banner-detik

beauty

Punya Bruntusan tapi Takut Eksfoliasi? Ini Bedanya AHA, BHA, PHA, dan LHA

seo-img-article

AHA, BHA, PHA, LHA adalah beberapa acid yang bisa membantu eksfoliasi kulit. Namin keempat bahan aktif ini memiliki perbedaan sesuai dengan kebutuhan kulit kamu

Punya bruntusan tapi takut eksfoliasi? Kamu mungkin pernah berada di posisi ini. Di satu sisi, eksfoliasi sering direkomendasikan untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan menjaga pori-pori tetap bersih. Namun, di sisi lain, penggunaan exfoliating acid yang kurang tepat justru bisa membuat kulit semakin sensitif, kemerahan, atau terasa kering.

Sebenarnya, tidak semua exfoliating acid bekerja dengan cara yang sama. Ada AHA, BHA, PHA, hingga LHA yang memiliki karakteristik dan target masalah kulit berbeda. Jadi, sebelum memilih produk eksfoliasi, penting untuk mengetahui perbedaannya terlebih dahulu.

AHA, Untuk Sel Kulit Mati dan Kulit Kusam

AHA BHA PHA LHA

Alpha Hydroxy Acid merupakan kelompok acid yang bekerja terutama di permukaan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Kandungan AHA yang populer antara lain glycolic acid dan lactic acid.

Karena bekerja di permukaan kulit, AHA cocok untuk kamu yang memiliki masalah kulit kusam, tekstur tidak rata, serta bekas jerawat yang membuat warna kulit terlihat kurang merata. Namun, pada kulit yang sensitif atau sedang mengalami skin barrier yang terganggu, penggunaan AHA sebaiknya dilakukan secara perlahan.

Baca juga: 5 Vitamin Penting untuk Melindungi Tubuh dari Dampak Paparan Abu Vulkanik

BHA, Pilihan untuk Pori-Pori Tersumbat

Kalau masalah utamamu adalah pori-pori tersumbat dan bruntusan, BHA atau Beta Hydroxy Acid bisa menjadi salah satu kandungan yang dipertimbangkan. Salicylic acid merupakan jenis BHA yang paling umum digunakan dalam skincare.

Berbeda dari AHA yang lebih banyak bekerja di permukaan kulit, BHA bersifat oil-soluble sehingga dapat membantu membersihkan minyak dan kotoran yang menumpuk di dalam pori-pori. Inilah alasan BHA sering ditemukan dalam produk yang ditujukan untuk kulit berminyak dan acne-prone.

PHA, Eksfoliasi yang Lebih Gentle

Kulit sensitif tapi ingin mulai menggunakan exfoliating acid? PHA atau Polyhydroxy Acid bisa menjadi pilihan. Ukuran molekul PHA yang lebih besar membuatnya bekerja lebih perlahan di permukaan kulit sehingga umumnya terasa lebih gentle.

PHA dapat membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus mempertahankan kelembapan kulit. Namun, tetap penting memperhatikan frekuensi penggunaan dan kondisi skin barrier, karena kulit sensitif pun bisa mengalami iritasi jika terlalu banyak dieksfoliasi.

Baca juga: Clean Beauty, Vegan Beauty, dan Halal Beauty: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Kamu?

LHA, Eksfoliasi dengan Karakteristik Lipophilic

Lipo Hydroxy Acid memiliki karakteristik yang mirip dengan salicylic acid karena bersifat lipophilic, sehingga dapat membantu bekerja pada area yang memiliki minyak berlebih dan pori-pori tersumbat. LHA juga dikenal memiliki kemampuan eksfoliasi yang lebih perlahan. Karena itu, kandungan ini sering dipertimbangkan untuk kulit yang ingin mendapatkan manfaat eksfoliasi tetapi membutuhkan pendekatan yang lebih gentle.

Jadi, Mana yang Cocok untuk Bruntusan?

Tidak ada satu jenis acid yang otomatis paling bagus untuk semua bruntusan. Jika bruntusan berkaitan dengan pori-pori tersumbat dan produksi minyak berlebih, BHA bisa menjadi salah satu pilihan. Sementara itu, AHA lebih cocok jika masalah yang dominan adalah tekstur dan penumpukan sel kulit mati.

Untuk kulit sensitif, PHA atau formula dengan konsentrasi acid yang lebih rendah dapat menjadi pilihan untuk memulai eksfoliasi secara perlahan. Apa pun jenisnya, hindari menggunakan terlalu banyak exfoliating products sekaligus dan jangan lupa menggunakan sunscreen pada pagi hari.

Yang paling penting, eksfoliasi bukan berarti semakin sering semakin bagus. Mulailah dengan frekuensi rendah dan perhatikan respons kulit. Jika kulit terasa perih, semakin merah, kering, atau bruntusan justru bertambah parah, sebaiknya kurangi atau hentikan sementara penggunaan exfoliating acid.

Image: Dok. iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment