
Review jujur Huda Beauty Lip Contour Stain dan Faux Filler Gloss. Apakah lip combo viral ini layak masuk wishlist? Simak pengalaman lengkapku di sini!
Tren lip combo rasanya masih belum ke mana-mana. Mulai dari tampilan bibir yang lebih defined hingga efek glossy ala jelly lips, kombinasi lip liner dan lip gloss masih jadi andalan banyak beauty enthusiast. Belum lama ini, Huda Beauty pun merilis Strawberry Latte Collection, koleksi terbaru yang menghadirkan beberapa shade baru Faux Filler Extra Shine Lip Gloss. Female Daily juga berkesempatan mencoba salah satu gloss dari koleksi tersebut, lengkap dengan Huda Beauty Lip Contour Stain yang memang dirancang sebagai pasangan lip combo.
Baca juga: Mauve Blush Lagi Naik Daun, Huda Beauty Rilis Strawberry Latte Collection
Sebagai seseorang yang hampir selalu memakai kombinasi lip liner dan gloss, tentu aku penasaran apakah duo ini benar-benar se-worth it seperti yang banyak berseliweran di TikTok. Buat referensi, aku punya skin tone light fair dengan undertone neutral-cool. Biasanya aku lebih cocok dengan nude yang masih punya hint pink, ditambah aku juga lebih suka lip liner yang creamy dan mudah di-blend, serta lip gloss yang ringan sampai hampir nggak terasa di bibir. Jadi, bagaimana performa keduanya setelah aku coba?


Dari segi packaging, menurutku kedua produk ini terlihat minimalis tapi tetap premium. Lip Contour Stain hadir dalam bentuk pena ramping dengan warna yang sesuai shade di dalamnya, sementara Faux Filler Extra Shine Lip Gloss dikemas dalam tube transparan yang memperlihatkan isi produknya. Keduanya juga terasa compact dan mudah dibawa untuk touch-up.
Aku mencoba Lip Contour Stain di shade Soft Nude. Kalau dilihat dari namanya, aku sempat berharap ini bakal jadi warna nude andalanku untuk dipakai sehari-hari. Sayangnya, setelah dicoba di bibir, menurutku shade ini kurang cocok dengan skin tone dan undertone-ku. Warnanya cenderung lebih hangat dan kecokelatan, sehingga hasil akhirnya terlihat sedikit off di wajahku.

Yang paling menarik dari produk ini tentu teksturnya. Karena merupakan hybrid antara lip stain dan lip liner, sensasinya benar-benar terasa seperti memakai marker atau spidol di bibir. Pigmentasinya tinggi, warnanya langsung keluar hanya dalam sekali usap, dan aplikator felt tip-nya juga memudahkan untuk menggambar garis bibir dengan presisi. Namun, karena formulanya cukup cepat nge-set, aku merasa harus bekerja agak cepat saat mengaplikasikannya. Begitu stain-nya mengunci, hasil akhirnya matte dan memang terasa minim transfer.
Kalau kamu suka lip liner yang hasilnya rapi, matte, dan tahan lama, kemungkinan besar kamu bakal menyukai formula ini. Tapi kalau preferensimu sama seperti aku yang lebih suka lip liner creamy dan masih bisa di-smudge untuk menciptakan efek yang lebih soft, mungkin butuh sedikit penyesuaian. Dibandingkan lip liner tradisional, Lip Contour Stain terasa lebih fixed karena langsung meninggalkan stain di bibir.
Baca juga: Kenalan dengan Blonzing, Tren Makeup Viral yang Bikin Wajah Lebih Hangat dan Berdimensi

Untuk gloss-nya, aku memakai shade Richcealer di bagian tengah bibir. Jujur, waktu pertama kali melihat warnanya di dalam tube, aku sempat mengira hasilnya akan cukup milky di bibir. Ternyata setelah dipakai, warnanya jauh lebih sheer. Di bibirku, Richcealer lebih terlihat seperti clear gloss dengan sedikit hint nude yang sangat subtle. Sesuai klaimnya, gloss ini memang memberikan kilau yang cantik.
Hasil akhirnya benar-benar glossy dan membuat bibir terlihat lebih penuh tanpa perlu memakai lip plumper. Dari foto before dan after juga kelihatan kalau bibir jadi tampak lebih berdimensi berkat efek glass shine-nya. Kalau ada satu hal yang cukup aku notice, teksturnya termasuk cukup thick. Saat bibir dikatupkan memang masih terasa sedikit lengket, meski menurutku masih dalam batas yang nyaman. Karena aku pribadi lebih suka lip gloss yang ringan dan hampir nggak terasa saat dipakai, Faux Filler Gloss memang terasa sedikit lebih berat dari preferensiku. Untungnya, formulanya tetap terasa melembapkan dan nggak bikin bibir terasa kering selama dipakai.

Kalau melihat hasil before dan after, menurutku perubahan yang paling terlihat bukan dari warna bibirnya, melainkan dimensinya. Sebelum memakai lip combo ini, warna bibirku terlihat lebih natural dengan sedikit pigmentasi di bagian pinggir. Setelah menggunakan Lip Contour Stain dan Faux Filler Gloss, garis bibir terlihat lebih terdefinisi, sementara tambahan gloss di bagian tengah memberikan efek bibir yang lebih penuh, juicy, dan sehat. Meski begitu, aku merasa hasil akhirnya akan lebih maksimal kalau dipadukan dengan shade lip liner yang lebih cocok untuk undertone-ku. Menurutku, Soft Nude sedikit terlalu warm sehingga belum memberikan hasil nude yang benar-benar flattering di bibirku.

Menurutku, duo ini tetap layak dilirik kalau kamu sedang mencari produk untuk menciptakan tampilan lip combo yang polished dan tahan lama. Lip Contour Stain menurutku paling cocok untuk kamu yang menyukai hasil matte, transfer-resistant, dan garis bibir yang tetap rapi sepanjang hari. Sementara Faux Filler Extra Shine Lip Gloss berhasil memberikan efek bibir yang lebih penuh dengan kilau yang cantik, meski teksturnya sedikit lebih rich dibanding jenis gloss yang biasanya aku sukai.
Baca juga: Review MOP Unbothered Demi-Matte Cushion, Apakah Cocok untuk Kulit Normal to Dry?
Kalau berbicara soal preferensi pribadi, aku masih lebih memilih lip liner yang creamy dan mudah di-blend, serta gloss yang terasa lebih ringan di bibir. Tapi secara keseluruhan, kombinasi keduanya memang berhasil menciptakan tampilan bibir yang lebih defined, glossy, dan terlihat lebih bervolume.
Kalau kamu memang penggemar lip combo dengan hasil akhir matte di bagian outline dan super glossy di tengah bibir, menurutku duo ini tetap layak masuk wishlist. Satu tips dariku, pastikan memilih shade Lip Contour Stain yang sesuai dengan skin tone dan undertone-mu supaya hasil akhirnya bisa terlihat lebih natural dan menyatu dengan keseluruhan makeup.
Images: Dok. Female Daily/armeliafarah