4 Rekomendasi HOCl Spray Lokal

Buktikan Perfumer Indonesia Bisa Bersaing Secara Global

Bagi Lygia, Founder & Perfumer Etre Parfums, kesempatan membawa karyanya ke Musée International de la Parfumerie merupakan sebuah pencapaian besar. Ia juga menilai Café Curieux dapat menjadi bukti bahwa bahan baku alami Indonesia dan racikan perfumer Tanah Air memiliki kualitas untuk bersaing di tingkat global.

Kehadiran Être Parfums di Grasse juga mendapat apresiasi dari Jérôme Viaud, Wali Kota Grasse. Menurutnya, ICON’S 26 mempertemukan berbagai brand dari Asia. Serta menjadi ruang untuk memperkenalkan kreativitas parfum sekaligus mempertemukan warisan tradisi dengan seni kontemporer.

Melalui keikutsertaannya dalam ICON’S 26, Être Parfums tidak hanya membawa nama brand ke panggung internasional, tetapi juga memperkenalkan potensi bahan baku wewangian alami Indonesia. Sebagai brand parfum niche asal Jakarta, Être Parfums sendiri berfokus pada pembuatan artisan dan fine fragrances dengan memadukan seni parfum modern serta kekayaan bahan baku khas Nusantara.

Image: Dok. iStock