Ternyata cara cuci muka yang kelihatannya sepele bisa berdampak besar ke kondisi kulit. Ini enam kebiasaan yang perlu dihindari supaya skin barrier tetap sehat!
Kulit sehat dan glowing itu nggak selalu mengenai skincare mahal aja, lho. Justru, langkah paling basic seperti cuci muka punya peran besar dalam menjaga kondisi kulit. Sayangnya, banyak yang masih menganggap rutinitas ini sebagai hal sepele.
Padahal, kalau kamu melakukannya dengan cara yang kurang tepat, kebiasaan mencuci muka justru bisa merusak skin barrier. Akibatnya, kulit jadi lebih mudah kering, kemerahan, breakout, bahkan terasa perih. Kamu nggak mau hal itu terjadikan? Yuk, simak penjelasan di bawah ini, ya.
Baca juga: Penasaran Penyakit Kulit Apa Saja? Kenali Jenis Penyebab dan Cara Mengatasinya
Salah pilih face wash

Kelihatannya simpel, tapi pemilihan face wash itu cukup krusial. Pakai cleanser yang terlalu keras bisa bikin kulit terasa kesat berlebihan, tanda kalau minyak alami ikut terangkat. Kalau kulitmu kering, coba beralih ke cleanser yang lebih hydrating dengan tekstur cream. Sementara untuk kulit berminyak, gel cleanser biasanya lebih nyaman dan ringan. Dari sini saja biasanya kondisi kulit sudah mulai lebih stabil.
Terlalu sering cuci muka
Ada anggapan kalau semakin sering cuci muka, kulit akan semakin bersih. Aku juga berpikiran seperti itu, lho. Padahal kenyataannya, overwashing justru bisa melemahkan skin barrier. Idealnya, cukup dua kali sehari. Kalau habis aktivitas berat atau berkeringat, nggak harus selalu pakai sabun lagi. Kadang cukup bilas dengan air atau gunakan cleanser yang sangat gentle.
Baca juga: Kamu Suka Aroma Woody? Ini 7 Parfum Lokal yang Worth to Try!
Air panas bikin nyaman, tapi kurang ramah untuk kulit

Cuci muka pakai air panas memang terasa relaxing, tapi efeknya bisa bikin kulit cepat kehilangan kelembapan. Jadi, lebih aman pakai air biasa saja, ya. Karena masih nyaman, tapi nggak bikin kulit terasa kering setelahnya.
Terlalu kasar saat membersihkan wajah
Menggosok wajah terlalu keras, apalagi pakai scrub atau alat tertentu, bisa bikin iritasi tanpa disadari. Bahkan dalam jangka panjang bisa merusak lapisan pelindung kulit.
Coba biasakan pijat wajah dengan lembut pakai ujung jari selama beberapa detik. Untuk eksfoliasi, cukup 1 sampai 2 kali seminggu dengan produk yang gentle.
Baca juga: Usual Parfums × Barasuara “Hitam dan Biru”: Saat Lagu Menjadi Aroma
Nggak double cleansing saat dibutuhkan
Kalau pakai makeup atau sunscreen, satu kali cuci muka sering kali belum cukup bersih. Sisa kotoran yang tertinggal bisa memicu breakout. Solusi paling aman adalah double cleansing di malam hari. Mulai dengan oil-based cleanser, lalu lanjutkan dengan face wash biasa. Kulit bisa lebih terasa bersih tanpa harus digosok berlebihan.
Tidak skincare-an

Banyak yang langsung selesai setelah cuci muka, padahal ini momen penting untuk mengunci kelembapan kulit. Setelah wajah bersih, sebaiknya langsung lanjut toner dan moisturizer supaya kulit tetap terhidrasi. Di pagi hari, jangan lupa sunscreen karena ini kunci menjaga skin barrier dari paparan sinar UV.
Apakah worth it?
Kalau kulitmu akhir-akhir ini terasa lebih sensitif, gampang breakout, atau kering, bisa jadi masalahnya ada di kebiasaan cuci muka yang kurang tepat. Perubahan kecil seperti ini memang terlihat sepele, tapi efeknya bisa cukup signifikan kalau dilakukan konsisten. Jadi, nggak ada salahnya mulai evaluasi lagi rutinitas basic kamu dari sekarang, ya!
Image: dok. iStock



