ic-fd

Gimana Cara Menjaga Kulit dari Abu Vulkanik? Ini Tips dari Expert!

health wellness
author

salmanrh・in 5 hours

detail-thumb

Cara paling efektif menjaga kulit dari abu vulkanik adalah membatasi kontak langsung dengan menggunakan pakaian tertutup dan masker, serta membilas kulit yang terpapar dengan air mengalir tanpa digosok!

Nggak hanya pernapasan yang perlu dijaga, kamu juga patut menjaga kulit dari abu vulkanik yang muncul dari Krakatau. Selain membatasi kontak langsung dengan menggunakan pakaian tertutup dan masker, serta membilas kulit yang terpapar dengan air mengalir tanpa digosok, lakukanlah double cleansing setelah beraktivitas di luar, dan pakai skincare untuk menjaga skin barrier tetap kuat, ya!

Berbeda dari debu biasa, abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam sehingga penanganannya nggak boleh sembarangan, lho. Yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Wajah Terkena Debu Vulkanik? Ini 4 Rekomendasi Facial Wash yang Bisa Kamu Pakai!

Kenapa Abu Vulkanik Berbahaya untuk Kulit?

Abu vulkanik itu beda jauh sama debu yang biasa kita temui sehari-hari. Dilansir dari CNBC, Menurut Skin Expert Claudia Christin, MBBS, Ph.D. (Dermatology), abu vulkanik bukan debu biasa karena partikelnya bisa bersifat tajam sehingga berpotensi melukai permukaan kulit. Kalau menempel di kulit, abu ini bisa menimbulkan gatal, kemerahan, hingga rasa nggak nyaman, dan risikonya lebih tinggi buat kamu yang punya kulit sensitif. Itulah kenapa penanganannya perlu lebih hati-hati dibanding sekadar mencuci muka seperti biasa.

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Keluar Rumah?

Langkah paling penting yang bisa kamu lakukan adalah melindungi fisik, bukan cuma mengandalkan skincare. Bahkan, kalau memungkinkan, kamu harus tetap berada di dalam rumah selama abu vulkanik masih menyebar di udara. Tapi, kalau memang terpaksa ke luar rumah, jangan lupa pakai masker (idealnya N95 atau KN95, atau masker medis sebagai alternatif), baju lengan panjang dan celana panjang berbahan rapat, topi untuk melindungi kulit kepala dan rambut, serta kacamata atau goggles untuk mencegah iritasi mata. dr. Claudia menekankan bahwa perlindungan fisik dalam situasi seperti ini lebih penting dibanding penggunaan produk skincare apapun. Buat kamu yang punya kulit kering atau sensitif, memakai pelembap dengan tekstur lebih rich atau diaplikasikan agak tebal juga bisa jadi lapisan perlindungan tambahan.

Bagaimana Cara Membersihkan Kulit yang Sudah Terpapar Abu Vulkanik?

Jawabannya yaitu bilas dulu dengan air mengalir dan jangan langsung digosok. Kalau kulitmu langsung digosok pakai cleanser atau handuk saat masih ada partikel abu menempel, itu justru bisa menggesekkan partikel tajam tersebut ke kulit dan memperparah iritasi. Jadi, urutannya adalah membilas area yang terpapar dengan air mengalir untuk menyingkirkan partikelnya, lalu membersihkan wajah secara lembut. Saat mengeringkan pun, hindari menggosok dengan handuk, cukup tepuk-tepuk atau tekan perlahan.

Baca juga: 5 Vitamin Penting untuk Melindungi Tubuh dari Dampak Paparan Abu Vulkanik

Apakah Perlu Double Cleansing Setiap Hari?

Nggak selalu, tergantung aktivitas yang kamu lakukan. Kalau kamu sempat beraktivitas di luar rumah dan terpapar abu, double cleansing disarankan untuk memastikan nggak ada partikel abu yang tertinggal di kulit. Kamu bisa mulai dengan cleansing oil atau cleansing balm, lalu dilanjutkan facial wasn yang gentle dengan air suam-suam kuku. Tapi, kalau kamu seharian di dalam rumah, nggak perlu terlalu khawatir sampai harus mencuci wajah berkali-kali sepanjang hari, karena mencuci wajah berlebihan justru bisa merusak skin barrier.

Bagaimana Cara Menjaga Skin Barrier selama Terpapar Abu Vulkanik?

Kunci utamanya adalah menyederhanakan skincare routine. Kalau kulit mulai terasa sensitif atau perih, kurangi atau hentikan sementara penggunaan bahan aktif yang berpotensi memicu iritasi, seperti exfoliating acids dan retinoid. Kamu bisa fokus pada pelembap untuk menjaga skin barrier. Kalau kulit sudah sangat sensitif, bisa beralih ke produk yang menggunakan spray, termasuk untuk reapply sunscreen, supaya mengurangi kontak dan gesekan langsung pada permukaan kulit.

Apa yang Perlu Dilakukan di Dalam Rumah agar Kulit Tetap Terlindungi?

Perlindungan nggak berhenti di kulit saja, lho. Kamu pun perlu menjaga kualitas udara di dalam rumah. Jadi, jangan lupa untuk memastikan pintu dan jendela tetap tertutup selama kondisi udara masih dipenuhi abu vulkanik. Kamu juga bisa menutup celah di bawah pintu dengan busa atau kain basah. Kalau punya air purifier, cek kondisi filternya supaya alat tetap bekerja optimal menyaring udara yang masuk ke ruangan, ya! 

Baca juga: Skin Barrier Rusak? Ini Cara Bantu Kulit Kamu Kembali Sehat!

FAQ Seputar Menjaga Kulit dari Abu Vulkanik

Apakah abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi kulit permanen? Iritasi akibat abu vulkanik umumnya bersifat sementara seperti gatal, kemerahan, atau rasa nggak nyaman, dan bisa membaik dengan penanganan yang tepat. Tapi, kalau iritasi nggak kunjung membaik atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit.

Apakah sunscreen tetap perlu dipakai saat hujan abu vulkanik? Ya, sunscreen tetap perlu digunakan. Kalau kondisi udara sedang berabu dan kamu perlu reapply, pertimbangkan format spray untuk meminimalkan gesekan pada kulit yang sensitif.

Bahan aktif skincare apa saja yang sebaiknya dihindari sementara? Sebaiknya kurangi atau hentikan sementara penggunaan exfoliating acids dan retinoid saat kulit mulai terasa sensitif atau perih akibat paparan abu vulkanik.

Kapan harus ke dokter kulit setelah terpapar abu vulkanik? Segera periksakan diri kamu kalau muncul keluhan seperti kemerahan yang tidak membaik, rasa perih yang menetap, atau iritasi yang semakin parah meski sudah dibersihkan dengan benar.

Menjaga kulit selama musim abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau ini sebenarnya nggak rumit, asal kamu paham urutannya. Jadi, kamu bisa ikuti tips di atas supaya kulit tetap sehat meski kondisi udara lagi kurang bersahabat! 

 

Image: iStock