banner-detik

beauty

Jangan Asal Layering, Ini Ingredients Skincare yang Nggak Boleh Dicampur!

seo-img-article

Ingredients skincare yang nggak boleh dicampur sebenarnya nggak selalu berarti kedua bahan tersebut benar-benar nggak boleh dipakai dalam satu rutinitas. 

Beberapa kombinasi memang bisa meningkatkan risiko iritasi, membuat kulit terlalu kering, atau mengurangi kenyamanan kulit, terutama kalau kamu punya skin barrier yang sensitif. Jadi, sebelum menumpuk semua serum favorit dalam satu malam, yuk cek dulu kombinasi ingredients berikut!

Retinol + AHA/BHA

Retinol dan exfoliating acids seperti AHA atau BHA sama-sama punya fungsi untuk mempercepat proses pergantian sel kulit. Masalahnya, menggunakan keduanya secara bersamaan bisa membuat kulit lebih mudah mengalami kering, kemerahan, perih, hingga over-exfoliation. Bukan berarti kamu harus memilih salah satu selamanya, kok. Kalau kulit sudah terbiasa, keduanya masih bisa masuk ke rutinitas yang sama dengan pemakaian di waktu berbeda, misalnya retinol di malam tertentu dan exfoliating acid di malam lainnya.

Vitamin C + AHA/BHA

Vitamin C, terutama dalam bentuk pure ascorbic acid, merupakan active ingredient yang cukup powerful. Ketika langsung dilayer dengan AHA atau BHA, kombinasi tersebut berpotensi terasa terlalu “menyengat” untuk sebagian kulit. Apalagi kalau kamu juga baru mulai menggunakan active ingredients. Daripada memaksakan semuanya sekaligus, lebih aman menggunakan vitamin C di pagi hari dan exfoliating acid di malam hari. Jangan lupa sunscreen karena penggunaan active ingredients juga membuat proteksi terhadap sinar matahari semakin penting.

Baca juga: Punya Wajah Bulat? Ini 5 Model Rambut yang Bikin Wajah Terlihat Lebih Panjang

Retinol + Benzoyl Peroxide

Kalau kamu menggunakan benzoyl peroxide untuk membantu mengatasi jerawat, sebaiknya jangan langsung menggabungkannya dengan retinol dalam satu rutinitas tanpa pertimbangan. Keduanya dapat menyebabkan kulit lebih kering dan iritasi. Selain itu, benzoyl peroxide dapat memengaruhi beberapa jenis retinoid. Untuk mengurangi risiko iritasi, kamu bisa menggunakan keduanya pada waktu yang berbeda sesuai toleransi kulit atau mengikuti arahan dokter kulit.

Niacinamide + Vitamin C, Benarkah Nggak Boleh?

ingredients skincare

Nah, ini salah satu skincare myth yang masih sering terdengar! Sebenarnya, niacinamide dan vitamin C bukan kombinasi yang otomatis “nggak boleh” digunakan bersama. Produk skincare modern umumnya sudah diformulasikan agar ingredients di dalamnya stabil dan aman digunakan sesuai petunjuk. Jadi, kalau kamu menemukan serum atau moisturizer yang memang mengandung keduanya, tidak perlu langsung khawatir.

Meski begitu, kalau kulitmu sensitif dan terasa panas atau kemerahan setelah layering beberapa produk, coba sederhanakan rutinitas. Kadang masalahnya bukan satu kombinasi ingredients tertentu, melainkan terlalu banyak active ingredients dalam satu waktu.

Baca juga: Bye Kulit Kusam, Hello Healthy Glow! Yves Rocher Punya Skincare Baru dengan Orange Nasturtium

Jadi, Haruskah Semua Active Ingredients Dipisahkan?

Jawabannya: nggak selalu. Yang paling penting adalah memahami kondisi kulit dan memperhatikan total active ingredients dalam rutinitasmu. Kalau kulit mulai terasa perih, kering, mengelupas, atau kemerahan, itu bisa menjadi tanda bahwa rutinitasmu terlalu agresif.

Daripada mengejar hasil instan dengan layering banyak serum sekaligus, lebih baik mulai dari satu active ingredient, gunakan secara konsisten, dan beri waktu kulit untuk beradaptasi. Skincare bukan soal seberapa banyak ingredients yang bisa dipakai dalam satu malam, tetapi bagaimana membangun rutinitas yang nyaman dan sustainable untuk kulit.

Image: Dok. iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment