
Nggak semua bekas jerawat bisa ditangani dengan skincare saja. Cek 5 treatment bekas jerawat yang bisa kamu coba di klinik.
Bekas jerawat itu drama yang nggak selesai cuma karena jerawatnya sudah hilang. Entah itu bopeng (tekstur), noda merah, atau flek cokelat (hiperpigmentasi), semuanya bisa bertahan lama banget di wajah. Dan sayangnya, nggak semua bisa diperbaiki hanya dengan rajin pakai serum vitamin C atau niacinamide.
Alasannya sederhana, skincare topikal hanya bekerja di lapisan permukaan kulit atau epidermis Tapi kalau kerusakannya sudah sampai ke lapisan dermis, misalnya kolagen yang rusak sampai membentuk cekungan, atau pigmen yang terjebak lebih dalam, skincare saja nggak akan cukup mengatasinya. Di titik ini, treatment di klinik dengan alat medis yang bisa menjangkau lapisan lebih dalam jadi jalan yang lebih realistis.
Berikut lima opsi treatment yang sering direkomendasikan dokter kulit untuk bekas jerawat dan hiperpigmentasi yang bisa kamu lirik.
Baca juga: Rekomendasi Klinik Affordable untuk Treatment Kulit Berjerawat
View this post on Instagram
LHAla Peel paling pas buat kamu yang berjuang dengan hiperpigmentasi ringan-sedang, kulit kusam, tekstur kasar, atau jerawat aktif yang disertai pori tersumbat. Ini adalah chemical peeling yang mengombinasikan Lipo-Hydroxy Acid (LHA) dengan asam lain seperti salicylic acid atau azelaic acid. LHA bekerja lebih lembut dan lebih terkontrol dibanding AHA/BHA konvensional karena sifatnya yang lipofilik atau larut lemak, sehingga bisa menembus pori dan membantu eksfoliasi sel kulit mati secara bertahap tanpa iritasi berlebihan. Dengan begitu, peeling ini bisa membantu meratakan warna kulit, mengangkat pigmen di permukaan, dan melancarkan pori yang tersumbat.
Soal harga, LHAla Peel termasuk yang masih ramah kantong, umumnya sekitar Rp300.000–Rp900.000 per sesi tergantung kombinasi bahan dan klinik. Untuk hasil yang benar-benar terlihat, biasanya kamu perlu menjalani 4–6 sesi dengan interval 2–4 minggu.
View this post on Instagram
Kalau masalah utamamu adalah bekas jerawat kemerahan, bopeng alias atrofi, pori besar, tekstur kulit yang nggak rata, Fotona Laser bisa jadi jawabannya. Alat ini menggabungkan laser Er:YAG dan Nd:YAG dalam satu perangkat, dan biasanya dijalankan lewat mode fractional-nya. Cara kerjanya adalah memanaskan lapisan dermis untuk memicu produksi kolagen baru tanpa merusak permukaan kulit secara signifikan, sehingga waktu pemulihan atau downtime-nya relatif singkat dibanding laser ablatif konvensional.
Hasil yang bisa kamu harapkan adalah tekstur lebih halus, dan cekungan bekas jerawat yang berangsur terisi. Harganya biasanya berkisar Rp1.500.000–Rp4.000.000 per sesi, bergantung pada area wajah dan mode laser yang dipakai, dengan total 3–6 sesi untuk hasil optimal.
View this post on Instagram
Sylfirm X lebih cocok untuk kamu yang berhadapan dengan hiperpigmentasi membandel, PIE (post-inflammatory erythema), serta tekstur dan pori besar. Teknologi di balik alat ini adalah RF microneedling dengan sistem dual wave yang memancarkan gelombang pulsed dan continuous wave sekaligus. Jarum-jarum halus menembus kulit sambil melepaskan energi radiofrekuensi ke lapisan dermis, menciptakan zona koagulasi mikro yang memicu remodeling kolagen.
Keunggulan yang membuat Sylfirm X cukup istimewa adalah kemampuannya menstabilkan pembuluh darah abnormal, sehingga cukup unggul untuk kasus pigmentasi yang sulit ditangani laser biasa. Untuk treatment ini, kamu perlu menyiapkan budget lebih besar, sekitar Rp2.500.000–Rp6.000.000 per sesi tergantung luas area dan kedalaman jarum yang digunakan, dengan rekomendasi 3–5 sesi berjarak 4 minggu.

Buat bekas jerawat kehitaman atau PIH (post-inflammatory hyperpigmentation), flek, sampai perbaikan tekstur dan pori, Pico Laser sering jadi andalan. Alat ini memancarkan energi dalam hitungan picosecond, jauh lebih cepat dari nanosecond pada laser konvensional. Kecepatan inilah yang memungkinkan pigmen melanin dipecah menjadi partikel sangat kecil melalui efek foto-mekanik, bukan foto-termal, sehingga panas yang dihasilkan minim dan risiko iritasi atau hiperpigmentasi pasca-treatment jadi lebih rendah.
Selain menghancurkan pigmen, pico laser dengan mode fractional juga bisa merangsang kolagen untuk sekaligus memperbaiki tekstur kulit. Harganya umumnya Rp1.000.000–Rp3.500.000 per sesi tergantung area dan teknologi yang digunakan, seperti PicoSure atau PicoWay, dengan kebutuhan sekitar 4–6 sesi untuk hiperpigmentasi.

Kalau yang kamu cari bukan treatment agresif, tapi perbaikan kualitas kulit secara keseluruhan, seperti cekungan bekas jerawat ringan, kulit kering dan dehidrasi, atau kulit sensitif yang kurang cocok dengan treatment energi-based, skin booster Rejuran Healer layak dipertimbangkan.
Treatment ini berupa injeksi PDRN atau Polydeoxyribonucleotide, yaitu ekstrak DNA salmon yang punya sifat regeneratif, disuntikkan ke lapisan dermis menggunakan micro-injector atau jarum halus. PDRN bekerja membantu memperbaiki jaringan yang rusak, merangsang produksi kolagen, dan memperkuat skin barrier. Karena cara kerjanya lebih ke biostimulasi ketimbang merusak jaringan untuk memicu perbaikan, downtime-nya cenderung minim. Harganya berkisar Rp1.500.000–Rp4.000.000 per sesi tergantung dosis dan jumlah vial yang digunakan, dengan pola treatment 3 sesi awal berinterval 4 minggu lalu maintenance setiap beberapa bulan.
Baca juga: 6 Rekomendasi Treatment Agar Tampil Paripurna di Hari Lebaran
Kelima treatment di atas punya keahlian masing-masing. LHAla Peel dan Pico Laser lebih fokus menangani pigmen, Fotona dan Sylfirm X lebih kuat untuk memperbaiki tekstur dan cekungan, sementara Rejuran Healer bekerja lebih ke perbaikan kualitas kulit secara umum. Kadang, hasil terbaik justru datang dari kombinasi dua treatment yang saling melengkapi, bukan cuma mengandalkan satu jenis saja.
Tapi penting diingat, semua yang dibahas di atas hanyalah referensi awal untuk mengenal opsi yang ada. Setiap kulit punya kondisi, riwayat, dan tingkat sensitivitas yang berbeda, jadi penentuan treatment yang paling tepat sebaiknya tetap dikonsultasikan langsung ke dokter kulit terpercaya. Jangan ragu untuk cerita detail soal jenis bekas jerawat dan riwayat kulitmu saat konsultasi, supaya hasil treatment lebih terarah dan aman.
Ada yang sudah pernah kamu coba atau ada di wishlist-mu?
Images: dok. iStock