
Sudah coba pilates reformer dan ingin level up untuk turunkan berat badan? Mungkin sudah saatnya kamu coba Lagree!
Belakangan ini, nama Lagree makin sering muncul di timeline media sosial para pecinta fitness, terutama yang mencari alternatif dari gym konvensional atau pilates reformer biasa. Tapi sebenarnya, apa itu Lagree? Dan yang lebih penting, apakah olahraga ini benar-benar efektif untuk menurunkan berat badan?
Baca juga: Nggak Punya Waktu ke Studio? Coba 4 Channel YouTube untuk Mat Pilates di Rumah
Lagree adalah metode latihan yang diciptakan oleh Sebastien Lagree, seorang mantan binaragawan. Menariknya, ide di balik metode ini lahir dari pengalaman pribadinya sendiri. Di masa mudanya, Sebastien menghabiskan 40 jam seminggu untuk berolahraga dengan berbagai jenis latihan, mulai dari angkat beban, aerobik, hingga berenang. Alih-alih mendapat hasil maksimal, ia justru menghabiskan hampir seluruh waktunya di gym tanpa hasil yang efisien.
Dari situlah ia terdorong menciptakan metode latihan baru yang lebih efisien secara waktu namun tetap intens secara hasil. Lagree Method, atau dikenal juga sebagai Megaformer Workout, adalah metode latihan berintensitas tinggi namun berdampak rendah (low-impact) pada sendi, yang mampu mengencangkan dan membentuk otot hanya dalam waktu 20 menit per sesi. Sesi kelas pada umumnya berlangsung selama 50 menit dan menggabungkan unsur cardio, strength training, dan endurance dalam gerakan yang lambat dan terkontrol.

Ciri khas dari kelas Lagree adalah penggunaan alat bernama Megaformer. Ini adalah mesin latihan berbasis pegas yang dirancang sendiri oleh Sebastien Lagree. Megaformer terdiri dari sebuah wagon (bagian yang bisa digeser) yang ditempatkan di antara dua platform tetap, yaitu platform depan dan belakang. Tingkat resistensi pegasnya bisa diatur melalui sistem gradasi beban yang kompleks, dan mesin ini dilengkapi berbagai pegangan, loop, serta tali yang memungkinkan perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain tanpa jeda.
Kalau Megaformer terlihat intimidating untuk kamu yang baru coba Lagree untuk pertama kali, ada juga opsi Microformer yang ukurannya lebih compact.
Karena sama-sama menggunakan mesin yang mirip dengan reformer, Lagree sering disalahartikan sebagai pilates versi baru. Padahal, meski sering ditulis sebagai Lagree Pilates, sebutan itu sebenarnya keliru karena Lagree bukanlah pilates.
Perbedaan utamanya terletak pada intensitas dan tujuan latihan. Cara kerja Lagree sebenarnya seperti kelas HIIT, namun dengan impact rendah pada persendian, sedangkan pilates konvensional biasanya cenderung lebih fokus pada fleksibilitas dan kontrol otot core dengan intensitas lebih ringan. Sebastien Lagree sendiri kerap menyebut metodenya sebagai “Pilates on steroids”, karena menambahkan elemen strength training dan resistensi ekstra dari mesin Megaformer ke dalam gerakan-gerakan dasar ala pilates.
Ini bagian yang paling banyak ditanyakan. Karena menggabungkan strength training, cardio, dan endurance otot dalam satu sesi, Lagree berpotensi membakar kalori dalam jumlah signifikan. Salah satu studio bahkan mengklaim satu kelas 50 menit di Megaformer bisa membakar hingga 700 kalori dan melibatkan hingga 600 otot sekaligus.
Namun, penting dipahami bahwa penurunan berat badan bukan hanya soal kalori yang terbakar saat sesi berlangsung. Karena gerakan Lagree menekankan time under tension, di mana otot ditahan dalam posisi tegang selama beberapa detik, latihan ini juga efektif membentuk massa otot. Semakin banyak massa otot, semakin tinggi metabolisme basal tubuh, yang pada akhirnya mendukung pembakaran lemak secara berkelanjutan, bukan hanya saat kelas berlangsung.
Jadi, apakah Lagree bisa membantu menurunkan berat badan? Bisa, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan yang tepat dan konsistensi latihan. Tapi seperti metode olahraga lain, hasilnya bergantung pada keteraturan dan bukan solusi instan.

Banyak yang ragu mencoba Lagree karena terlihat intimidating dan intens dari luar. Kabar baiknya, metode ini sebenarnya dirancang inklusif untuk semua level. Seperti disebutkan sebelumnya, mesin Megaformer dirancang untuk semua level kebugaran, usia, dan tipe tubuh, dan biasanya instruktur akan memberikan modifikasi gerakan sesuai kemampuan peserta di kelas.
Meski begitu, wajar jika pemula merasa gerakannya asing di awal. Yang perlu diingat, karena gerakannya lambat namun menahan beban dalam waktu lama, otot yang nggak biasa dipakai bisa terasa pegal signifikan di hari-hari setelah kelas pertama. Namun ini normal dan bagian dari proses adaptasi tubuh.
Baca juga: Aktif Olahraga dari Lari hingga Hyrox, Ini 4 Active Wear Favorit Nikita Willy
Kabar baiknya, kamu nggak perlu terbang ke Los Angeles atau Eropa untuk mencoba metode ini. Beberapa studio yang menawarkan kelas Lagree dengan mesin Megaformer dan Microformer sudah hadir di Jakarta, jadi kesempatan untuk mencobanya kini jauh lebih mudah dijangkau.
Setelah tahu apa itu Lagree dan kamu tertarik mencoba, pastikan kamu memilih kelas yang sesuai dengan fitness level saat ini. Jangan ragu untuk memberi tahu instruktur bahwa kamu baru pertama kali mencoba, supaya mereka bisa membantu memberikan modifikasi gerakan yang tepat. Dengan begitu, kamu bisa menikmati manfaat Lagree secara maksimal tanpa risiko cedera akibat memaksakan intensitas yang belum sesuai.
Images: dok. Lagree Fitness, Lagree Fit 415