banner-detik

lifestyle

Lebih dari Sekadar Baju, Ini Cerita dan Sejarah Kebaya yang Perlu Kamu Tahu!

seo-img-article

Ternyata, sejarah kebaya itu cukup panjang dan banyak cerita di baliknya. Selain memakainya, yuk ketahui lebih dalam tentang hal tersebut!

Kalau kamu pernah memakai kebaya entah buat kondangan, wisuda, atau sekadar foto-foto, mungkin kamu nggak kepikiran betapa panjangnya perjalanan busana satu ini. Kebaya bukan cuma pakaian tradisional yang cantik dipandang. Ia adalah saksi bisu dari ratusan tahun pertemuan budaya, pergolakan sejarah, dan identitas perempuan Nusantara yang terus berevolusi. Karena hari ini, 24 Juli diperingati sebagai hari berkebaya, yuk, kita ulik ceritanya dari awal!

Baca juga: Tampil Ayu dalam Balutan Kebaya, Lirik Detail Kebaya Athina saat Prosesi Mitoni!

Dari Mana Sebenarnya Kebaya Berasal?

Sampai sekarang, asal-usul kebaya masih jadi bahan perdebatan para peneliti dan sejarawan. Salah satu teori menyebutkan bahwa kebaya berasal dari Tiongkok, lalu menyebar ke berbagai wilayah seperti Malaka, Jawa, Bali, Sumatra, hingga Sulawesi. Namun, teori ini punya kelemahan karena dalam tradisi busana Tiongkok nggak ditemukan pakaian yang benar-benar serupa dengan kebaya yang kita kenal. Ada juga teori yang menghubungkan kebaya dengan pengaruh Portugis saat bangsa Portugis mendarat di Asia Tenggara, kebaya merujuk pada pakaian atasan atau blus yang dikenakan perempuan Indonesia di abad ke-15 dan ke-16 Masehi. Teori yang paling kuat yaitu kata “kebaya” diduga berasal dari istilah Arab “abaya”, yang berarti pakaian atau jubah sebuah kemungkinan yang didukung oleh catatan sejarah Tiongkok yang menyebut utusan dari Jawa mengenakan pakaian yang mirip busana orang Persia.

sejarah kebaya

Peran Jalur Perdagangan dalam Kelahiran Kebaya

Sejarah kemunculan kebaya di Nusantara berkaitan erat juga lho dengan dinamika perdagangan internasional pada masa lalu. Pada masa Kesultanan Samudra Pasai menjadi kekuatan penting di kawasan Selat Malaka, jalur perdagangan tersebut ramai didatangi para pedagang dari berbagai bangsa. Interaksi antara masyarakat lokal dengan para pendatang inilah yang perlahan membentuk perubahan dalam banyak aspek budaya, termasuk cara berpakaian. Mode busana Asia Barat kala itu umumnya berbentuk baju kurung atau pakaian tunik dengan lengan panjang yang kemudian dipakai oleh perempuan keturunan Arab dan Persia yang tinggal di Nusantara, lalu perlahan beradaptasi dengan selera lokal hingga berubah menjadi apa yang kita kenal sebagai kebaya.

Baca juga: Fresh Flawless dan Natural, Intip Makeup Athina di Prosesi Mitoni Anak Pertamanya!

Naik Turunnya Pamor Kebaya Sepanjang Sejarah

Perjalanan kebaya nggak selalu mulus. Pada abad ke-19, kebaya menjadi pakaian sehari-hari bagi semua kelas sosial, bahkan sempat menjadi pakaian wajib perempuan Belanda yang berdatangan ke Hindia Belanda. Tapi, masa penjajahan Jepang membawa titik gelap bagi kebaya saat itu kebaya diasosiasikan sebagai pakaian yang dikenakan oleh pribumi tahanan dan pekerja paksa perempuan. Baru setelah Indonesia merdeka, kebaya dan kain batik dikatakan sebagai simbol perjuangan dan nasionalisme, dan dijadikan busana di acara resmi maupun kenegaraan.

sejarah kebaya

Ragam Kebaya dari Berbagai Penjuru Nusantara

Salah satu hal yang bikin kebaya istimewa adalah keberagamannya. Setiap daerah kemudian melahirkan ragam kebaya dengan karakter masing-masing mulai dari kebaya Jawa, kebaya encim di komunitas peranakan Tionghoa, hingga variasi kebaya di Bali dan wilayah lain. Kebaya encim misalnya, kebaya ini berbahan dasar kain yang cukup halus dengan sentuhan bordir, payet, dan pelipit yang menghiasi salah satu bagiannya. Sementara kebaya modern hadir sebagai respons terhadap perkembangan zaman bentuk serta polanya sudah nggak mutlak seperti kebaya asli, dengan perubahan pada hiasan, bahan, corak, dan mode yang mulai mengikuti tren yang ada.

Kebaya Hari Ini: Antara Tradisi dan Ekspresi Diri

Sekarang, kebaya sudah jauh melampaui fungsinya sebagai busana adat. Banyak desainer yang melakukan terobosan dengan memadupadankan kebaya dengan bawahan, aksesori, maupun motif yang lebih kasual dan kebaya nggak lagi hanya diasosiasikan sebagai busana ibu-ibu, tapi juga meluas penggunaannya hingga ke berbagai kalangan. Di setiap pernikahan, wisuda, dan momen penting lainnya, kebaya selalu hadir bukan karena kewajiban, tapi karena kebaya sudah jadi bagian dari cara perempuan Indonesia mengekspresikan dirinya.

Baca juga: Steal the Look: Leather Jacket ala Jennie, Andalan untuk Tampilan Edgy!

Yes, tujuh abad bukanlah waktu yang sebentar dan fakta bahwa kebaya masih tetap relevan bahkan makin dicintai sampai hari ini menunjukkan kalau kebaya bukan sekadar busana yang bertahan karena tradisi, tapi karena memang punya sesuatu yang selalu berhasil berbicara kepada pemakainya. Kalau kamu, paling suka model kebaya seperti apa? Comment, ya!

 

Image: iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment