lifestyle
in 6 hours
Sport Massage dan Massage Biasa, Apa Bedanya? Ternyata Recovery Bisa Pengaruhi Performance
Sport massage dan massage biasa mungkin sekilas terlihat sama. Sama-sama melibatkan pijatan untuk tubuh, tetapi sebenarnya memiliki fokus yang berbeda.
Kalau massage biasa lebih sering dilakukan untuk relaksasi, sport massage punya pendekatan yang lebih spesifik untuk tubuh yang aktif bergerak. Konsep inilah yang dibawa oleh Pulse, sports massage and recovery brand yang hadir untuk mereka yang punya ritme hidup aktif, mulai dari runners dan gym-goers hingga orang-orang dengan rutinitas sehari-hari yang padat.
Kenapa Harus Recovery?

Buat kamu yang rutin olahraga, recovery bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Justru, recovery merupakan bagian dari performance yang membantu tubuh kembali siap untuk aktivitas berikutnya. Pulse membawa konsep “Recovery as part of performance”, dengan pendekatan sports massage melalui precision, rhythm, dan body awareness. Tujuannya bukan hanya membuat tubuh terasa lebih rileks, tetapi membantu tubuh melakukan reset, realign, dan kembali bergerak.
Jadi, recovery nggak harus menunggu sampai badan benar-benar pegal. Setelah long run, strength training, workout intens, atau di tengah jadwal latihan yang padat, tubuh juga membutuhkan perhatian supaya tetap siap menghadapi sesi berikutnya.
Baca juga: Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
Kapan Waktu yang Tepat untuk Sport Massage?
Sebenarnya nggak ada satu waktu yang paling tepat untuk recovery karena semuanya kembali ke kondisi tubuh dan intensitas aktivitas masing-masing. Namun, recovery bisa dilakukan setelah sesi latihan yang cukup berat, seperti long run atau strength training, ketika otot terasa tense dan fatigued, atau di sela-sela training block yang cukup padat.
Kalau sedang menjalani program latihan untuk race, recovery juga bisa dijadikan bagian dari training routine. Yang penting, jangan menjadwalkan treatment yang intens tepat sebelum sesi olahraga berat. Berikan tubuh waktu untuk beristirahat dan beradaptasi setelah treatment.
Baca juga: Hair Oiling, Ritual Perawatan Rambut yang Bisa Bikin Rambut Lebih Lembap dan Sehat
Menghadirkan Menu Sesuai Kebutuhan

Pulse menawarkan beberapa pilihan treatment yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Release merupakan full-body deep tissue treatment yang menargetkan lapisan otot lebih dalam untuk mendukung recovery. Ada juga Repulse untuk area tubuh tertentu, serta Relax yang lebih menenangkan untuk membantu tubuh melepas physical fatigue. Recovery juga bisa dilengkapi dengan assisted stretching, kinesio tape, magnesium oil, dan dry cupping, serta guided stretching bersama therapist.
Experience Release 90 Minutes

Kebetulan saat ini aku sedang marathon training dan sempat merasa lower body sangat tense dan tegang karena jadwal latihan yang cukup intens. Karena itu, aku mencoba menu Release selama 90 menit di Pulse. Yang aku suka, terapisnya cukup edukatif dan nggak sekadar langsung mulai massage. Sebelum treatment, aku ditanya bagian tubuh mana yang terasa pegal atau paling membutuhkan perhatian. Jadi, treatment-nya terasa lebih personal sesuai kondisi tubuh saat itu.
Terapisnya juga mengingatkan bahwa setelah massage, sebaiknya aku mengambil waktu untuk beristirahat dan nggak langsung punya jadwal olahraga keesokan harinya karena badan bisa terasa lebih lemas. Dua hari setelah treatment, aku punya jadwal long run. Surprisingly, kaki terasa lebih fresh dan siap kembali berlari. Dari situ aku jadi semakin merasa kalau recovery memang bukan sekadar “tambahan” setelah olahraga, tapi bagian dari persiapan untuk sesi latihan berikutnya.
Berlokasi di Jakarta Selatan, Pulse hadir sebagai recovery space untuk mereka yang hidup dalam ritme yang terus bergerak. Karena pada akhirnya, recovery bukan jeda dari performance, melainkan bagian dari performance itu sendiri.
Image: Dok. iStock, Dok. Female Daily



