ic-fd

Capek Terus Padahal Nggak Olahraga? Yuk, Kenali Invisible Fatigue Bersama Garmin!

lifestyle
author

armeliafarah・in 5 hours

detail-thumb

Merasa lelah sepanjang hari? Garmin mengajak perempuan mengenali invisible fatigue dan pentingnya recovery di tengah padatnya aktivitas harian. 

Pernah merasa capek terus padahal rasanya nggak melakukan olahraga berat? Mulai dari mengejar deadline, mengurus rumah, menggendong anak, hingga berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya tanpa jeda, rutinitas sehari-hari ternyata bisa menguras energi lebih besar dari yang kita sadari.

Lewat kampanye Women of Endurance, Garmin mengajak perempuan untuk lebih memahami fenomena invisible fatigue, yaitu akumulasi kelelahan fisik dan mental yang sering kali tidak terlihat. Menariknya, Garmin mengibaratkan rutinitas perempuan sebagai bentuk “invisible training” karena aktivitas sehari-hari tersebut dapat memberikan tantangan yang tak kalah besar dibandingkan dengan latihan fisik.

Baca juga: UNIQLO Perkenalkan Koleksi Hijab Perdana di Indonesia, Intip Tiga Variannya!

Rutinitas sehari-hari bisa memberi beban layaknya latihan intens

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Garmin Indonesia (@garminid)

Menurut Garmin, aktivitas seperti menggendong anak sambil naik tangga, mengejar balita saat waktu makan, membawa belanjaan, hingga membereskan rumah dapat meningkatkan denyut jantung hingga menyerupai sesi HIIT (High-Intensity Interval Training). Belum lagi berbagai tanggung jawab yang harus dijalani dalam satu hari membuat perempuan dituntut memiliki ketahanan fisik sekaligus mental.

“Banyak perempuan menjalani aktivitas fisik dan mental yang intens setiap hari tanpa menganggapnya sebagai bentuk endurance. Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa tubuh mereka bekerja keras setiap hari, sehingga recovery dan pemantauan kesehatan menjadi hal yang sama pentingnya,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia. Untuk memperkuat pesan tersebut, Garmin juga menggandeng ilustrator perempuan Chouyi yang menghadirkan visual emosional mengenai ketahanan perempuan dalam menjalani berbagai peran setiap harinya.

Apa itu invisible fatigue?

garmin

Invisible fatigue adalah akumulasi kelelahan fisik dan mental yang sering kali tidak disadari karena menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Kurang tidur akibat fragmented sleep, tingkat stres yang tinggi, hingga minimnya waktu untuk recovery dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dan berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Melalui kampanye ini, Garmin ingin mengajak perempuan untuk lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh, sehingga recovery tidak lagi dianggap sebagai kemewahan, melainkan bagian penting dari menjaga kesehatan.

Baca juga: Self-Collection Jadi Cara Skrining HPV yang Lebih Praktis dan Minim Rasa Cemas!

Garmin bagikan cara mengenali invisible fatigue

garmin

Untuk membantu pengguna lebih memahami kondisi tubuhnya, Garmin merekomendasikan beberapa hal yang bisa dipantau melalui wearable, di antaranya:

  • Memantau kualitas tidur melalui fitur Sleep Coach.
  • Mengikuti tren tingkat stres sepanjang hari.
  • Melacak Heart Rate Variability (HRV) sebagai indikator recovery tubuh.
  • Memahami pengaruh pola konsumsi terhadap kondisi tubuh lewat Lifestyle Logging.
  • Menerapkan active rest, yaitu menjadikan waktu istirahat sebagai bagian dari rutinitas, sama seperti atlet yang menjadwalkan masa pemulihan setelah latihan.

Baca juga: Lagi Viral, Apa Benar Sleepmaxxing Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak? Ini Faktanya!

Lewat Women of Endurance, Garmin ingin mengingatkan bahwa tubuh perempuan bekerja keras setiap hari, meski aktivitas yang dijalani sering kali terlihat “biasa”. Karena itu, mengenali tanda-tanda invisible fatigue dan memberi ruang bagi tubuh untuk pulih menjadi langkah penting agar kesehatan tetap terjaga dalam jangka panjang. Recovery bukan berarti berhenti produktif, melainkan bagian dari merawat diri agar tetap bisa menjalani berbagai peran dengan optimal

Images: Dok. Garmin Indonesia, Dok. iStock