ic-fd

Lampung Financial Festival 2026 Resmi Dimulai, Membahas Literasi Keuangan Masyarakat!

lifestyle
author

salmanrh・in 7 hours

detail-thumb

Masih clueless soal keuangan dan bingung gimana cara memulainya? Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah datang ke Lampung Financial Festival 2026!

Akhir pekan ini, Lampung jadi pusat perhatian buat urusan literasi keuangan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi membuka gelaran Lampung Financial Festival 2026, program tahunan yang digelar dua kali setahun untuk mendorong masyarakat lebih melek soal keuangan. Hari pertama festival ini diisi diskusi soal data literasi dan inklusi keuangan, sampai sesi inspiratif dari beberapa tokoh besar. Yuk, simak rangkumannya!

Baca juga: Bukan Cuma Ngobrolin Uang, Ini Keseruan Lampung Financial Festival 2026!

Kenapa Lampung Jadi Lokasi Pilihan Festival Tahun Ini

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa pemilihan Lampung bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemetaan LPS, tingkat literasi masyarakat Lampung soal penjaminan simpanan masih di bawah rata-rata nasional, yaitu sekitar 58,5% dibandingkan 62,5% secara nasional. Artinya, masih banyak masyarakat Lampung yang belum sepenuhnya paham bahwa dana yang mereka simpan di bank itu dijamin keamanannya.

Angka-Angka yang Menunjukkan Gap Literasi dan Inklusi Keuangan

Wakil Ketua DK LPS, Farid Azhar Nasution, memaparkan data terbaru dari survei OJK, LPS, dan BPS. Indeks inklusi keuangan Lampung tercatat 90,9%, sedikit di bawah rata-rata nasional 93,6%, sementara literasi keuangan Lampung justru lebih tinggi dari rata-rata nasional, yaitu 72,3% berbanding 69,6%. Sederhananya, masyarakat Lampung sudah cukup paham soal keuangan, tapi belum sepenuhnya memanfaatkan akses yang ada, di tengah maraknya jebakan keuangan baru seperti pinjol ilegal dan judi online.

Baca juga: Kenapa Industri Kosmetik Indonesia Terus Tumbuh? Ini Penjelasannya!

Sorotan dari Akademisi dan Pemerintah Daerah

Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, mengapresiasi festival ini karena membawa diskusi penting soal keuangan ke tengah masyarakat, dan berharap dampaknya terasa lewat perubahan kecil seperti mulai mencatat pengeluaran hingga lebih berhati-hati dalam berutang. Sebagai tuan rumah, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan bahwa sektor jasa keuangan jadi fondasi penting pertumbuhan ekonomi daerah, dan menyoroti masih adanya kesenjangan antara kemudahan akses keuangan digital dengan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menggunakannya.

Zulkifli Hasan Bahas Soal Proses Menuju Kesuksesan

Di sesi 1 on 1 hari pertama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas berbagi cerita hidupnya sebagai anak daerah yang berhasil meniti karier. Ia menekankan bahwa tidak ada kesuksesan instan tanpa proses, dan menganalogikannya seperti menempa pedang, semakin lama dan bagus tempaannya, semakin tajam hasilnya. Menurutnya, semakin berat tantangan yang dihadapi, harusnya semakin membuat seseorang jadi lebih kuat, bukan malah menyerah.

Baca juga: 11 Tahun J&T Express, Makin Dekat dengan Pelanggan dan Terus Bawa Dampak Positif!

Kerja Keras dan Niat Baik ala Chairul Tanjung

Chairul Tanjung atau yang sering disapa CT, turut membagikan filosofi hidupnya dalam membangun bisnis. Ia bercerita soal rutinitas kerjanya yang konsisten dari pagi hingga dini hari selama lebih dari 50 tahun, dan mengenang pengalamannya menangkap peluang bisnis fotokopi saat masih kuliah di Universitas Indonesia. Menurutnya, hal paling mendasar sebelum memulai usaha adalah niat baik, karena bisnis yang dibangun dengan niat menipu tidak akan membawa keberkahan.

Yes, hari pertama Lampung Financial Festival 2026 berhasil menyajikan kombinasi menarik antara data serius soal literasi keuangan dan cerita inspiratif dari para tokoh. Nggak hanya seru, tetapi juga insightful. So, jangan sampai ketinggalan keseruannya sampai hari terakhir!

 

Image: Dok. LPS