banner-detik

style

Olivia Rodrigo Pakai Dress dari Brand Palestina yang Nyaris Tutup, Begini Cerita di Baliknya!

seo-img-article

Olivia Rodrigo mengenakan custom dress dari Nöl Collective saat tampil di Daisy Chain Fields. Pesanan ini datang ketika brand asal Ramallah tersebut berada di ambang penutupan, sementara dress pink dengan detail tatreez itu harus dibuat dan dikirim ke California dalam waktu kurang dari seminggu.

Olivia Rodrigo kembali mencuri perhatian lewat pilihan outfit-nya saat menghadiri Daisy Chain Fields di California pada akhir Agustus 2026 lalu. Kali ini, penyanyi tersebut mengenakan sebuah mini dress berwarna baby pink yang dibuat khusus oleh Nöl Collective, label fashion asal Ramallah, Palestina.

Sekilas, dress tersebut terlihat feminin dan playful. Namun, detail bordir yang menghiasi permukaannya membuat outfit ini punya cerita yang jauh lebih panjang. Dress berbahan raw silk tersebut dihiasi tatreez, teknik bordir tradisional Palestina yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Penasaran detailnya? Yuk scroll artikel ini, ya. 

Baca juga: Sering ke Bandung tapi Bingung Mau ke Mana? Ini 5 Toko Lucu yang Wajib Kamu Datangi!

Detail tatreez jadi bagian penting dari dress 

olivia 2

Pada dress tersebut terdapat motif burung dan rangkaian bunga daisy yang saling terhubung. Motif burung dalam desain ini menggambarkan kebebasan dan pergerakan, sementara motif daisy chain terasa semakin relevan karena terhubung dengan nama festival yang dihadiri Olivia, yaitu Daisy Chain Fields.

Selain bordirnya, dress ini juga dibuat dengan detail pleated trim pada bagian neckline, cap sleeves yang ringan, serta potongan rok pendek yang memberikan kesan feminin. Olivia kemudian memadukannya dengan vintage burgundy Gucci Mary Janes dan kalung pendant Lilith. Tatreez sendiri bukan sekadar elemen dekoratif, lho. Teknik ini merupakan bagian dari tradisi kerajinan Palestina yang telah lama dikerjakan dan diwariskan, terutama oleh para perempuan dalam keluarga dan komunitas.

Baca juga: Setelah Lama Dinanti, Jisoo BLACKPINK Akhirnya Comeback Lewat Single Terbaru Click!

Dibuat dalam waktu kurang dari seminggu

Di balik tampilannya yang terlihat effortless, pembuatan dress ini ternyata berlangsung cukup terburu-buru. Yasmeen Mjalli, pendiri Nöl Collective, hanya memiliki waktu kurang dari seminggu untuk menyelesaikan pesanan tersebut.

Materialnya juga harus disesuaikan dengan kondisi yang tersedia di Ramallah. Mjalli akhirnya menemukan raw silk berbahan serat alami berwarna baby pink yang kemudian dikirim ke Bethlehem untuk diproses. Pengerjaannya melibatkan sejumlah pengrajin. Mulai dari proses memotong kain, menjahit, hingga mengerjakan bordir tatreez, semuanya dilakukan oleh orang-orang yang bekerja bersama jaringan artisan Nöl Collective. 

Pesanan Olivia datang di saat yang tidak terduga, lho!

olivia 2

Yang membuat cerita dress ini semakin menarik adalah kondisi Nöl Collective ketika pesanan tersebut datang. Menurut Mjalli, brand yang ia dirikan tersebut sedang berada di titik yang sangat sulit dan nyaris berhenti beroperasi.

Karena itu, pesanan dari Olivia datang di waktu yang sangat penting bagi Nöl Collective. Mjalli bahkan menyebutnya sebagai sebuah “divine intervention”, atau seperti pertolongan yang datang di saat yang tepat. Nöl Collective sendiri dikenal bekerja dengan berbagai komunitas artisan di Palestina, termasuk koperasi perempuan, workshop jahit, pengrajin bordir, dan komunitas yang mempertahankan teknik kerajinan tradisional.

Baca juga: HRS Debut di Music Core, Seperti Apa Penampilan Subunit SNSD Ini? Intip Aksi Hyoyeon, Yuri, dan Sooyoung

Fashion dan craftsmanship Palestina di panggung global

Pilihan Olivia untuk mengenakan karya Nöl Collective secara tidak langsung membawa perhatian lebih besar kepada fashion dan craftsmanship Palestina. Terlebih, dress tersebut tidak hanya dibuat oleh label yang berbasis di Ramallah, tetapi juga melibatkan para pengrajin yang mempertahankan teknik tatreez tradisional.

Di sisi lain, Olivia memang hadir di festival yang memiliki fokus kuat pada perempuan dan isu sosial. Daisy Chain Fields merupakan festival yang dipimpin perempuan dan mengalokasikan 100 persen net proceeds untuk mendukung sejumlah organisasi nonprofit.

Dalam acara tersebut, Olivia juga mengumumkan donasi sebesar US$10 juta untuk berbagai organisasi yang mendukung perempuan dan anak perempuan. Melinda French Gates kemudian turut memberikan matching donation sehingga total dana yang diumumkan mencapai US$20 juta.

Fashion moment yang menarik perhatian Olivia

 

View this post on Instagram

 

A post shared by nöl collective (@nolcollective)

Outfit Olivia Rodrigo di Daisy Chain Fields akhirnya menjadi salah satu fashion moment yang menarik perhatian bukan hanya karena tampilannya. Ada proses panjang, teknik tradisional, dan kerja banyak pengrajin di balik sebuah dress pink yang terlihat sederhana.

Lewat karya Nöl Collective, tatreez juga kembali terlihat dalam konteks fashion kontemporer dan menjangkau audiens yang lebih luas. Dress tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah pakaian bisa membawa cerita tentang craftsmanship, komunitas, dan tempat asalnya tanpa harus kehilangan sisi fashion-forward yang membuatnya menarik di mata publik.

Image: instagram/nolcollective

Slow Down

Please wait a moment to post another comment