banner-detik

beauty

Kulit Kering atau Dehidrasi? Kenali Bedanya Biar Nggak Salah Pilih Skincare

seo-img-article

Kulit kering dan kulit dehidrasi memang terlihat mirip, tapi keduanya membutuhkan cara perawatan yang berbeda.

Pernah merasa kulit wajah terasa ketarik setelah cuci muka, tapi beberapa jam kemudian malah terlihat berminyak? Atau kulit terasa kasar dan kusam meski sudah rutin menggunakan moisturizer? Bisa jadi, yang kamu alami bukan sekadar kulit kering.

Istilah ini sering digunakan bergantian, padahal keduanya bukan kondisi yang sama. Kulit kering lebih berkaitan dengan jenis kulit dan produksi minyak yang rendah, sementara kulit dehidrasi terjadi ketika kulit kekurangan air. Lalu, bagaimana cara membedakannya?

Apa Bedanya Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi?

Perbedaan paling sederhananya adalah dry skin kekurangan minyak, sedangkan kulit dehidrasi kekurangan air. Kulit kering merupakan skin type yang cenderung menetap, sehingga seseorang memang secara alami menghasilkan lebih sedikit sebum dibandingkan kulit normal atau berminyak.

Sementara itu, dehidrasi merupakan kondisi kulit yang bisa dialami siapa saja, termasuk pemilik kulit berminyak. Faktor seperti cuaca, paparan AC, kurangnya hidrasi, penggunaan skincare yang terlalu harsh, hingga skin barrier yang terganggu dapat membuat kulit kehilangan lebih banyak air. Itulah mengapa seseorang bisa memiliki kulit berminyak sekaligus mengalami dehidrasi.

Baca juga: Styling Capri Pants Biar Nggak Terlihat Old-School, Ini 5 Look yang Bisa Dicoba

Apa Ciri-Ciri Kulit Kering?

Kulit kering biasanya terasa kasar, mudah terasa kencang, dan dapat terlihat flaky terutama setelah membersihkan wajah. Makeup juga bisa lebih mudah terlihat patchy karena permukaan kulit tidak cukup lentur.

Pada kulit kering, penggunaan produk yang membantu menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier bisa menjadi bagian penting dari rutinitas. Cari moisturizer dengan kandungan yang membantu mengunci kelembapan, terutama jika kulit terasa semakin tidak nyaman setelah mencuci wajah.

Namun, bukan berarti kulit kering harus menggunakan produk yang sangat rich. Tekstur moisturizer tetap sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan kulit dan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga; 4 Body Shimmer untuk Konser, Bikin Kulit Glowing Kena Spotlight

Bagaimana dengan Kulit Dehidrasi?

Kulit dehidrasi bisa terasa kencang, kusam, dan kurang plump. Salah satu tandanya adalah kulit terlihat memiliki garis-garis halus yang lebih jelas ketika sedang kekurangan air.

Yang menarik, kulit dehidrasi tidak selalu terlihat dry. Pemilik kulit berminyak pun bisa mengalaminya. Misalnya, wajah tetap memproduksi banyak sebum, tetapi setelah mencuci muka kulit terasa tertarik atau tampak kusam.

Untuk kondisi seperti ini, rutinitas skincare sebaiknya tidak hanya berfokus pada mengurangi minyak. Produk yang membantu memberikan dan mempertahankan hidrasi juga dapat dipertimbangkan.

Jadi, Bagaimana Cara Merawatnya?

Kalau kulitmu memang kering, fokus utamanya adalah menjaga kelembapan dan skin barrier. Gunakan gentle cleanser dan moisturizer yang nyaman digunakan secara rutin, serta hindari kebiasaan atau produk yang membuat kulit terasa semakin tertarik.

Sementara untuk kulit dehidrasi, perhatikan hidrasi dari rutinitas skincare sekaligus faktor eksternal yang mungkin memengaruhinya. Penggunaan produk hydrating dapat membantu, tetapi jangan lupa bahwa kondisi kulit juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan, cuaca, dan penggunaan skincare yang terlalu agresif.

Jika kulit terasa perih, sangat kering, mengelupas terus-menerus, atau mengalami iritasi yang tidak membaik, sebaiknya evaluasi kembali produk yang digunakan dan pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter.

Pada akhirnya, mengetahui apakah kulit sedang kering atau dehidrasi bisa membantu kita memilih skincare dengan lebih tepat. Karena terkadang, masalahnya bukan kurang banyak produk, tetapi kita belum memberikan jenis hidrasi yang memang dibutuhkan kulit.

Image: Dok. iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment