
Cari treatment skin tightening tanpa downtime? Kenalan dengan XERF, teknologi radiofrequency yang kini makin populer dan sudah tersedia di berbagai kota di Indonesia.
Kalau belakangan kamu sering melihat treatment XERF berseliweran di media sosial, ternyata bukan tanpa alasan. Dalam waktu sekitar 2 bulan sejak hadir di Indonesia, treatment skin tightening non-invasif ini sudah digunakan lebih dari 1.000 kali. Angka tersebut menunjukkan semakin banyak orang yang mencari perawatan untuk mengencangkan kulit tanpa harus menjalani prosedur yang rumit atau membutuhkan waktu pemulihan yang lama.
Popularitas XERF juga ikut terdongkrak berkat sejumlah nama besar. Kim Kardashian pernah membagikan pengalamannya mencoba treatment ini melalui Instagram Stories dan menyebutnya sebagai salah satu treatment favoritnya. Sementara itu, Priyanka Chopra juga sempat membagikan momen saat menjalani XERF. Di Indonesia sendiri, aktris Mikha Tambayong dipercaya menjadi Brand Ambassador XERF, sementara Park Shin Hye menjadi Global Ambassador-nya.
Baca juga: Hypochlorous Acid Spray, Skincare Multifungsi untuk Menenangkan Kulit dan Menjaga Skin Barrier

Meski sering disebut sebagai “tightening laser“, sebenarnya XERF bukanlah laser. Treatment ini menggunakan teknologi radiofrequency (RF) yang bekerja dengan menghantarkan energi panas ke beberapa lapisan kulit untuk membantu merangsang produksi kolagen.
XERF disebut sebagai perangkat monopolar RF dual-frequency pertama di dunia yang menggabungkan frekuensi 6,78 MHz dan 2 MHz. Kombinasi tersebut dirancang agar energi bisa menjangkau lapisan kulit yang berbeda sehingga membantu meningkatkan kekencangan kulit, memperbaiki elastisitas, sekaligus membuat kontur wajah terlihat lebih tegas. Yang menarik, treatment ini juga dilakukan tanpa jarum suntik, tanpa anestesi, dan minim downtime sehingga setelah treatment kamu tetap bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan saat menjalani treatment berbasis energi adalah rasa nggak nyaman selama prosedur berlangsung. Nah, XERF dirancang dengan beberapa teknologi yang bertujuan membuat pengalaman treatment terasa lebih nyaman.
Teknologi Wave Fit membantu menghantarkan energi RF secara lebih merata ke berbagai lapisan kulit. Selain itu, terdapat sistem pendingin yang menjaga permukaan kulit tetap dingin selama treatment berlangsung. XERF juga dilengkapi sensor yang memantau suhu kulit secara real-time. Jika suhu melebihi batas yang telah ditentukan, alat akan otomatis menghentikan sementara penghantaran energi sebagai fitur keamanan tambahan.
Baca juga: Eye Cream untuk Area Mata, Kapan Mulai Dibutuhkan dalam Skincare?

Saat ini, semakin banyak orang yang memilih treatment aesthetic untuk mempertahankan kondisi kulit, bukan sekadar memperbaiki tanda-tanda penuaan yang sudah terlihat jelas. Karena itu, treatment non-invasif seperti XERF mulai banyak dilirik.
Treatment ini dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi kulit yang mulai kendur, mempertegas garis rahang, mengurangi tampilan double chin, mengencangkan area pipi dan leher, hingga meningkatkan kekencangan serta elastisitas kulit secara keseluruhan. Hasil yang ditawarkan juga cenderung terlihat natural sehingga wajah tetap tampak seperti diri sendiri, hanya terlihat lebih segar.
Seiring meningkatnya minat masyarakat, jaringan klinik yang menyediakan XERF juga terus bertambah. Saat ini treatment tersebut sudah tersedia di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bali, Batam, hingga Makassar.
Di Jabodetabek, XERF dapat ditemukan di sejumlah klinik seperti Kalyce Clinic, Ace Dermatology, Aestheglow Clinic, FBC Clinic, Blink Beauty Clinic, Lavalen Clinic, Cheongdam Clinic, MedikPro Clinic, Alya Skin Clinic, hingga Skin’s Essential Clinic BSD. Sementara itu, untuk wilayah Bali, treatment ini tersedia di Elea Clinic dan Soma Clinic.
Dengan semakin banyaknya pilihan treatment non-invasif yang minim downtime, tren perawatan kulit kini bergeser ke arah perawatan yang lebih praktis dan natural. XERF menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin menjaga kekencangan kulit tanpa harus mengubah penampilan secara drastis.
Image: dok. XERF