ic-fd

Bukan Sekadar Scrub Biasa, Ini Sejarah Panjang Lulur Bengkoang di Indonesia

beauty
author

salmanrh・in 7 hours

detail-thumb

Kenali sejarah lulur bengkoang, manfaatnya untuk kulit, hingga alasan tradisi kecantikan putri keraton ini tetap populer sampai sekarang!

Lulur bengkoang sudah jadi salah satu produk body care yang paling dikenal di Indonesia. Bahkan hingga sekarang, banyak brand lokal yang masih menghadirkan varian lulur karena dipercaya membantu membuat kulit terasa lebih halus, lembut, dan tampak lebih cerah. Tapi tahukah kamu kalau di balik lulur yang sering kita temukan di minimarket ini ternyata tersimpan sejarah yang panjang?

Jauh sebelum hadir dalam kemasan praktis seperti sekarang, body care yang satu ini merupakan bagian dari ritual kecantikan para putri keraton di Pulau Jawa. Menariknya lagi, bahan utama lulur ini ternyata bukan tanaman asli Indonesia. Penasaran gimana perjalanan lulur bengkoang hingga menjadi salah satu warisan kecantikan Nusantara? Yuk, simak kisahnya!

Baca juga: Tampil Ayu dalam Balutan Kebaya, Lirik Detail Kebaya Athina saat Prosesi Mitoni!

Apa Itu Lulur Bengkoang?

lulur bengkoang

Lulur bengkoang adalah lulur tradisional Indonesia yang menggunakan bengkoang sebagai salah satu bahan utamanya. Perawatan tubuh ini bertujuan membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terasa lebih halus dan segar. Selain itu, bengkoang juga dikenal mengandung vitamin C dan antioksidan yang sering dikaitkan dengan manfaat untuk menjaga tampilan kulit tetap sehat. Meski kini tersedia dalam berbagai formula modern, konsep lulur sebenarnya sudah digunakan masyarakat Indonesia selama ratusan tahun sebagai bagian dari ritual perawatan tubuh.

Sejarah Lulur Bengkoang, Berawal dari Ritual Putri Keraton

Jauh sebelum lulur bisa dibeli dengan harga terjangkau, ritual melulur sudah menjadi bagian dari tradisi kecantikan kalangan bangsawan Jawa. Para putri keraton melakukan ritual lulur secara rutin, umumnya dua kali dalam seminggu, sebagai bagian dari perawatan tubuh. Menjelang pernikahan, ritual ini bahkan dilakukan setiap hari selama kurang lebih 40 hari berturut-turut. Tradisi tersebut dipercaya sebagai bentuk persiapan lahir dan batin sebelum memasuki kehidupan baru. Saat itu, lulur bukan hanya soal menjaga penampilan, tetapi juga menjadi simbol perawatan diri, kebersihan, dan penghormatan terhadap tubuh. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini diwariskan kepada masyarakat luas hingga akhirnya menjadi bagian dari budaya kecantikan Indonesia.

Baca juga: Mengenal Kebaya Nitik yang Dipakai Maia Estianty, Busana Adat Jawa yang Penuh Makna!

Bengkoang Ternyata Berasal dari Meksiko

Meski identik dengan Indonesia, bengkoang ternyata berasal dari kawasan Meksiko dan Amerika Tengah. Tanaman ini dibawa ke Asia Tenggara oleh bangsa Spanyol melalui Filipina sebelum akhirnya menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Nusantara. Diperkirakan bengkoang mulai masuk ke Indonesia sekitar akhir abad ke-17 melalui Ambon, kemudian dibudidayakan secara luas di Pulau Jawa dan Sumatra. Karena sudah begitu lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bengkoang pun memiliki banyak nama daerah seperti bengkuang, bengkowang, besusu, hingga sengkuawang.

Baca juga: Kaya akan Budaya, Ini 4 Treatment ala Keraton Yogyakarta yang Menenangkan Tubuh!

Kenapa Bengkoang Dipilih sebagai Bahan Lulur?

Ada alasan mengapa bengkoang menjadi salah satu bahan favorit dalam lulur tradisional. Umbi ini mengandung vitamin C yang berperan dalam pembentukan kolagen, protein yang membantu menjaga elastisitas kulit. Selain itu, vitamin C juga dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas penyebab kulit tampak kusam.

Bengkoang juga memiliki kandungan air yang tinggi sehingga memberikan sensasi segar ketika digunakan sebagai bagian dari perawatan tubuh. Meski begitu, penting dipahami bahwa manfaat lulur bengkoang umumnya berasal dari proses eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati. Klaim seperti “memutihkan kulit” belum memiliki bukti ilmiah yang kuat sehingga sebaiknya dipahami secara proporsional.

Baca juga: Tebu, Tanaman Primadona untuk Kesehatan Kulit sejak Dulu hingga Sekarang!

Dari Racikan Keraton hingga Produk Body Care Modern

Pada masa kerajaan, lulur dibuat dari campuran berbagai bahan alami seperti beras, kunyit, jahe, kayu manis, bubuk cendana, serta minyak bunga melati. Setelah dioleskan ke seluruh tubuh dan mulai mengering, lulur digosok perlahan untuk membantu mengangkat kotoran dan sel kulit mati. Ritual ini kemudian ditutup dengan berendam menggunakan air yang diberi bunga melati, kenanga, kamboja, dan sedap malam, sebuah tradisi yang identik dengan pemandian kerajaan seperti Tamansari di Yogyakarta.

Kini, lulur bengkoang telah berkembang menjadi produk yang jauh lebih praktis. Ada lulur berbentuk bubuk yang bisa dicampur sendiri, ada pula lulur krim siap pakai dengan tambahan bahan aktif seperti niacinamide, ceramide, maupun ekstrak tumbuhan lainnya. Walaupun formulanya semakin modern, penggunaan bahan alami tetap menjadi identitas utamanya.

Baca juga: Sudah Dilakukan sejak Dulu, Ini 3 Rahasia Kecantikan Perempuan Suku Baduy!

Kenapa Masih Populer sampai Sekarang?

Di tengah tren skincare yang makin berkembang, lulur bengkoang tetap memiliki tempat tersendiri. Selain harganya yang relatif terjangkau, banyak orang menyukai sensasi kulit yang terasa lebih halus setelah eksfoliasi. Nggak sedikit pula brand lokal yang terus mengembangkan produk lulur dengan tekstur yang lebih nyaman, aroma yang beragam, dan kandungan tambahan yang menyesuaikan kebutuhan kulit masa kini. 

Rekomendasi Produk

1. Purbasari Lulur Mandi Bengkoang

2. Herborist Lulur Tradisional Bali Bengkoang

3. Viva Lulur Mandi Bengkuang

4. Ovale Lulur Bali Bengkoang

5. Leivy SPA Body Scrub Lulur Badan Bengkoang

Jadi Warisan yang Masih Relevan

lulur bengkoang

Dari ritual eksklusif para putri keraton hingga jadi produk body care yang gampang ditemukan di berbagai toko, perjalanan lulur bengkoang memerlihatkan gimana sih sebuah tradisi bisa bertahan mengikuti perkembangan zaman. Meskipun sekarang dikemas lebih modern, filosofi di baliknya tetap sama yaitu merawat tubuh dengan bahan-bahan alami yang telah dipercaya selama ratusan tahun. Nggak heran kalau lulur bengkoang masih jadi salah satu simbol warisan kecantikan Indonesia yang banyak penggemarnya!

 

Image: iStock