ic-fd

Apa Itu Skin Immunity? Wardah Hadirkan Derma Longevity Lab untuk Kulit Sehat Jangka Panjang

beauty
author

annedean・6 hours ago

detail-thumb

Kesehatan kulit jangka panjang ditentukan oleh skin immunity. Wardah ajak tingkatkan kesadaran melalui Derma Longevity Lab.

Pernah merasa kulit tiba-tiba merah, perih, gatal, atau breakout padahal skincare yang dipakai nggak berubah? Kamu nggak sendirian. Menurut studi yang dipublikasikan di Acta Dermato-Venereologica, sekitar 1 dari 2 orang melaporkan memiliki kulit reaktif. Artinya, kondisi ini sudah jauh dari kata langka.

Untuk menjawab keresahan itu, Wardah memperkenalkan Wardah Derma Longevity Lab di Main Atrium Pondok Indah Mall 2 pada tanggal 24-27 September silam. Event ini jadi ruang edukasi dan experience pemeriksaan kulit yang mengangkat satu konsep penting, yaitu skin immunity. Yuk, kenali lebih dekat.

Baca juga: Kulit Perih Saat Pakai Skincare? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apa itu Skin Immunity?

Skin immunity adalah sistem pertahanan alami kulit dalam menghadapi berbagai trigger, sebelum trigger itu berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Kamu bisa membayangkannya sebagai daya tahan kulit.

Ketika daya tahan ini kuat, kulit lebih mampu menghadapi tekanan sehari-hari. Sebaliknya, saat melemah, kulit cenderung lebih mudah mengalami peradangan (inflamasi), terasa lebih reaktif, mengalami breakout atau flare-up yang berulang, serta butuh waktu lebih lama untuk pulih.

Skin immunity erat kaitannya dengan skin barrier, yaitu lapisan pelindung kulit. Karena itu, merawat skin barrier sama artinya dengan mendukung skin immunity. Di dunia kesehatan, longevity berarti bukan hanya hidup lebih lama, tetapi menjaga tubuh tetap sehat lebih lama. Pergeseran cara pandang yang sama kini masuk ke dunia kecantikan lewat skin longevity.

Fokusnya bukan hanya memperbaiki masalah kulit saat ini, tetapi menjaga kesehatan dan ketahanan kulit untuk jangka panjang. Perawatan pun nggak berhenti pada meredakan reaksi yang sudah terlihat, tetapi juga mendukung pemulihan dan skin barrier secara konsisten.

Kenapa kulit bisa jadi reaktif?

Kulit terus berhadapan dengan tekanan, mulai dari perubahan cuaca dan suhu, polusi, stres, kurang tidur, gesekan, sampai pemakaian makeup atau skincare yang kurang cocok. Karena nggak semua faktor itu bisa dikendalikan, perawatan yang dilakukan perlu fokus mendukung skin barrier dan fungsi perlindungan alami kulit.

Mengenal Wardah Derma Longevity Lab

Wardah Derma Longevity Lab dirancang supaya memahami kulit nggak terasa intimidating dan kompleks. Kamu bisa mulai dari Science Gallery, tempat kamu diajak melihat bagaimana kulit dan gaya hidup saling berkaitan, lanjut ngobrol dengan tim konsultasi, lalu mencoba langsung produk yang cocok buat kulitmu.

Alurnya mengikuti pendekatan Skin Trigger-to-Personalized Skin Recovery. Pertama, kamu diajak mengenali sinyal yang diberikan kulit dan kaitannya dengan skin exposome, yaitu semua paparan dari luar maupun dalam tubuh, mulai dari sinar UV, kosmetik, polusi, stres, sampai siklus menstruasi. Kedua, dermatolog membantu membaca hasil pemeriksaanmu, yang menghubungkan sinyal kulit, kondisi skin barrier, dan kebiasaan sehari-hari, dengan tes tambahan hanya kalau memang diperlukan. Ketiga, semua hasilnya diterjemahkan jadi panduan rutinitas skin longevity, bahan yang cocok untuk kulitmu, dan rekomendasi produk Wardah.

Semua pemeriksaan ini tergabung dalam Derma Longevity Intelligence™. Kamu bisa mencoba Wardah Advance Personalized Skin Analyzer (AI-PSA) yang menilai kondisi kulitmu dalam standardized skin grading, lalu memadukannya dengan gaya hidupmu, jadi hasilnya nggak berhenti di kondisi kulit hari ini saja. Kalau kulitmu perlu dilihat lebih dalam, dermatolog bisa memakai Dermascope untuk mengamati kulit lebih detail, dan Temperature Provocation Test bila gejalamu mengarah pada reaksi terhadap suhu tertentu.

Untuk kulit yang sering terasa kering dan tight, atau kamu curiga skin barrier terganggu, Wardah Dryness Test bisa membantu melihat apa yang dibutuhkan kulitmu untuk pulih. Sementara itu, Dino-Lite memperlihatkan permukaan kulitmu dengan pembesaran tinggi, sehingga kamu bisa membandingkan tampilannya sebelum dan sesudah memakai pelembap.

Baca juga:Punya Bruntusan tapi Takut Eksfoliasi? Ini Bedanya AHA, BHA, PHA, dan LHA

Harapannya, dari Wardah Derma Longevity Lab ini semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya mengenali kondisi kulit dan trigger-nya dengan lebih dalam, objektif, serta mengenali pola yang mempengaruhi sinyal-sinyal kulit. Kesehatan kulit jangka panjang atau skin longevity berawal dari membangun ketahanan, bukan sekadar memperbaiki kerusakan.

Images: dok. Wardah