beauty
in 7 hours
Kenapa Jerawat Susah Hilang Padahal Sudah Coba Berbagai Produk? Ini Penjelasannya!
Jerawat susah hilang, padahal sudah coba berbagai produk? Bisa jadi ada faktor lain yang membuat jerawat terus muncul. Yuk, cari tahu penyebabnya!
Menurut aku, jerawat memang jadi salah satu masalah kulit yang bikin gemas banget. Kamu sudah rajin pakai skincare, mencoba produk khusus jerawat, bahkan beli berbagai produk yang katanya ampuh, tetapi jerawat masih saja muncul dan susah hilang. Apalagi kalau baru sembuh, lalu muncul lagi di area lain.
Ternyata, jerawat yang susah hilang nggak selalu disebabkan oleh produk yang kurang cocok. Ada faktor lain seperti hormon, produksi minyak, stres, sampai kebiasaan sehari-hari yang bisa memengaruhi kondisi kulit. Jadi, sebelum buru-buru menambah skincare baru, kenali dulu ya penyebabnya!
Baca juga: Cooling Skincare untuk Cuaca Panas: Rahasia Kulit Tetap Fresh, Sejuk, dan Bebas Gerah
Jerawat muncul karena pori-pori tersumbat

Jerawat atau acne vulgaris terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh sel kulit mati dan sebum atau minyak alami kulit. Saat sumbatan mengalami peradangan, muncul jerawat yang bisa terlihat merah, bengkak, atau berisi nanah.
Bakteri Cutibacterium acnes juga dapat berperan dalam proses peradangan. So, kalau faktor pemicunya masih ada, jerawat bisa saja muncul lagi meskipun sebelumnya sudah membaik.
Hormon bisa bikin jerawat muncul lagi
Kalau jerawat sering muncul menjelang menstruasi, faktor hormonal mungkin ikut berperan. Perubahan hormon androgen dapat membuat produksi sebum meningkat sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.
Jerawat hormonal juga cukup sering muncul di area dagu dan rahang. Jadi, kalau jerawat datang secara berkala, coba perhatikan juga apakah ada hubungannya dengan siklus menstruasi.
Bisa jadi penggunaan produk kurang tepat
Benzoyl peroxide, salicylic acid, dan sulfur memang umum digunakan untuk membantu mengatasi jerawat. Namun, semakin banyak bahan aktif yang digunakan bukan berarti jerawat akan semakin cepat hilang.
Penggunaan berlebihan justru bisa membuat kulit kering, iritasi, dan skin barrier terganggu. Apalagi jika beberapa produk aktif digunakan bersamaan.
Untuk produk yang mengandung antibiotik topikal, penggunaannya juga sebaiknya sesuai anjuran dokter karena pemakaian yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri.
Stres juga bisa memengaruhi kulit

Kamu pernah merasa jerawat muncul lebih banyak saat sedang banyak pikiran? Stres ternyata juga bisa berpengaruh terhadap kondisi kulit, lho. Saat stres, tubuh dapat melepaskan hormon kortisol yang berkaitan dengan respons peradangan. Stres juga sering membuat waktu tidur berantakan, sehingga tubuh kurang mendapatkan waktu istirahat.
So, selain skincare, jangan lupa untuk menjaga waktu tidur dan mencari cara yang nyaman untuk mengelola stres, ya!
Baca juga: Masih Punya Bekas Jerawat? Ini Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Sesuai Jenisnya
Kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan
Hal-hal kecil seperti jarang mengganti sarung bantal, menggunakan handuk wajah terlalu lama, atau sering menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih juga perlu diperhatikan.
Pastikan benda yang sering menyentuh wajah tetap bersih dan dicuci secara rutin. Pola makan juga bisa diperhatikan karena pada sebagian orang, makanan dengan indeks glikemik tinggi dan produk susu dapat berkaitan dengan munculnya jerawat.
Namun, respons setiap orang berbeda. Jadi, nggak perlu langsung menghindari makanan tertentu sebelum mengetahui apakah makanan tersebut memang menjadi pemicu kulitmu.
Jangan terlalu sering gonta-ganti skincare!

Saat jerawat nggak kunjung hilang, rasanya memang ingin langsung mencoba produk baru. Apalagi kalau melihat produk yang katanya bisa membuat jerawat cepat kempes.
Namun, terlalu sering mengganti skincare justru bisa membuat kulit lebih sulit beradaptasi. Penggunaan terlalu banyak bahan aktif juga dapat meningkatkan risiko iritasi.
Coba evaluasi kembali skincare routine yang sedang digunakan dan tetap fokus pada basic skincare seperti pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen untuk menjaga skin barrier kamu, ya.
Baca juga: Whiteheads di Hidung Susah Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah harus ke dokter kulit?
Kalau jerawat kamu sudah berlangsung lama, semakin meradang, terasa sakit, atau mulai meninggalkan bekas dan jaringan parut, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit.
Terlebih jika sudah mencoba perawatan selama beberapa minggu tetapi kondisinya nggak kunjung membaik. Dokter dapat membantu mencari tahu penyebabnya dan menentukan perawatan yang sesuai.
So, kalau jerawat masih betah meskipun sudah mencoba berbagai produk, jangan langsung menyalahkan skincare yang digunakan, ya! Coba perhatikan juga faktor hormon, stres, kebiasaan sehari-hari, dan cara penggunaan produknya.
Dan yang paling penting, jangan asal memencet jerawat karena bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas jerawat!
image: iStock



