
Pakai pantyliner setiap hari memang terasa praktis, terutama untuk membantu menjaga pakaian dalam tetap bersih dan kering. Tapi, apakah kebiasaan ini sebenarnya aman untuk dilakukan setiap hari?
Pantyliner sering menjadi andalan untuk menyerap keputihan ringan, keringat, atau cairan yang keluar menjelang dan setelah menstruasi. Karena ukurannya tipis dan mudah digunakan, tidak sedikit orang yang memilih memakainya hampir sepanjang hari. Namun, penggunaan pantyliner setiap hari juga perlu diperhatikan agar tidak justru membuat area intim menjadi lembap atau mudah mengalami iritasi.

Secara umum, pantyliner boleh digunakan sesuai kebutuhan, tetapi sebaiknya tidak dianggap sebagai sesuatu yang wajib dipakai setiap hari sepanjang waktu. Area intim membutuhkan sirkulasi udara yang baik, sementara pantyliner yang digunakan terlalu lama dapat membuat area tersebut menjadi lebih lembap, terutama jika tubuh banyak berkeringat.
Risikonya juga dapat meningkat jika pantyliner jarang diganti. Cairan tubuh, keringat, dan kelembapan yang terperangkap dalam waktu lama dapat membuat area intim terasa kurang nyaman dan pada sebagian orang memicu iritasi.
Baca juga: Kenapa Skincare Menggumpal Saat Dilayer? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pantyliner bisa berguna ketika sedang mengalami keputihan dalam jumlah ringan, menjelang atau setelah menstruasi, maupun saat membutuhkan perlindungan ekstra agar pakaian dalam tidak mudah terkena cairan.
Namun, pantyliner bukan pengganti celana dalam yang bersih. Jika sudah terasa basah atau lembap, sebaiknya segera diganti. Pilih produk yang nyaman, tidak terlalu ketat, dan bila kulit mudah sensitif, pertimbangkan pantyliner tanpa pewangi untuk mengurangi risiko iritasi.
Baca juga: Ini Mitos dan Fakta tentang Rambut Beruban!

Jika memang perlu menggunakan pantyliner setiap hari, ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu menjaga area intim tetap nyaman. Ganti secara berkala dan jangan menunggu sampai terasa sangat basah. Selain itu, tetap jaga kebersihan area intim dengan membersihkannya secara lembut dan hindari penggunaan produk berpewangi berlebihan.
Yang tidak kalah penting, perhatikan perubahan pada tubuh. Jika muncul gatal, rasa terbakar, kemerahan, nyeri, atau perubahan cairan dan bau yang tidak biasa, sebaiknya hentikan penggunaan produk yang dicurigai menyebabkan iritasi dan konsultasikan dengan dokter jika keluhan menetap.
Pada akhirnya, pantyliner boleh digunakan setiap hari jika memang diperlukan dan tidak menimbulkan keluhan, tetapi bukan berarti harus digunakan sepanjang hari. Dengarkan kondisi tubuh dan pastikan area intim tetap bersih, kering, serta nyaman.
Image: Dok. iStock