
Penyebab rambut mulai botak ternyata tidak selalu berkaitan dengan usia. Faktor genetik, perubahan hormon, stres, hingga kebiasaan merawat rambut sehari-hari bisa ikut berperan. Supaya tidak salah menebak penyebabnya, berikut lima faktor yang paling umum dan perlu kamu ketahui.
Rambut yang semakin tipis atau kulit kepala yang mulai terlihat lebih jelas tentu bisa bikin khawatir. Apalagi jika kondisi tersebut terjadi secara perlahan tanpa disadari. Meski kerontokan merupakan bagian normal dari siklus rambut, penipisan yang semakin terlihat bisa menjadi tanda adanya faktor tertentu yang memengaruhi kesehatan folikel rambut.

Salah satu penyebab rambut mulai botak yang paling umum adalah faktor genetik. Kondisi ini dikenal sebagai androgenetic alopecia dan dapat dialami oleh perempuan maupun laki-laki. Jika memiliki anggota keluarga dengan riwayat rambut menipis atau kebotakan, kemungkinan mengalami kondisi serupa juga dapat meningkat.
Pada laki-laki, kebotakan biasanya lebih mudah terlihat dari garis rambut yang semakin mundur atau area crown yang menipis. Sementara pada perempuan, tanda yang lebih sering terlihat adalah belahan rambut yang semakin lebar dan kepadatan rambut di bagian atas kepala yang berkurang secara perlahan. Kondisi ini biasanya berkembang secara bertahap sehingga terkadang baru disadari ketika penipisan rambut sudah cukup terlihat.
Baca juga: Inferno Hot Pilates Bikin Dark Spots? Ini Mitos atau Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Hormon memiliki peran besar dalam mengatur siklus pertumbuhan rambut. Perubahan hormon tertentu dapat menyebabkan lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat dan akhirnya mengalami kerontokan.
Pada perempuan, perubahan ini dapat terjadi setelah melahirkan, menjelang menopause, atau ketika terdapat kondisi tertentu yang memengaruhi keseimbangan hormon. Hormon androgen yang terlalu tinggi atau sensitivitas folikel rambut terhadap androgen juga dapat berhubungan dengan pola kebotakan tertentu.
Jika rambut tiba-tiba menipis bersamaan dengan perubahan siklus menstruasi, munculnya jerawat yang lebih parah, atau perubahan tubuh lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah terdapat faktor hormonal yang berperan.
Stres berat, baik secara emosional maupun fisik, juga dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Salah satu kondisi yang dapat terjadi adalah telogen effluvium, yaitu ketika lebih banyak rambut masuk ke fase istirahat sebelum akhirnya rontok.
Kerontokan akibat stres juga tidak selalu muncul saat seseorang sedang mengalami periode stres. Rambut bisa mulai rontok beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah pemicunya terjadi. Karena itu, terkadang penyebabnya terasa sulit ditemukan.
Selain stres emosional, tubuh yang mengalami tekanan seperti sakit berat, kurang tidur berkepanjangan, atau perubahan berat badan yang drastis juga dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Baca juga: Cuaca Berubah, Kulit Ikutan Breakout? Ini Cara Menyesuaikan Skincare Routine

Rambut membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh dengan optimal. Pola makan yang terlalu ketat, penurunan berat badan secara drastis, atau kurangnya asupan protein dapat membuat rambut menjadi lebih rapuh dan mudah rontok.
Beberapa nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan rambut antara lain protein, zat besi, zinc, dan vitamin tertentu. Ketika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, tubuh dapat memprioritaskan fungsi organ yang lebih penting sehingga pertumbuhan rambut ikut terdampak.
Jika sedang menjalani diet, pastikan pola makan tetap seimbang dan mencukupi kebutuhan energi serta protein. Bila kerontokan cukup berat, dokter dapat menyarankan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat kekurangan nutrisi tertentu.

Sering menggunakan alat styling bersuhu tinggi, bleaching, pewarnaan, atau mengikat rambut terlalu kencang juga bisa membuat rambut terlihat semakin tipis. Kerusakan akibat styling memang berbeda dengan kebotakan yang berasal dari folikel rambut, tetapi rambut yang rapuh dapat lebih mudah patah sehingga volumenya tampak berkurang.
Gaya rambut yang terus-menerus memberikan tarikan pada akar juga dapat menyebabkan traction alopecia. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan folikel yang lebih serius.
Karena itu, saat rambut mulai menipis, coba kurangi penggunaan alat panas, hindari mengikat rambut terlalu kencang, dan berikan jeda dari proses kimia yang berlebihan.
Rambut rontok dalam jumlah tertentu merupakan hal yang normal. Namun, jika mulai muncul area botak yang jelas, belahan rambut semakin melebar, rambut rontok secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, atau kondisi terus memburuk, sebaiknya jangan hanya mengandalkan produk perawatan rambut.
Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mengetahui penyebab rambut mulai botak secara lebih tepat. Dengan begitu, penanganannya dapat disesuaikan dengan faktor pemicunya, bukan sekadar mencoba berbagai produk secara acak.
Image: Dok. iStock