banner-detik

beauty

Penasaran Seperti Apa Sejarah Makeup di Indonesia? HYAS Pamerkan 350 Koleksi dari Masa ke Masa

seo-img-article

HYAS: Makeup Through the Ages menghadirkan perjalanan sejarah makeup Indonesia lewat lebih dari 350 koleksi makeup, majalah vintage, dan buku langka dalam pameran perdananya di Jakarta.

Kalau sekarang makeup bisa viral dalam hitungan hari, dunia kecantikan Indonesia ternyata sudah punya perjalanan yang panjang. Cerita tersebut baru saja dibawa ke ruang pamer lewat HYAS: Makeup Through the Ages, pameran perdana HYAS yang mengajak pengunjung melihat kembali sejarah makeup di Indonesia.

Digelar pada 3 hingga 6 September 2026 di SPAC8, ASHTA District 8, Jakarta, pameran ini nggak hanya menampilkan produk makeup dari masa lalu saja, lho! Ada berbagai arsip, majalah, buku, hingga cerita tentang para pionir yang ikut membentuk industri kecantikan Indonesia. Yuk, simak artikel di bawah ini!

Baca juga: Sering ke Bandung tapi Bingung Mau ke Mana? Ini 5 Toko Lucu yang Wajib Kamu Datangi!

Lebih dari 350 Koleksi Makeup dari Berbagai Era

hyas exhibition 1

Masuk ke area pameran, pengunjung diajak mengikuti perjalanan beauty Indonesia melalui lebih dari 350 item makeup dari berbagai periode.

Koleksi tersebut dibagi menjadi tiga fase, yaitu ancient, colonial, dan recent, dengan perjalanan sejarah hingga sekitar periode Reformasi Indonesia. Nah, salah satu yang paling tua adalah face powder dari sebuah apotek era kolonial di Surabaya yang berasal dari tahun 1920-an atau bahkan lebih awal.

Cerita yang dibawa HYAS juga nggak berhenti di produk makeup. Ada hingga 200 majalah vintage dan 100 buku langka yang sebagian besar dikumpulkan selama sembilan bulan proses riset. Konsepnya dibuat dengan memadukan pengalaman museum dan galeri. So, pengunjung nggak cuma melihat koleksi, tetapi juga diajak memahami bagaimana beauty culture Indonesia berkembang dari waktu ke waktu.

Bisa lihat beauty heritage Indonesia lebih dekat

hyas exhibition 3

Di balik pameran ini ada keinginan untuk kembali mengenalkan cerita tentang kecantikan Indonesia yang mungkin sudah jarang dibicarakan.

Jauh sebelum beauty industry berkembang seperti sekarang, para pionir kecantikan Indonesia sudah memperkenalkan ritual beauty yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Kontribusi mereka kemudian ikut membentuk industri sekaligus cara Indonesia mendefinisikan kecantikan. Founder HYAS, Sissy Sosro, melihat pameran ini sebagai awal dari upaya untuk menjaga cerita tersebut agar nggak hilang begitu saja. “Our vision is to awaken Indonesia to the depth and sophistication of its innate beauty,” ujar Sissy Sosro.

Baca juga: Penasaran Outfit Nyaman tapi Tetap Stylish? UNIQLO LifeWear Week Punya 5 Inspirasinya!

Sariayu dan Mustika Ratu bawa cerita mereka

hyas exhibition 2

Sejarah beauty Indonesia tentu nggak lepas dari brand yang sudah menemani beberapa generasi. Karena itu, Sariayu Martha Tilaar dan Mustika Ratu juga menjadi bagian dari pameran ini. Sariayu Martha Tilaar menghadirkan perjalanan brand dalam mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia ke dunia kecantikan. Perjalanannya juga memperlihatkan bagaimana sebuah brand bisa terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar dan identitasnya.

Sementara itu, Mustika Ratu membawa cerita perjalanan yang sudah berlangsung lebih dari lima dekade. Brand ini bermula pada 1973 ketika Ibu BRA Mooryati Soedibyo mulai membuat produk kecantikan dan jamu dari garasi rumahnya dengan inspirasi dari budaya Indonesia. Salah satu hal yang cukup spesial adalah lebih dari 150 item arsip makeup Sariayu Martha Tilaar dipinjamkan untuk pameran ini. Beberapa di antaranya bahkan pertama kali ditampilkan kepada publik di luar museum mereka.

Beauty Legacy bertemu tren yang terus berubah dari masa ke masa

Melihat perjalanan tersebut di tengah industri beauty yang sekarang serba cepat terasa cukup menarik. Hari ini, brand baru bisa mendapatkan perhatian lewat media sosial, sementara tren makeup terus berganti. Namun, menurut Dr. Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group, legacy dan perubahan nggak harus menjadi dua hal yang berlawanan.

“Legacy bukan sekadar tentang apa yang telah dibangun di masa lalu, tetapi tentang nilai yang tetap relevan untuk dibawa ke masa depan,” ujarnya. Lewat HYAS: Makeup Through the Ages, kecantikan Indonesia akhirnya bisa dilihat dari sisi yang lebih luas. Bukan hanya soal produk atau tren yang sedang ramai, tetapi juga tentang sejarah, inovasi, karya, dan orang-orang yang ikut membangun industri ini. Pameran yang berlangsung hingga 6 September tersebut menjadi langkah awal HYAS untuk menjaga cerita beauty heritage Indonesia sekaligus membuatnya tetap relevan untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Baca juga: Gaya Makin Fleksibel, Intip Cara Tantri Namirah, Ririn Ekawati hingga Ibnu Jamil Pakai UNIQLO Fall/Winter 2026

image: dok. HYAS

Slow Down

Please wait a moment to post another comment