ic-fd

Perbedaan Retinal dan Retinol, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?

beauty
author

sarahpatricias・in 6 hours

detail-thumb

Perbedaan retinal dan retinol penting dipahami sebelum mulai menggunakan retinoid. Meski sama-sama turunan vitamin A, keduanya memiliki cara kerja, tingkat efektivitas, dan potensi iritasi yang berbeda. 

Memahami karakteristik masing-masing kandungan akan membantumu memilih retinoid yang paling sesuai, terutama jika baru ingin mulai menggunakannya. Retinal dan retinol sama-sama dikenal sebagai kandungan skincare yang efektif membantu mengatasi tanda penuaan, memperbaiki tekstur kulit, hingga menyamarkan bekas jerawat. Namun, tidak sedikit orang yang masih bingung membedakan keduanya. Lantas, apa saja perbedaan retinal dan retinol, dan mana yang lebih cocok untuk pemula?

Perbedaan Retinal dan Retinol yang Perlu Diketahui

Retinal atau retinaldehyde dan retinol sama-sama termasuk golongan retinoid, yaitu turunan vitamin A yang bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit serta merangsang produksi kolagen. Berkat cara kerjanya tersebut, kedua kandungan ini dapat membantu menyamarkan garis halus. Peningkatan elastisitas kulit, meratakan warna kulit, sekaligus memperbaiki tekstur kulit yang tidak rata juga bisa terbantu.

Perbedaan retinal dan retinol terletak pada proses konversinya di dalam kulit. Retinol harus melalui dua tahap perubahan sebelum menjadi retinoic acid, yaitu bentuk aktif vitamin A yang dapat digunakan langsung oleh kulit. Sementara itu, retinal hanya membutuhkan satu tahap konversi sehingga dapat bekerja lebih cepat. Karena prosesnya lebih singkat, retinal umumnya dianggap lebih potent dibandingkan retinol. Meski begitu, keduanya tetap mampu memberikan hasil yang optimal apabila digunakan secara konsisten dan sesuai dengan kebutuhan kulit.

Baca juga: Perlukah Double Cleansing Dilakukan Meski Hanya Pakai Sunscreen?

Perbedaan Efektivitas dan Potensi Iritasi

Selain cara kerja, perbedaan retinal dan retinol juga terlihat dari tingkat efektivitas dan potensi iritasinya. Retinal cenderung memberikan hasil lebih cepat dalam membantu mengatasi fine lines, hiperpigmentasi, maupun bekas jerawat. Sementara itu, retinol bekerja lebih bertahap sehingga hasilnya biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk terlihat.

Di sisi lain, retinal juga memiliki potensi menyebabkan kulit terasa kering, mengelupas, kemerahan, atau terasa perih, terutama pada masa awal penggunaan. Retinol cenderung lebih lembut sehingga proses adaptasi kulit umumnya terasa lebih nyaman. Namun, perlu diingat bahwa respons setiap orang bisa berbeda. Konsentrasi produk, formulasi, kondisi skin barrier, hingga frekuensi pemakaian juga berpengaruh terhadap tingkat toleransi kulit.

Baca juga: Parfum untuk Cuaca Panas yang Tetap Awet Seharian, Xerjoff Erba Pura Layak Dicoba

Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?

Melihat perbedaan retinal dan retinol, retinol umumnya menjadi pilihan yang lebih ramah untuk pemula. Karena bekerja lebih perlahan, kulit memiliki waktu untuk beradaptasi sehingga risiko iritasi relatif lebih rendah.

Meski begitu, retinal juga tetap bisa digunakan oleh pemula, terutama jika memilih produk dengan konsentrasi rendah serta formulasi yang diperkaya bahan pelembap atau soothing ingredients. Penggunaannya sebaiknya dimulai secara bertahap, misalnya 1–2 kali seminggu pada malam hari, sambil memperhatikan respons kulit. Jangan lupa untuk selalu menerapkan sandwich method juga agar kulit bisa menyesuaikan.

Apa pun retinoid yang dipilih, jangan lupa menggunakan pelembap untuk membantu menjaga skin barrier dan selalu mengaplikasikan sunscreen pada pagi hari. Dengan penggunaan yang konsisten dan cara pakai yang tepat, baik retinal maupun retinol sama-sama dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, halus, dan tampak lebih awet muda. Yang terpenting, pahami terlebih dahulu perbedaan retinal dan retinol agar kamu dapat memilih kandungan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulitmu.

Image: iStock